Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 128. Ketahuan menghasut Loren


__ADS_3

Dua jam sebelum makan malam, Marisa menyelesaikan seluruh acara beres-beresnya, meski ada beberapa barang yang belum dimasukkan ke dalam koper-koper milik mereka.


Sebab, belum ada kepastian kapan akan berangkat, itulah sebabnya Marisa belum mengemas semua barangnya karena takutnya nanti masih diperlukan.


"Kau mau ke mana?" Tanya Andreas saat melihat Marissa yang selesai meletakkan koper terakhir yang diisi barang langsung mengambil mantel tebal yang digantung di sudut kamar mereka.


"Aku akan pergi menemui Loren untuk menanyakan masalah keberangkatan kita. Aku rasa saat ini dia sudah berbicara pada Christian tentang permintaanku tadi pagi." Kata Marisa langsung membuat Andreas menutup laptopnya lalu pria itu ikut mengambil mantelnya.


"Aku akan menemanimu," ucap Andreas yang tidak mau membiarkan istrinya sendirian pergi ke kediaman Bhaltazar.


Sebab pria itu takut bila saat ini Christian berada dalam suasana yang hati yang buruk, maka bisa jadi istrinya akan dimarahi oleh pria itu.


Apalagi, setelah kejadian tadi siang ketika Christian harus melayani para tamu, pria itu berpikir bahwa Christian sedang sangat kesal karena harga dirinya telah direndahkan.


"Kalau begitu, ayo," ucap Marissa segera memeluk lengan suaminya, lalu kedua orang itu meninggalkan paviliun menuju ke kediaman utama.


Begitu tiba di sana, mereka mendapati kediaman itu sangat sepi, karena tidak ada pelayan yang berjaga di sekitar kediaman.

__ADS_1


"Sepertinya mereka ada di lantai atas, kita sebaiknya naik ke sana," ucap Marissa lalu mereka naik ke lantai atas.


Keduanya sangat terkejut saat mereka disuguhkan dengan pemandangan yang tak pernah masuk akal dipikiran Marisa dan Andreas.


Loren sedang menyemprot jendela tinggi dengan Christian yang memegang lap beserta pembersih kaca lalu pria itu membersihkan kaca dengan sangat teliti.


Di bawah lantai juga terdapat kain pel dan teman-temannya yang sedang menunggu untuk digunakan.


"Lo,,Loren?" Ucap Marissa memanggil perempuan yang tampak asyik menggosok-gosokkan jari telunjuknya di kaca bening yang telah Ia semprot dengan sabun pembersih.


"Ah,, kak Marisa," ucap Loren bergegas menghampiri Marissa dengan tangan perempuan itu masih memegang botol berisi sabun pembersih kaca.


"Itu,, apa yang kalian lakukan?" Tanya Marisa sembari memandangi Christian yang kembali sibuk mengelap kaca yang telah disemprot oleh Loren.


Loreng tertawa kecil lalu berkata, "para pelayan diliburkan selama 3 hari, jadi kami berinisiatif untuk membersihkan rumah kami sendiri. Oh ya, Apakah kalian datang kemari untuk berpamit pergi ke luar negeri?"


Pertanyaan Loren pada Marisa dan Andreas langsung membuat Christian menghentikan gerakan tangannya, lalu pria itu berjalan mendekati istrinya dan merangkul perempuan itu ke pelukannya.

__ADS_1


"Apa yang baru saja kau katakan?" Tanya Christian yang tidak mengerti.


Sejak kapan Marisa dan Andreas akan pergi ke luar negeri?


Lebih tepatnya, kedua orang itu akan pergi tanpa seijinnya?!!!!


Mendengar pertanyaan suaminya, Loren menggaruk kepalanya yang tidak gatal sembari berbalik menatap pria itu dengan senyum kikuk di wajahnya.


"Aku lupa memberitahumu bahwa Andreas dan Marissa akan pergi ke luar negeri untuk berobat. Aku juga lupa mengatakan padamu supaya kau mengizinkannya, tapi kau pasti akan mengizinkan mereka kan?" Ucap Loren membuat Marisa dan Andreas langsung berada dalam kondisi menahan beban yang begitu berat.


Beban yang berat itu dilemparkan loren5 pada mereka karena perempuan itu ternyata belum mengatakan apapun pada Christian!!!


Dan sekarang Loren malah mengatakannya ketika mereka ada di sana, maka bisa jadi mereka berdua akan dibunuh oleh Christian karena sudah ketahuan menghasut perempuan itu demi kepentingan pribadi mereka!!!!


Sial.. sial.. sial...!!!


__ADS_1


__ADS_2