
Rita dan suaminya langsung melihat ke arah perempuan yang kini berwajah pucat dan gemetar di pelukan Bian.
"A... Apa itu benar? Vionita?!!!" Rita begitu marah.
Mata Rita hampir keluar dari tempatnya saking marahnya dia menatap menantunya.
"I,,, ibu,," Vionita semakin gemetar.
Dia melakukan semua itu karena dia yakin di hari pernikahannya, Loren akan berusaha menempel pada Bian, lalu saat itu juga dia akan berusaha melepaskan Loren dari Bian lalu pura-pura terjatuh karena di dorong oleh Loren.
Di saat itulah dia akan keguguran, lalu bayi haram yang ada di kandungannya akan hilang dan tidak meninggalkan jejak. Loren akan dituduh sebagai pembunuh!!!
Tapi sekarang.....?
Erik melihat Vionita yang tampak tak bisa berkata-kata, "Tidak perlu menanyakannya pada perempuan itu karena dia tidak akan pernah mengakuinya. Ini adalah sebuah rekaman yang akan memperlihatkan Siapa ayah dari bayi yang malang itu." Ucap Erik menunjukkan sebuah flash disk di tangannya.
Pria itu lalu berjalan ke arah TV di ruangan itu dan mencolokkannya ke sambungan USB TV.
Setelah beberapa saat, layar TV kemudian menyala memperlihatkan seorang pria dan seorang wanita yang sedang berada di ruangan private.
Lelaki berumur 59 tahun di layar TV berkata, "Kau mau menjuarai Fashion week ibu kota?"
__ADS_1
Gerson yang memperhatikan pria yang berbicara langsung berkata, "Bukankah itu sala satu juri dari fashion week ibukota negara xx di tahun lalu?"
Semua orang mendengarkan Gerson lalu kembali melihat ke layar TV.
"Mohon tuan Adam membantu saya." Vionita terlihat menunduk menuangkan anggur untuk pria di depannya hingga belahan dadanya tampak jelas.
Bahkan, Vionita berusaha berlambat-lambat menuangkan anggur agar pria di depannya tetap menikmati pemandangan indah itu.
"Apa apaan ini?!!" Rita menggertak kan giginya, ia sangat marah dengan kelakuan menantunya yang memalukan.
Namun, video itu belum berhenti di situ karena setelah kedua orang itu minum sampai mabuk, Vionita dengan wajah memerahnya menggelayat di renggulan sang pria tua sembari berjalan ke arah sebuah kamar hotel.
Buk!
Dua orang akhirnya menghilang di balik pintu kamar hotel.
Layar TV kembali menghitam lalu semua orang kembali melihat Vionita bahkan Bian yang sedari tadi masih memeluk Vionita segera berdiri dan turun dari ranjang.
"Kak Bian,,," dengan tubuh gemetar Vionita menatap Bian berusaha mengeluarkan tangannya untuk menggapai pria itu.
Namun bukannya disambut baik oleh Bian, pria itu malah mengangkat tangannya dan mendaratkan sebuah tamparan keras di pipi pionita.
__ADS_1
Plak!!!
Vionita tersungkur di atas ranjang karena tamparan yang sangat keras itu.
"Sekarang juga, kita bercerai!!!" Teriak Bian dengan marah lalu pria itu berjalan meninggalkan Vionita.
Ia hendak meninggalkan kamar itu karena rasa malu yang sudah terukir di wajahnya.
Tetapi ketika dia hendak melewati Loren, pria itu berhenti sesaat memandangi Loren yang tampak tenang menggenggam erat tangan Christian.
Dian gemetar dan mengepalkan tangannya melihat dua orang itu lalu kembali menggertakan giginya meninggalkan ruangan tersebut.
"Kau sialan!! Kau sudah mempermalukan keluarga Maherson!!" Rita juga tak mau kalah, ia langsung mendekati Vionita dan menjambak rambut perempuan itu dengan keras.
Semua orang tercengang, tetapi Christian ia melihat pada Loren.
"Ini tidak baik untuk dilihat, sebaiknya kita pulang saja." Ucap Christian.
Loren langsung mengangguk sebab Dia juga takut jika mereka berlama-lama di situ.
Kakek Perry pasti akan mencari kesempatan untuk memanfaatkan kekuasaan Christian sebagai tangga bagi keluarga Sinaga untuk meningkatkan status sosialnya.
__ADS_1