Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
s2.143. Sikap Loren sangat mencemaskan


__ADS_3

"Sayang, waktunya makan siang." Ucap Christian mengingatkan istrinya yang masih asik bercerita.


Loren langsung menatap suaminya sembari berkata, "kalau begitu, ayo kita makan di restoran saja. Sudah lama kita tidak makan di restoran."


Karena suasana hati Christian sedang sangat baik kalah melihat istrinya yang sangat bahagia, maka pria itu langsung menganggukkan kepalanya.


"Baiklah," jawab Christian lalu melihat ke arah paman dan sepupu iparnya, "kita makan di restoran saja," ucap Christian.


"Baiklah," jawab Davin sembari pria itu berdiri, "aku akan mencari Bibi kalian dulu."


Loren dan Christian menganggukkan kepalanya sembari melihat kepergian Davin untuk mencari Bianca.


Christian baru akan mengajak istrinya untuk pergi berganti baju ketika Loren tiba-tiba menatapnya dengan serius.


"Sayang, bagaimana kalau kita menggunakan pakaian yang kemarin kita pakai di pulau saat makan siang?" Tanya Loren kembali mengingat pakaian pasangan mereka yang dipakai ketika makan siang di pulau Lorensia.

__ADS_1


Tetapi Christian langsung mengerutkan keningnya lalu pria itu berkata, "bukankah kau yang berkata bahwa pakaian itu harus ditinggalkan di pulau supaya dipakai lagi ketika kita di sana?"


"Ah,," Loren mengedipkan matanya, "apa aku mengatakannya?" Tanya perempuan itu yang tidak ingat akan peristiwa yang dimaksud oleh Christian.


"Hm,, kau mengatakan nya," ucap Christian membelai rambut istrinya dengan kecemasan kembali memenuhi pikirannya.


"Aah, begitu, kalau begitu kita pakai pakaian lain saja." Ucap Loren sembari tersenyum senang menarik suaminya agar mereka segera naik ke kamar untuk berganti pakaian.


Begitu mereka tiba di kamar, Loren langsung membongkar lemari untuk mencari pakaian yang akan mereka kenakan.


Christian yang memperhatikan istrinya mengepal erat tangannya lalu pria itu dengan emosi yang tak karuan langsung mendekati istrinya dan memeluk perempuan itu dari belakang.


"Sayang,,," kata Christian dengan hembusan nafas yang kasar menempelkan pipinya dengan pipi istrinya.


"Ada apa? Menjauhlah dariku sebentar, Aku mencari pakaian yang hilang itu!!!" Ucap Loren berusaha meronta diperlukan suaminya, tetapi Christian bukan hanya melonggarkan pelukan mereka namun malah mempererat pelukan mereka.

__ADS_1


'Bagaimana bisa istriku lupa bahwa dialah yang mengganti semua pakaian di lemari dengan pakaian yang sedang trend beberapa waktu ini. Dia juga sengaja meninggalkan semua pakaian kami di pulau karena dia bilang kami akan kembali ke sana secepatnya.' ucap Christian dalam hati kini semakin takut bila istrinya kenapa-napa.


"Sayang!!" Loren kini berteriak kesal karena ulah suaminya yang sangat menyebalkan, "kalau kita tidak segera berganti baju paman dan bibi akan menunggu lama!!!"


"Baiklah,,," jawab Christian dengan pasrah lalu pria itu melonggarkan pelukan mereka dan kembali melihat Loren yang menggerutu melihat pakaian di dalam lemari.


Hal itu semakin membuat Christian sakit hati melihat istrinya yang semakin menunjukkan gejala-gejala aneh, jadi dia langsung mengambil satu set pakaian dari dalam lemari.


"Kita pakai yang ini saja, Bagaimana menurutmu?" Tanya Christian membuat Loren berpikir-pikir lalu dia mengamati pakaian-pakaian di tangan Christian.


Sambil panggilan nafas, perempuan itu menganggukkan kepalanya.


"Baiklah," ucap perempuan itu lalu mereka berdua mulai berganti pakaian.


Sembari melihat Loren yang membantunya berganti pakaian, Christian terus memikirkan hal-hal aneh yang dialami Loren selama beberapa hari ini.

__ADS_1


'Sebenarnya, ada apa dengan istriku?' ucap Christian dalam hati merasa sangat cemas menatap istrinya yang sedang bersenandung ria.


__ADS_2