Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 40. Rencana Melani


__ADS_3

Loren masih terenga-engah di dalam pelukan suaminya saat Christian tiba-tiba menyodorkan sesuatu untuk.


"Apa ini?" Loren bertanya sembari mengatur nafasnya dengan tangannya yang lemah memegang undangan yang diberikan oleh Christian.


"Ini undangan untukmu dari penyelenggara agensi CB." Ucap Christian.


Loren melihat undangan itu selama beberapa detik lalu dia kemudian memperbaiki posisi tidurnya dengan membelakangi Christian sembari membuka undangan tersebut.


"Kenapa mereka mengundangku?" Ucap Loren yang merasa aneh bahwa dirinya tidak ada hubungannya dengan agensi itu selain dia menjadi desainer untuk beberapa model mereka. Tapi mengapa dia di undang?


Christian mengeratkan pelukannya pada Loren, "Jadi kau belum tahu kalau kau menempati posisi pertama sebagai model terbaik dari agensi ku?" Tanya Christian.


"A,, apa?!" Loren mengerutkan keningnya sembari berbalik menatap suaminya.


"Bagaimana kau tahu? Bukankah beberapa hari yang lalu,," Loren menghentikan kata-katanya saat beberapa hari yang lalu dia melihat namanya sudah naik ke peringkat 2 dengan selisih voting antara dia dan Chataline sangatlah rendah.


Tetapi ketika dia kembali mengeceknya, ternyata hasil voting telah disembunyikan demi membuat orang-orang penasaran akan hasil akhir dari voting, tersebut dan juga semakin menarik orang-orang untuk mendukung idola mereka.


"Agensi itu adalah milikku. Jadi bagaimana mungkin aku tidak tahu?" Christian mendaratkan ciuman di bibir Loren.


Beberapa saat Loren tercengang di tempatnya, 'Astaga, jangan sampai hal ini membuat Chataline semakin membenciku.' Ucap Loren dalam hati.

__ADS_1


Loren merasa takut, sebab dia sudah cukup nyaman karena bisa berteman dengan orang yang dulu menjadi musuhnya.


"Aku akan datang memberimu dukungan di hari penghargaan itu. Bagaimana kalau kita berdansa bersama?" Tanya Christian.


"Eh?" Loren langsung melototkan matanya menatap suaminya.


Pria itulah yang memiliki niat untuk menyembunyikan pernikahan mereka, tapi sekarang dia sendiri yang ingin memperlihatkan hubungan mereka dengan berdansa bersama?


"Aku akan mengaturnya," ucap Christian tersenyum karena dia langsung tahu jalan pikiran istrinya.


"Oh,, hm," Loren hanya mengangguk pasrah sembari melemparkan undangan di tangannya dan beralih memeluk suaminya.


Sementara itu, di sebuah apartemen, Chataline baru saja bermain bersama seorang pria yang dibawa pamannya ke apartemennya.


'Menjijikkan!!' Chataline menggertakan giginya sembari berusaha menahan harga dirinya yang terinjak-injak meninggalkan dua orang itu.


Perempuan itu lalu pergi ke dapur mengambil sebotol air putih lalu menembusnya sampai habis.


Chataline masih duduk di kursi sembari meletakkan kedua tangannya di atas meja, ketika perempuan yang baru saja bermain bersamanya tiba-tiba menghampirinya.


"Aku tidak menyangka bisa bertemu model terkenal sepertimu." Ucap perempuan bernama Melani sembari mengambil segelas air mineral dari kulkas lalu duduk di depan Chataline sembari meneguk minumannya.

__ADS_1


Cataline tidak menanggapi ucapan perempuan itu, karena dia sudah cukup kesal sebab perempuan itu bukanlah perempuan yang sebanding dengannya untuk bisa menghinanya.


"Hah,, Sepertinya kau benar-benar orang yang sombong. Padahal tadi kita sudah bermain bersama dan bahkan polos bersama-sama." Ucap Melani menatap perempuan cantik di depannya.


"Jaga bicaramu di hadapanku, kau bukan orang yang layak untuk berbicara denganku!!" Kesal Chataline pada perempuan yang terlalu lancang di depannya.


Melani menghela nafas, 'Cih!! Dia hanya wanita pemanjat ranjang yang sama denganku, tapi begitu sombong!'


"Ah,, baiklah. Sepertinya kau tidak keberatan kalau foto yang ku ambil tadi Aku posting ke halaman dewasa." Ucap Melanie membuat Chataline langsung menatap perempuan itu dengan tajam.


"Coba saja kalau kau berani melakukannya, Aku pastikan saat itu juga kau akan kehilangan wajahmu yang cantik itu." Ucap Chataline.


"He he... Aku hanya bercanda saja, mana mungkin aku berani melakukannya. Aku hanya sedikit terkejut kalau para model di agensi terkenal ternyata memanjat ranjang untuk mencapai posisi mereka. Bagaimana kalau kau membantuku untuk masuk ke sana supaya--"


"Tutup mulutmu! Kalau kau berani mengatakan sepatah kata lagi, aku pastikan kau tidak akan bisa meninggalkan apartemenku!!!" Kesal Chataline sembari meninggalkan perempuan yang terdiam di kursinya.


"Heh! Dasar model murahan yang sombong. Lihat saja nanti, aku pasti bisa memanfaatkannya supaya dia membantuku mendapatkan popularitas." Pikir Melani yang jelaskan bahwa meskipun dia dan Chataline bermain bersama untuk melayani seorang pria, tetapi bayaran untuk mereka berdua sangat jauh berbeda.


'Jika aku bisa masuk ke agensi dan menjadi artis, maka bayaran untukku juga akan sangat besar. Dengan begitu, aku bisa melakukan apapun yang kuinginkan karena uang yang ada di tanganku.' pikir Melani merasa sangat senang.


@Interaksi

__ADS_1



Maaf ya. kemarin otor jalan2 ke matahari, tapi lupa jalan pulang, makanya gak bisa update, soalnya di sana gak ada ada Wi-Fi 🤭


__ADS_2