Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#179. Penilaian orang buta


__ADS_3

Acara Fashion week Los Angeles.


Saat itu Adriana berdiri bersama seorang model yang mengenakan pakaian yang didesain oleh Loren.


Dia sudah menjelaskan desainer yang merancang pakaian yang ia bawa bersama beberapa koleksinya yang lain.


Tetapi tiba-tiba sebuah pertanyaan mengejutkan Adriana hingga perempuan itu mengerutkan kening nya.


"Apa maksud Anda? Bisa tolong katakan lagi?" Tanya Adriana pada seorang reporter yang sedang mewawancarai nya.


"Ya, designer Loren yang Anda maksud, Apakah dia adalah orang yang sama dari LC yang dituding melakukan plagiat pada karya salah satu desainer dari IDN?" Sang wartawan mengulangi pertanyaannya.


"Ya, designer yang dimaksud adalah Loren dari LC, tetapi apa katamu tadi? Plagiat?" Tanya Adriana kembali memastikan sebab Dia benar-benar tidak tahu menahu tentang apa yang terjadi di negaranya.


Sepanjang minggu ini dia terlalu fokus pada persiapan Fashion week Los Angeles jadi tidak sedikitpun dia mendengar berita-berita yang tidak penting menurutnya.


"Ya, silahakn lihat berita ini," sang wartawan menyerahkan ponselnya pada Adriana di mana layar ponsel pria tersebut memperlihatkan berita mengenai Loren yang melakukan plagiat pada karya Vionita dari idn.


Terus melakukan scroll ke bawah, Adriana kemudian melihat perbandingan desain yang dijiplak dengan yang di tuding menjiplak.


Adriana memperhatikannya selama beberapa menit sebelum menoleh pada wartawan yang bertanya.


"Berita macam apa ini?? Di mana kau melihat kedua desain ini memiliki kemiripan yang masuk dalam kategori plagiat?" Tanya Adriana pada sang reporter membuat reporter itu merasa bingung untuk menjawab.


"Itu,, Bukankah mereka terlihat mirip?" Kata Sang reporter mengacu pada dua desain yang diperlihatkan Adriana padanya.


"Apa kau bilang? Bagaimana bisa hal seperti ini dikatakan plagiat? Berita murahan begini, aku ingin tahu siapa yang menyebarkannya pertama kali, sangat memalukan!!" Gerutu Adriana kembali melihat layar ponsel itu lalu ia mengembalikannya pada sang reporter.


"Jadi maksud Nona Adriana bahwa kedua desain itu tidaklah mirip dan tidak masuk dalam kategori plagiat?" Tanya Sang reporter.


"Hanya yang buta yang mengatakan bahwa desain itu bisa dikatan plagiat, apakah kau buta?" Tanya Adriana pada Sang reporter membuat reporter itu mengerjapkan matanya melihat banyak orang yang memperhatikannya.


Dia disana untuk menanyai Adriana, tetapi malah dialah yang ditanya oleh Adriana.


Siapa sebenarnya yang berada di posisi reporter?


Melihat reporter di depannya kini tak mampu berkata apapun lagi, Adriani kemudian memberi kode pada staf yang bertugas lalu beberapa staf menuntun Adriana meninggalkan panggung.


Dia sudah malas meneladani para wartawan itu sebab satu hal saja sudah membuatnya sangat kesal setengah mati.


"Kak Adriana, kau baik-baik saja?" Gita yang merupakan asisten Adriana langsung bertanya pada Adriana saat melihat wajah perempuan itu tampak kesal meninggalkan panggung wawancara.


"Kenapa kau tidak memberitahuku tentang skandal yang menimpa Loren?" Langsung tanya Adriana pada Gita sembari melangkahkan kakinya ke ruang istirahat.

__ADS_1


"Maaf Kak, aku pikir itu akan mempengaruhi penampilan Kak Adriana pada hari ini jadi aku menyembunyikannya." Ucap Gita menyesal.


"Tunjukkan padaku apa yang terjadi," kata Adriana.


Pantas aaja kemarin Christian menghubunginya dan menyuruhnya untuk melakukan wawancara terakhir bersama dengan model yang menggunakan pakaian desain Loren, ternyata pria itu memiliki maksud dan tujuan tersembunyi!


"Ini rinciannya," Kata Gita menyerahkan sebuah berkas pada Adriana tentang penelusuran nya di internet.


"Berita begini,, siapa yang menyebar nya?" Tanya Adriana sembari mengerutkan keningnya.


"Itu, sebuah akun bernama Hirana di komunitas penggemar Nona Vionita, setelah itu banyak dari penggemar Vionita yang mulai menyebarkan berita tersebut hingga menyerang website LC." Jawab Gita.


