
"Hah? Apa itu?" Loren terkejut melihat namanya bersanding dengan Chataline yang berada di posisi pertama dan seorang model lain di posisi kedua.
"Kak Loren masuk 3 besar!!!" Seru Megi.
"Uh,," Loren tidak tahu harus berterima kasih atau apa,, karena dia sama sekali tidak memiliki bakat di bidang model.
Tapi mengapa dia harus disandingkan dengan Chataline dan model lain yang terkenal itu?
"Dan lagi!! Kak Loren pasti terkejut melihat ini!!" Rika memperlihatkan sebuah video trending 1 di YouTube.
"Apa itu?" Loren begitu tercengang melihat videonya yang sedang melakukan pemotretan bersama Marina.
DESAINER/MODEL LOREN BISA MENGUBAH 5 EKSPRESI DALAM 1 MENIT...!!!!
Lalu di bagian komentar, semua orang memuji bagaimana Loren sangat pandai merubah ekspresinya, sementara mereka menghina Marina yang merupakan model asli, namun begitu kaku dalam pemotretan.
"Marina ini sama sekali tidak patut menjadi model,,, sangat mencoreng nama baik agensi CB!!!!"
"Aku pikir agensi CB terkenal dengan penyeleksian yang ketat pada setiap artis mereka. Ternyata,, malah begini!! Tapi aku heran kenapa Marina memiliki penggemar yang cukup bodoh untuk mendukungnya?!! Padahal dia sama sekali tidak memiliki kemampuan!!!"
"Loren selain jago mendesain, ternyata dia juga sangat jago menjadi model. Aku tidak bisa membayangkan kalau dia sendiri yang menjadi model untuk brand perusahaannya,, pasti sangat keren!!!"
"Ah,, aku jadi tambah suka pada Loren,, ternyata dia sangat keren...!! Mungkinkah dia memiliki bakat lain lagi, tapi belum diperlihatkan??"
__ADS_1
Loren menelan air liurnya membaca komentar-komentar yang ada di situ.
Sangat mencengangkan!!!!
"Kak Loren?" Rika memanggil Loren saat melihat perempuan itu tampak terpaku pada layar ponsel yang ia pegang.
"Sepertinya Kak Loren begitu terkejut," Meggy setengah berbisik pada teman-temannya.
"Nona Loren??" Mentari akhirnya menggoyangkan tangannya di depan Loren hingga membuat Loren tersadar.
Perempuan itu mengangkat wajahnya menatap semua anggota tim desain yang ada di depannya.
"Ah,, maaf, sepertinya kalian bisa kembali ke ruangan kalian, karena aku harus memikirkan sesuatu." Ucap Loren yang masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.
"Baik Kak Loren."
"Kami pergi dulu Nona Loren."
Seluruh anggota tim desain akhirnya meninggalkan ruang kerja Loren.
Loren memandangi pintu yang tertutup lalu perempuan itu segera duduk sembari memijat keningnya.
"Gerson!!!" Loren menghela nafas panjang sembari meraih ponselnya dan langsung menelpon Kakak sepupunya.
__ADS_1
"Halo!!" Seorang pria berseru dengan sangat senang dari seberang telepon.
"Kau,, berhenti menyuruh teman-temanmu untuk melakukan voting!!" Langsung kata Loren memarahi Gerson.
"Oh,,, oh. Baiklah, tapi dimana kakak ipar? Aku sangat merindukan kakak iparku!!" Kata Gerson dari seberang telepon membuat Loren tercengang.
Jelas-jelas Gerson dan Christian tidak dekat, tapi pria itu malah mengatakan merindukan Christian dan bukannya merindukan dirinya yang merupakan adik sepupunya!!
"Dia tidak ada di sini!! Dan ku peringatkan sekali lagi padamu, kau jangan lagi menyuruh teman-temanmu atau siapapun itu untuk melakukan voting terhadapku!!!" Ucap Loren yang merasa bahwa jika dirinya sampai naik ke posisi pertama mengalahkan Chataline, maka perempuan itu mungkin akan kembali memusuhinya.
"Oh,, kau tenang saja, aku tidak melakukannya lagi karena seluruh banner telah ku kirim ke semua grup komunitasku sebelum kau menelpon." Jawab Gerson membuat Loren yang duduk langsung berdiri sembari menekan erat meja di depannya.
"Apa katamu?!!" Loreng merasakan nafasnya menjadi sangat sesak.
"He he..." Gerson tertawa kecil, "Tapi kalau kau memberikan nomor ponsel kakak ipar padaku, aku pasti akan menarik semua pesan itu." Ucap Gerson membuat Loren begitu marah.
"Jangan harap!!" Ucap Loren menjauhkan telepon dari telinganya untuk mematikan telepon itu.
Tapi sebelum dia menekan tombol reject, terdengar Gerson masih berteriak, "Baiklah, kalau begitu aku akan membuatmu naik ke posisi pertama!!!"
Loren mengabaikannya dan hanya menekan tombol reject lalu melemparkan ponselnya dengan rasa pusing memberatkan kepalanya.
Tut tut tut...
__ADS_1
"Dasar pembuat onar!" Loren merasa pusing.