Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 33. Ditampar sampai bengkak


__ADS_3

Marina yang mendengarkan itu hanya bisa tersenyum miring, ia tidak memperdulikannya.


'Dasar orang-orang rendahan, tidak tahu saja kalian kalau Chataline yang merupakan orang nomor satu di agensi ini pun sudah kubuat bertekuk lutut di hadapanku!!' ucap Marina dalam hati merasa menjadi orang yang paling beruntung di dunia.


Saking tidak pedulinya dia, dia tiba-tiba terkejut saat seorang senior lain yang merupakan penyanyi terkenal di agensi mereka tiba-tiba bertabrakan dengannya.


Buk!!!


"Sial!! Apakah kau tidak memakai mata saat berjalan?!!" Penyanyi bernama Tasya tersebut langsung membentak Marina.


Menggertakkan giginya, Marina memegangi bahunya yang terasa sakit, lalu perempuan itu melihat Tasya yang berdiri kasar menatapnya.


"Kau masih berani menatap Kak Tasya? Cepat minta maaf pada Kak Tasya!!" Asisten Tasya yang bernama Rita langsung membentak Marina.


"Kau berani membentakku?!!" Marina menggerakkan giginya.


Dia tahu kalau dia tidak bisa menghadapi perempuan di depannya ini, karena dia adalah salah satu aset terbesar dari agensi mereka tetapi, dia bisa menggunakan Chataline untuk menggertaknya.


Jadi, perempuan itu langsung menoleh ke arah Catalina yang sedang menunggu lift lalu berkata, "Chataline, cepat kemari, bantu aku memberi pelajaran pada perempuan ****** ini!!!"


Semua orang yang ada di tempat kejadian langsung menganga mendengar bagaimana Marina memnaggil Chataline.


Perempuan itu tidak memanggil katalina dengan panggilan senior atau, Kak.


Terlebih, Marina baru saja menyebut seorang penyanyi terkenal di agensi mereka dengan sebutan ******?!!!!

__ADS_1


"Dia benar-benar mencari masalah. Dia menyinggung dua orang yang berstatus tinggi di tempat ini. Astaga,,," semua orang berbisik-bisik menantikan reaksi katalina.


Sementara Marina, perempuan itu tersenyum menatap Chataline yang sudah menoleh ke arahnya.


'Ayo seniorku yang terhormat, perlihatkan pada mereka bagaimana kekuatanmu di agensi ini. Perlihatkan pada mereka bagaimana aku sangat diperhatikan dan dilindungi olehmu!!' ucap Marina dalam hati.


Tetapi sangat diluar dugaannya, Chataline malah berkata, "Tasya, aku harap kau memberinya pelajaran yang setimpal dengan apa yang ia lakukan hari ini. Jika terjadi sesuatu, akulah yang akan bertanggung jawab."


Marina melototkan matanya mendengar ucapan Chataline, dia benar-benar tidak percaya bahwa perempuan itu berani berkata seperti itu saat rahasia besar perempuan itu berada di tangannya.


Marina sangat marah, ia baru akan memarahi Chataline ketika sebuah tamparan tiba-tiba saja mendarat di pipi kirinya.


Plak!!!


Rita langsung mewakili Tasya menampar Marina.


"Kau! Apakah kau tahu bagaimana teman Ibuku berkuasa di sini? Men--"


Plak!!!


Ucapan Marina berhenti ketika sebuah tamparan lain mendarat di pipinya.


Marina langsung memegangi wajahnya yang terasa panas dan perempuan itu dengan gemetar merasakan tatapan-tatapan menghina yang dilontarkan orang-orang di sekitar mereka.


"Ini adalah pelajaran bagi kalian!! Berani tidak menghormati senior,, kalian pikir di sini rumah kalian?!!" Tasya berbicara sembari berdesak kesal.

__ADS_1


Tidak ada satupun orang yang berbicara, mereka hanya terdiam karena tidak mau menyinggung Tasya yang sedang marah.


"Oh,, aku lupa, tadinya dia menyebutku jallang dan memanggil Kak Chataline dengan sebutan yang tidak sopan. Pukul mulutnya sampai bengkak!!" Perintah Tasya langsung diikuti oleh asistennya yang merupakan perempuan yang ahli bela diri.


Plak plak plak...


"Akhh!! Sak,,, ng!!" Marina mengeluh kesakitan.


Bibir Marina berdarah dan bengkak karena pukulan yang ia terima dari Rita.


Perempuan itu tersungkur di lantai, 'Bagaimana... Bagaiman bisa...' Marina sangat ketakutan.


"Ada apa ini?" Tiba-tiba suara seorang pria yang merupakan teman dari ibu Marina.


Marina langsung mengangkat wajahnya lalu berlari mendekati pria paruh baya itu.


"Paman!! Mereka merundungku sampai wajahku membenkak seperti ini." Ucap Marina sembari menangis tersedu-sedu.


Setelah kejadian ini, dia harus memulihkan diri sampai beberapa hari ke depan dan berbagai jadwal pemotretannya pasti akan ditunda!!!


"Apa?!! Siapa yang berani melakukannya pada keponakanku?!!" Pria paruh baya itu berteriak sembari menatap kerumunan orang-orang yang terdiam di sana.


@Interaksi


__ADS_1


Hei hei hei...!! Ada yang berbeda nih cara ngitung org mars dan bumi. Ratusan di mars ribuan di bumi 😂. Kalo masalahnya selesai satu bab ya, cukup 10 bab ajh nih novel tamat. Tapi sebagai org baik, otor pertimbangkanlah hatimu❣️


__ADS_2