Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#229. Tidak bisa menemui Loren


__ADS_3

Setelah meninggalkan Vionita, Bian langsung menyusul Loren untuk meminta maaf pada perempuan itu.


Namun, ketika dia sudah melihat Loren memasuki sebuah ruangan dan hendak menyusul perempuan itu, ia terkejut saat seorang pengawal mencegah nya.


"Ada apa ini?" Tanya Bian menatap pengawal itu.


"Maaf tuan, tetapi anda tidak diizinkan untuk memasuki ruangan ini." Ucap pengawal itu membuat Bian mengerutkan keningnya.


"Apa maksud kalian? Saya ini adalah kenalan Loren!" Ucap Bian.


"Siapapun anda, tetapi kami sudah diperintahkan agar tidak ada satu orang pun yang masuk ke dalam ruangan ini." Ucap sang pengawal.


Bian yang melihat itu langsung berdiri terpaku menatap pintu yang ada di depannya.


'Mungkinkah Loren menyendiri di dalam untuk menangis? Dia pasti merasa sangat kecewa padaku karena aku sudah tidak mempercayainya dan malah membela Vionita yang ternyata menjebak Loren.' sekejap Bian merasa sangat bersalah pada Loren, jadi pria itu semakin tidak bisa untuk membiarkan Loren sendirian di dalam ruangan.


"Loren,, ini aku!! Aku minta maaf atas apa yang terjadi, tetapi dapatkah kau membiarkanku masuk? Aku ingin meminta maaf atas apa yang sudah aku lakukan!" Bian setengah berteriak agar orang yang ada di ruangan itu bisa mendengarnya.


Tetapi pria itu tidak tahu bahwa di dalam ruangan itu Loren sedang duduk di pangkuan seorang pria dan mereka sedang berciuman dengan hangat.

__ADS_1


"Hah hah hah..." Mereka mengakhiri ciuman mereka lalu Loren menyandarkan kepalanya di dada bidang Christian.


Sementara Christian, pria itu mengambil ponselnya lalu melakukan sebuah panggilan telepon.


"Usir pria yang ada di depan ruangan!!" Perintah nya.


"Baik Tuan," jawab seseorang dari seberang telepon.


Setelah panggilan itu diputuskan, terdengar keributan di luar.


"Lepas!! Beraninya kalian menyentuhku!! Apakah kalian tahu siapa aku?!!"


"Hei!! Bos kalian adalah temanku!! Kami berasal dari negara yang sama dan sangat dekat!!" Teriakan terakhir Bian sebelum digantikan ketenangan.


Loren yang mendengar keributan dari luar langsung mengangkat wajahnya menatap Christian.


"Apakah tidak masalah kalau Tuan berada di sini? Bagaimana kalau ada yang melihat Tuan keluar dari ruangan ini?" Tanya Loren merasa cemas.


"Jangan kahawatir,," ucap Christian.

__ADS_1


Loren memperhatikan Christian dan tidak lagi memikirkan masalah itu, dia tahu kalau Christian pasti bisa menangani semuanya.


Sekarang ada satu hal yang perlu ia pastikan, "Apakah Tuan yang mendapatkan bukti percakapan Mia dan Vionita?" Tanya Loren yang merasa aneh sebab dia tidak pernah menyuruh seseorang untuk mengambil bukti itu.


Dia sudah cukup percaya diri dengan menyuruh Vionita untuk menggambar ulang desain yang telah di buat, sebab dia tahu bahwa Vionita tidak terlalu pandai menggambar.


Lagipula masih ada rekaman CCTV yang memperlihatkan nya ketika mendesign pakaian-pakaian yang diperagakan di acara Fashion week ibukota.


"Ya,, untuk berjaga-jaga saja." Jawab Christian.


Mendengar itu, hati Loren menjadi lebih hangat dan memeluk Christian lebih erat lagi.


Ketika tidak ada satupun orang yang mempercayainya, hanya Christian lah yang terus mempercayainya.


Ketika semua orang berpaling darinya, Christian terus berada di sisi-nya dan mendukungnya.


"Terima kasih Tuan," kata Loren tersenyum.


"Hm,, waktu berduaan kita tinggal 2 menit lagi, kau harus kembali ke panggung dan menyaksikan permintaan maaf dari perempuan itu." Ucap Christian.

__ADS_1


"Saya tahu,, biarkan saya memeluk Tuan di 2 menit yang tersisa." Kata Loren semakin mengeratkan pelukannya dan menikmati saat-saat mereka bersama.


__ADS_2