Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#287. Kebangkrutan keluarga Bimantara


__ADS_3

Christian menundukkan kepalanya, "Jangan khawatir," katanya mengelus rambut Loren.


Mendengar ucapan Christian, Loren hanya bisa pasrah lalu perempuan itu melihat ke arah Radit, "Sebaiknya Tuan Radit minta maaf saja." Katanya.


"Apa?! Ha ha ha... Aku tak percaya perempuan secantikmu bisa membela pria tak berguna seperti dia. Tapi sudahlah,, setelah aku menyingkirkannya, aku akan membuatmu menjadi milikku!!!" Ucap Radit sambil tertawa..


Hal itu membuat Loren menjadi sangat marah dan merasa jijik pada pria di depannya, dia berusaha memberi kesempatan pada pria itu agar terhindar dari kemalangan, tapi pria itu tidak menghargainya dan malah menghina kekasihnya maka Loren tidak memperdulikannya lagi.


Vionita yang berdiri di samping Radit melihat jam tangannya lalu berkata, "waktunya tersisa 5 detik lagi." Katanya.


Saat itu, Christian menampakan senyum mematikannya lalu pria itu merogoh kantongnya mengeluarkan ponselnya.


Radit tampak terpaku saat melihat ekspresi Cristian. Bagaimana bisa orang-orang rendahan seperti pria di depannya ini memiliki pembawaan seperti itu?


Christian menekan beberapa tombol lalu mengarahkan ponselnya ke telinganya, Christian kemudian berkata, "Dalam 2 detik Aku ingin grup di Bimantara dibangkrutkan! Sementara Radit Bimantara, biarkan mata dan tangan kanannya menjadi makanan lalat dari tempat sampah!" Ucap Christian lalu menutup panggilan itu.


Semua orang yang mendengarkan hal itu hanya bisa tercengang dengan akting Christian yang tampak sangat nyata.

__ADS_1


Bahkan Radit berkata, "Ha ha ha... 2 detik? Kau benar-benar pembual!!!" Ucap Radit tertawa mengejek.


"Waktunya habis," ucap Vionita.


Begitu Vionita selesai berbicara, Radit langsung mengeluarkan ponselnya untuk menelpon seseorang.


"Biar ku perlihatkan padamu bagaimana panggilan seorang bos yang sebenarnya." Ucap Radit.


"Datang ke kediaman Sinaga, bawa beberapa orang untuk memberi hukuman pada seorang pria sampah!!" Katanya.


"Baik Tuan," jawab pria dari seberang telepon lalu Radit menutup telepon itu sembari memandang jijik pada Christian.


Baru saja pria itu selesai berbicara ketika ponselnya tiba-tiba berdering memperlihatkan panggilan dari ayahnya.


"Halo Ayah?" Jawab Pria itu.


"Dimana kau? Apa yang kau lakukan?!!" Teriak seorang pria dari seberang telepon.

__ADS_1


"Ada apa ayah? Aku hanya berada di kediaman keluarga Sinaga, memangnya ada apa?" Tanya Radit.


Baru saja pria dari seberang telepon hendak menjawab ketika salah seorang di ruangan itu berseru, "Oh Astaga,, berita mengenai kebangkrutan grup Bimantara baru saja rilis!!!"


Radit yang sedang memegang ponselnya kini tercengang mendengar orang yang baru saja berbicara.


Lalu dari ponselnya terdengar, "Apakah baru-baru ini kau menyinggung seseorang?! Perusahaan kita sudah di bangkrutkan dan orang yang membangkrutkan kita mengaku bahwa kau sudah menyinggung Tuannya!!"


"A,, ayah? Apa maksudmu?!! Kapan aku menyinggung seseorang?" Radit bertanya dengan raut wajah tak percaya karena selama beberapa waktu terakhir dia tidak pernah menyinggung seseorang.


Tapi ucapan seseorang yang melihat mereka tiba-tiba mengagetkannya, "Apakah orang yang ia singgung adalah pria ini? Kalian ingat Bukan dia bilang dalam 2 detik perusahaan akan bangkrut itu sama dengan waktu yang ada di artikel ini. Hanya saja artikelnya rilis beberapa detik lebih lambat."


Radit menggenggam lemas ponselnya lalu melihat pada Christian yang tampak tenang membelai rambut Loren.


Pria itu sama sekali tidak terpengaruh dengan situasi yang terjadi dan dia lebih fokus pada kekasihnya yang ada dirangkulan nya.


Tetapi Vionita yang berdiri di samping Radit langsung berkata, "Apa yang kau bicarakan?! Mana mungkin pria ini yang membangkrutkan keluarga Bimantara? Dia ini hanya pria sampah yang dipungut sepupuku di luar negeri, jadi dia tidak akan punya kekuasaan untuk melakukan hal seperti itu!!!"

__ADS_1


Semua orang mendengarkannya dan mengangguk-angguk, mana mungkin seorang pria dengan pakaian kumuh bisa membangkrutkan keluarga Bimantara?


"Benar, ini pasti hanya kebetulan saja, pastilah Tuan Muda Bimantara ini telah menyinggung seseorang yang besar selama beberapa waktu terakhir." Bisik-bisik orang di sekitar mereka.


__ADS_2