
Marissa sedang dibantu oleh Regina untuk sarapan bubur tawar ketika Loren dan Christian memasuki ruang rawat Marissa.
Marisa dan Regina serentak menoleh ke arah pintu yang terbuka lalu keduanya terkejut melihat Christian datang menggandeng tangan Loren.
Regina yang memegang bubur hampir saja menumpahkan bubur itu karena dia sangat terkejut.
Seorang gelandang yang dulunya sangat jelek berhasil bersentuhan dengan seorang Christian!
"Selamat pagi Kak Marisa," dengan wajah gugup dan merah padamnya Loren berusaha berbicara dengan normal meski suaranya masih terdengar gemetaran.
Bagaimanapun, dia sudah merasakan bagaimana orang-orang memandanginya ketika Christian dengan mantap menggenggam tangannya sepanjang perjalanan dari mansion ke ruang medis ini.
"Selamat pagi, masuklah." Kata Marisa setelah beberapa detik merasa kebingungan.
Apa yang ia lihat hari ini jauh dari perkiraan nya!
Dia pikir setidaknya Loren membutuhkan waktu yang lebih lama untuk meluluhkan Christian, tapi ternyata,,,,... Ini sangat bagus!
Perempuan itu bahkan berhasil mengajak Christian mengunjunginya!!!
"Kalau begitu, saya permisi dulu." Regina tidak ingin mengganggu ketiga orang itu, dia tahu status dan posisinya, jadi dia benar-benar tidak layak untuk bersama dengan mereka.
"Biar aku yang membantu Kak Marisa," kata Loren mengulurkan tangannya untuk mengambil bubur di tangan Regina.
__ADS_1
"Oh, baiklah." Ucap Regina menyerahkan mangkok bubur ke tangan Loren lalu perempuan itu segera melesat keluar dari ruangan.
Baru saja dia menutup pintu di belakangnya ketika dia dikejutkan oleh seorang yang duduk di atas kursi roda.
"Tuan," katanya berusaha mengatur nafasnya.
"Ada apa?" Tanya Andreas.
"Di dalam ada Tuan Christian dan Nona Loren." Jawab Regina.
Andreas tidak mengatakan apapun, pria itu terdiam sesaat sebelum membuka pintu dan berjalan masuk mendapati Loren sedang menyuapi Marisa sementara Christian duduk di sofa dengan gayanya yang khas.
Namun, pria itu hampir tersedak air liurnya saat melihat Christian menggunakan baju kaos berwarna putih dan celana pendek yang sangat tidak sesuai dengan gaya Christian yang selalu ia lihat ketika dia menjadi asisten pria itu.
Christian yang ia lihat pada satu bulan yang lalu adalah Christian yang penuh ketegangan dan selalu menggunakan pakaian yang memperlihatkan dirinya yang angkuh dan sulit tergapai.
Tapi sekarang, pria itu terlihat lebih santai, lebih nyaman melihat Christian yang ini dibanding Christian yang lalu!
Apa yang sudah mempengaruhi pria itu?
Lebih tepatnya, hal luar biasa apa yang sudah terjadi selama dia dirawat karena sakit?!
"Jadi kau Loren, Aku sudah mendengar banyak ceritamu dari Regina. Aku sangat senang karena kau bisa bertahan dir umah ini." Ucap Marisa.
__ADS_1
"Saya bisa di sini karena Kak Marissa, Terima kasih waktu itu telah menolong saya. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi kalau saja saat itu saya tidak dipertemukan dengan Kak Marisa." Ucap Loren kini menarik perhatian Andreas.
'Perempuan itu,, mungkinkah dia?' Andreas menatap Loren bergantian menatap Christian dan menyadari bahwa tatapan Cristian terkunci pada Loren.
'Jangan-jangan karena dia?' Andreas memajukan kursinya mendekati Christian.
"Tuan," ucapnya.
"Mulai besok kau kembali bekerja." Ucap Christian mengejutkan Andreas.
Dia pikir Christian tidak akan memberinya kesempatan kedua karena dia sudah menghianati pria itu dengan memilih menyelamatkan Marisa ketimbang mengikuti perintah Christian.
Tapi ternyata....
"Terima kasih Tuan." Ucap Andreas lalu dia tidak berani berkata apapun lagi, dia hanya memperhatikan bagaimana Christian terus menatap Loren.
'Kalau Tuan Christian benar-benar berubah karena perempuan ini maka sudah dipastikan perempuan ini adalah calon Nyonya Balthasar.' pikir Andreas.
@Interaksi
Bonusnya belum cair. Nunggu akhir bulan dulu 😂😂
__ADS_1