Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#88. Tidak keguguran


__ADS_3

Semua orang menunggu dengan cemas sampai akhirnya dokter yang bertugas keluar dari ruang penanganan.


"Bagaimana keadaan Loren?" Tanya Marisa.


"Dia baik-baik saja. Noda darah yang berceceran karena dia datang bulan dan sepertinya tidak mengetahuinya. Dia akan siuman sebentar lagi." Kata sang dokter membuat semua orang bernapas lega dan Cristian langsung menerobos ke dalam ruangan menemui Loren.


Marisa memperhatikan sikap Christian dan perempuan itu tersenyum.


"Biarkan mereka berdua saja." Perintah Marisa lalu semua orang meninggalkan tempat itu.


"Gadis kecil bodoh. Kau membuatku hampir mati." Ucap Christian dimana tadinya dia berpikir Loren mengidap penyakit yang mematikan hingga mengalami pendarahan. Ternyata......


Pria itu tidak lagi berangkat ke kantor untuk bekerja, selama 1 jam dia duduk di samping ranjang Loren memegangi tangan Loren.


'Mengapa dia belum bangun?' Christian menjadi cemas karena sudah 1 jam dia di sana, sementara Dokter tadi menyatakan bahwa Loren hanya akan pingsan sebentar.


Akhirnya Christian keluar dari ruangan itu dan menyuruh para dokter untuk memeriksa ulang Loren.


"Baik Tuan," jawab seorang dokter kepala lalu mereka kembali ke ruangan Loren untuk melakukan pemeriksaan ulang.


Baru saja mereka memasuki kamar dan dokter hendak memeriksa denyut nadi Loren ketika Loren mengerjapkan matanya.


Semua orang diam menunggu Loren menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya di ruangan itu.


"Dimana ini?" Ucap Loren.

__ADS_1


"Di ruang kesehatan." Jawab Christian mendekati Loren hingga tatapan mereka bertemu.


"Tuan,," Loren bernafas dengan lega, kalau Christian ada di sisi-nya maka dia merasa aman.


Namun ketika pikirannya mengingat kejadian sebelum dia pingsan, Loren langsung melototkan matanya dan segera duduk di tempat tidur.


"Ada apa?" Christian bertanya dengan panik.


"Hah hah,," wajah Loren tampak pucat dan perempuan itu seperti orang yang linglung tidak tahu harus berkata apa.


"Tenanglah, katakan dengan pelan," ucap Christian memegang tangan Loren yang terlihat bergerak tak karuan.


Detik berikutnya Loren meneteskan air matanya memandang Christian.


"Bayi,, bayi kita,, bayi kita??" Ucapnya dengan wajah ketakutan.


Semua orang terdiam dengan pertanyaan Loren


'Perempuan ini benar-benar berpikir dia mengandung anak Tuan Christian?' para dokter dan perawat yang ada di ruangan itu merasa kasihan pada Christian.


Meski saat ini Cristian memperlakukannya dengan sangat baik tetapi untuk menjadi seorang nyonya baltasar,,, mungkinkah seorang gelandang memenuhi syarat?


Sekarang bahkan berpura-pura hamil!! Untunglah sudah ketahuan kalau dia sedang bersandiwara!


'Lihat saja, perempuan yang berpura-pura lugu, setelah ini kau akan ditendang oleh Tuan Christian dari kediaman ini!' para perawat memandang Loren dengan kemarahan di hati mereka.

__ADS_1


Tapi berbeda dengan orang-orang itu, Christian malam memeluk Loren dan menepuk pundaknya.


"Maafkan aku,, maaf, ini salahku." Ucap Loren membuat wajah semua dokter dan perawat yang mendengarnya langsung berubah beku.


Maaf dari seorang Christian?!!!


Mereka sudah cukup terkejut saat Christian rela menghabiskan waktunya lebih dari 1 jam untuk menunggui Loren, dan sekarang....... Mustahil!


"Bayi kita,, bayinya... Hiks.. hiks..." Isak Loren dengan sangat keras.


Meskipun dia belum pernah melihat bayi itu tapi baik itu adalah bagian dari tubuhnya jadi Loren merasa sangat sedih membayangkan sesuatu yang merupakan miliknya kini menghilang.


"Kau tidak keguguran,," ucap Christian akhirnya meredakan suara Loren yang sedang terisak.


Loren melepaskan pelukannya dari Christian dan meraba perutnya.


"Syukurlah,," wajah Loren yang masih dipenuhi air mata kini tersenyum dinampakkan dua lesung pipinya yang sangat indah.


Hal itu membuat Christian merasa lemas, apa yang harus ia katakan pada perempuan itu?


Dia sudah membohongi Loren kalau perempuan itu sedang hamil, jadi.... Mungkinkah Loren akan marah?


@interaksi


__ADS_1


Iya,, bberapa reder kek kamu tuh bikin emosi,, ngapaian sih di kolom komentar nanya-nanya Mulu?? Diam ajah bodoh kan...??🤭



__ADS_2