
"Ya ampun Loren,, jadi jaket itu benar-benar jaket yang didirikan oleh Jf?? Kalau begitu meskipun Chataline memberikan pakaian yang ia kenakan sekarang dia itu tidak akan setara dengan 1 jaket limited edition seperti ini.
"Bahkan untuk mendapatkan rancangan biasanya saja seseorang masih harus mengantri selama berbulan-bulan!! Apa lagi ini.....!!" Rika berbicara dengan suara keras beserta wajahnya yang dipenuhi kekaguman karena saat ini dia secara langsung melihat pakaian yang di desain oleh Jf.
Seorang desainer luar negeri yang sangat terkenal dan memiliki prifasi yang sangat tinggi!! Pelanggan mereka setidaknya harus memiliki koneksi yang sangat kuat untuk bisa memesan satu desain!!!
"Bagaimana mungkin??!!" Catalina mendekat kearah Helen dan merampas jaket itu.
Ia memperhatikan logo dan tanda tangan JF yang terukir di sana menggunakan tinta khusus,, sekejap tangannya gemetaran memegang jaket itu.
Dia sudah lama mengincar 1 barang milik designer JF, tetapi sudah bertahun-tahun dan dia belum berhasil memiliki satupun tapi sekarang,,,,,, sial..!!!
"Hati-hati megangnya, Kalau kau terus merusaknya aku yakin kau akan berhutang banyak pada perempuan ini." Ucap Helen mencibir Chatalina.
Sudah lama dia muak dengan Chataline yang terus bersikap sok,,, sekarang dia merasa sangat puas melihat wajah pucat perempuan itu.
Mendengar ucapan Helen, catalina menggertakan giginya dan mengembalikan jaket tersebut pada Loren.
"Aku tidak bisa mengganti jaket itu, Katakan saja sesuatu lain yang kau inginkan dan aku pasti akan memenuhinya." Ucap Chatalina sembari menutup aurat giginya karena dia merasa sangat marah muak dan malu di hadapan banyak orang yang sedang menonton kejadian itu.
Sangat memalukan baginya, tapi dia tidak bisa terus bersikap congkak,, banyak orang jadi saksinya!
Semua orang yang melihat kejadian itu juga tercengang di tempatnya, Sejak kapan Chataline bisa merendahkan diri seperti itu??
Akhirnya hari ini tiba juga, seorang perempuan yang terlihat biasa-biasa saja dan sangat polos berhasil membuat Chataline tidak berkutik di tempatnya!!
"Saya tidak menginginkan apapun, masalah hari ini sudah cukup sampai disini." Ucap Loren.
"Bagaimana dengan abju kita??" Siren langsung berbicara pada Loren saat mendengar perempuan itu ingin membiarkan Chataline pergi begitu saja.
"Biarkan saja,, baju desain kita tidak cocok digunakan oleh orang yang sombong." Ucap Loren berbalik menatap Helen dan membungkuk 90 derajat.
"Nona Helen, Terima kasih atas bantuan anda hari ini saya tidak akan pernah lupa." Ucap Loren.
"Sama-sama. Lagi pula kau juga membantuku. Bagaimana kalau semua pakaianmu ini aku yang menggunakannya?" Ucap Helen mengagetkan Loren Rika dan juga Siren.
Menggunakan semuanya???
__ADS_1
Mereka tadinya membawa 10 pakaian dan satu pakaian telah dikenakan oleh Helen jadi masih ada 9 lagi. Kalau heran menggunakan ke-9 pakaian itu,,, akan sangat hebat!!!
"Kalau Nona Helen tidak keberatan maka kami pasti akan sangat senang. Ini adalah kartu nama saya kita bisa membicarakan mengenai kontraknya." Ucap Loren dengan menyerahkan sebuah kartu namanya yang terbuat dari kertas biasa.
"Kalau begitu aku akan mengbungimu." Ucap Helen tersenyum.
"Terima kasih Nona Helen." Jawab Loren.
Segera Kiki yang menjadi asisten Helen mengambil pakaian yang dibawa oleh Rika dan Siren.
"Terima kasih." Ucap Kiki.
"Kalau begitu kami permisi dulu." Ucap Loren lalu dia Rika dan Shireen meninggalkan tempat itu bersamaan dengan wajah Chataline yang sedari tadi membeku di sana.
"Kak Chataline, sebaiknya kita kembali. Di sini sangat panas." Kata Zaidan saat melihat catalina masih berdiri dengan tubuh gemetar setelah dipermalukan oleh Loren.
Perempuan itu bukan hanya mempermalukannya dengan menggunakan jaket buatan JF, tetapi perempuan itu juga mengatakan bahwa Chataline yang sombong tidak layak menggunakan pakaian yang di desain oleh LC!!