"Begitu ya,, berikan ponselku," kata Adriana melemparkan berkas di tangannya ke lantai.


Dia sudah memperhatikan desain yang dibilang mirip, sama sekali tidak Ada kemiripan yang bisa dikatakan sebagai tindakan plagiat.


Dasar orang-orang bodoh!!


"Ini Kak," Kata Gita menyerahkan sebuah ponsel pada Adriana.


Adriana mengambil ponsel itu lalu membuat sebuah postingan di akunnya lalu menge-tag akun milik Loren.


Gita merasa bingung kenapa Adriana menolong desainer kecil?


"Dia adalah calon desainer besar, lagipula kalau namanya tercoreng maka acara pergelaran ku hari ini juga akan di klaim buruk." Ucap Adriana menekan tombol kirim pada layar ponselnya lalu mengembalikan ponselnya pada Gita.


"Aku ingin istirahat, kalau ada orang yang menelpon jangan menggangguku kecuali orang itu adalah Tuan Christian." Ucap Adriana.


"Baik Kak," jawab Gita.


Segera setelah postingan Adriana, media sosial langsung gempar!


Tak terkecuali di ruang desain di mana Gio dan Loren hanya sendirian di sana.


"Kak Loren, Apa kau sudah melihat postingan ini?" Tanya Gio memperlihatkan postingan Adriana pada Loren.


"Apa itu?" Loren yang belum tahu apa-apa mengambil ponsel Gio dan memperhatikan postingan Adriana.


Dua desain yang dibandingkan bersama lalu pendapat Adriana di bawahnya jelas menyangkal bahwa kedua desain itu dikatakan sebagai plagiat.


"Baca komentarnya," ucap Gio membantu Loren melakukan scroll pada ponsel yang dipegang oleh Loren. .


Hal itu membuat tangan mereka bersentuhan hingga Loren dengan cepat menghindar dari Gio.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Gio dengan tangan menggantung di udara.


"Uh,, bukan,, aku bisa melakukannya sendiri." Ucap Loren tersenyum kikuk, dia begitu takut kalau tiba-tiba Christian muncul di sana Lalu melihat mereka bersentuhan.


Tangan berbakat milik Gio mungkin akan dipotong oleh pria itu hingga dia akan kehilangan satu desainer berbakat di sisinya.


"Ahh,, maaf Kak," ucap Gio kembali duduk di kursinya sembari tertunduk menggigit bibir bawahnya.


Loren merasa bersalah melihat Gio yang kini terlihat malu, tetapi dia tidak bisa mengatakan apapun pada pria itu, jadi Loren kembali membaca komentar komentar di internet.


"Astaga,, semua orang langsung ribut. Penggemar Kak Adriana dan Vionita bertengkar." Ucap Loren.


"Tapi jelas penggemar Vionita akan kalah telak, Kak Adriana adalah desainer senior yang memiliki popularitas di berbagai negara, jadi sulit untuk dibandingkan dengan Vionita." Ucap Gio dengan suara rendah tanpa berani mengangkat wajahnya.


"Semoga saja begitu, tapi mengapa Kak Adriana tiba-tiba membuat postingan seperti ini?" Ucap Loren yang merasa heran dengan postingan Adriana yang sangat tiba-tiba.


'Mungkinkah Christian kembali melakukan sesuatu?' pikir Loren dalam hati.


"Kak Loren belum melihat video fashion show dan wawancara Kak Adriana?" Tanya Gio ini mengangkat wajahnya.


"Eh? Adakah?" Loren bertanya.


"Biar ku perlihatkan padamu," ucap Gio mengulurkan tangannya meminta ponsel miliknya.


Loren dengan hati-hati meletakkan ponsel milik Gio di tangan pria itu lalu menunggu beberapa detik lalu mengambil kembali ponsel Gio.


Loren memutar video wawancara Adriana dan terkejut mendengar Bagaimana Adriana menyebut wartawan yang mewawancarainya adalah orang buta.


Bahkan, model yang berdiri di samping Adriana adalah model yang menggunakan pakaian rancangan Loren.


"Wah,, Kak Adriana benar-benar hebat,," pujinya.


Seandainya dia yang berada di posisi Adriana, maka dia tidak mungkin berani berdebat dengan seorang wartawan senior.


Tapi ini,,,, Loren tercengang di tempatnya.


"Kak Loren juga hebat, pakaian yang Kak Loren desain Itu sangat menakjubkan." Kata Gio.


@Info


Interaksi di kosongkan sementara, otor blm sempat baca nyinyiran kalian,,,


__ADS_1


__ADS_2