"Perempuan itu...!!! Tunggu saja,,, aku akan membuatnya menyesal karena sudah menjebakku!!!" Geram Chataline sembari memikirkan Vionita yang telah mengatakan sesuatu omong kosong padanya.
Rika yang sudah pergi bersama Siren dan Loren pun tak bisa untuk tidak menoleh kebelakang melihat Chataline yang gemetar di tempatnya.
"Astaga, aku tidak percaya Loren benar-benar bisa mengalahkan perempuan itu!!! Kalau aku jadi dia aku akan menggali lubang ke tanah dan bersembunyi seperti tikus yang dikejar oleh para petani!!!" Kata Rika sembari melangkahkan kakinya merasa sangat puas dengan apa yang baru saja terjadi.
"Kau benar,, hari ini bukan hanya satu pakaian yang akan dikenakan oleh salah satu selebriti terkenal tetapi 10 pakaian kita semuanya akan dikenakan oleh Helen...!!!! Ini luar biasa..!!!" Siren bersorak dengan sangat senang, kalau pakaian mereka benar-benar dikenakan oleh Helen maka bisa dipastikan brand mereka akan cepat naik daun.
"Kau benar,,, meski Chataline tidak menggunakan pakaian kita tetapi Helen masih memiliki posisi yang sama dengan Chataline. Astaga,,, desainku yang beruntung...!!" Rika tak henti-hentinya tersenyum sampai pipinya menjadi kaku sebab dia terlalu senang.
Tetapi Loren yang berjalan didepan kedua perempuan itu, dia tampak lemas memegang jaket di tangannya.
'Christian tidak boleh tahu kalau aku sudah membuat pakaian ini menjadi sangat kotor. Pria itu pasti akan kecewa kalau mengetahuinya, nanti malam aku harus pulang lebih awal dan mencucinya!!' ucap Loren dalam hati sembari melangkahkan kakinya ke arah mobil mereka yang terparkir di pinggir jalan.
Begitu tiba di mobil, ketiga perempuan itu memasuki mobil dan Rika duduk di kursi kemudi.
"Kak Loren, Bagaimana kalau kita makan siang dulu sebelum kembali ke kantor? Ini sudah lewat jam makan siang juga." Ucap Rika yang ternyata sudah keroncongan karena menahan lapar sedari tadi pagi.
"Makan siang?!!" Loren baru teringat bahwa dia sudah berjanji pada Christian kalau mereka akan makan siang bersama.
__ADS_1
"Ada apa?!" Reka bertanya sembari memandangi Loren yang kini menggeledah tasnya untuk mencari ponselnya.
"Aku berjanji akan makan siang dengan seseorang." Ucap Loren menyalakan ponselnya dan melihat telepon dari Christian sudah berjumlah ah 50 kali.
"Astaga,,, Kak Loren ternyata memiliki seorang kekasih yang posesif. 50 panggilan tak terjawab!!" Ucap Siren yang berhasil mengintip layar ponsel Loren.
"Oohh,, pastilah dia orang spesial yang sudah memberikan jaket itu untuk Kak Loren, benar 'kan?!" Rika menggoda Loren.
"Eh?" Wajah Loren langsung merah padam dan segera menundukkan kepalanya karena merasa malu.
"Wahh, pasti akan menyimpan rahasia 'Tuanku' dengan baik." Ucap Siren.
"Tuanku? Apa maksudnya?" Tanya Rika yang kata mengerti.
"Kak Loren menulis nama kekasihnya dengan nama Tuanku," ucap Siren.
"Wahh,, benarkah??" Rika tersneyum ke arah Loren.
"Tolong jangan bahas lagi." Ucap Loren ketika dulu ya sudah sangat malu pada dua perempuan itu.
"Baiklah, baik.. kalau begitu kami akan mengantar Kak Loren bertemu dengan kekasih Kak Loren sebelum kami makan siang berdua. Bagaimana?" Tanya Rika
"Uh,, ya,, tolong antar aku mencari taksi saja." Jawab Loren.
"Ok!!" Rika dengan semangat mengendarai mobil.
Perlahan-lahan pandangannya terhadap Loren telah berubah, dalam hatinya kini dia mempercayai Loren bisa memimpin tim mereka untuk mencapai kejayaan yang menanti mereka di puncak.
Bagaimanapun, Apa yang dilakukan Loren hari ini membuat Siren dan mereka benar-benar berbalik mengagumi Loren ketimbang terus mencari kelemahan Loren.
@Interaksi
Iya, saya tahu kalau kamu terlalu sibuk nyinyir di kolom komentar 👀👀👀 dasar gak ada kerjaan!!!
__ADS_1