
Begitu helikopter mendarat di kediaman Christian, Loren sudah tepar dengan wajah polos perempuan itu bersandar di dada Christian.
Gerson menatap dua orang tersebut lalu pria itu menghela napas melihat kelakuan sepupunya yang begitu manja.
Dia tidak tega membangunkan Loren, jadi pria itu hanya mengulurkan tangannya memukul pelan lengan Christian.
"Kakak Ipar, kita sudah sampai," bisik gerson yang takut bila suaranya terlalu keras hingga membuat Loren terbangun.
Christian yang merasakan gangguan langsung mengerpjakan matanya dan menyadari bahwa helikopter telah mendarat.
Pria itu juga melihat Gerson yang sedang menatap ke arahnya.
"Sepupu sedang tidur dengan lelap, jadi aku takut membangunkan nya." Ucap Gerson menatap Loren yang masih terlelap dipelukan Christian, "aku,, duluan," lagi kata Gerson yang tak mau mengganggu dua orang itu lalu melompat dari helikopter.
Christian menatap kepergian Gerson dan dia cukup puas dengan kepekaan pria tersebut, tetapi pria itu belum mau turun dari helikopter sebab baling-baling helikopter belum berhenti berputar, jadi angin yang kencang bisa membangunkan istrinya.
__ADS_1
Dari itu, Christian menatap kearah sang pilot, lalu memerintahkan pria itu mematikan mesin helikopter sebelum memperbaiki posisi Loren, lalu turun dari helikopter.
"Mmm,,," Loren meleguh panjang merasakan angin yang masih berhembus di lapangan terbuka tempat helikopter mendarat.
"Tidurlah," bisik Christian di dekat telinga Loren.
"Hmm,,," suara Loren yang damai di gendongan Christian membuat pria itu merasa begitu hangat.
Dia dengan cepat membawa Loren ke kamar mereka lalu membaringkan perempuan itu dengan lembut.
"Tuan," ucap Ransi menyerahkan sebuah i-pad ke tangan Christian.
Selama beberapa detik, Christian menatap ipad tersebut sebelum melangkah kan kakinya ke ruang kerjanya, lalu membaca satu persatu artikel yang baru saja diterbitkan di malam hari itu.
Selama beberapa menit, pria itu tampak diam membaca artikel yang diterbitkan lalu melepaskan ipad di tangannya.
__ADS_1
"Bagaimana persiapan konferensi pers untuk besok?" Tanya christian menatap Ransi yang setia berdiri di hadapannya, dalam posisi tegak.
Ransi mengangguk, "Semuanya sudah sesuai dengan perintah Tuan. Tetapi saya khawatir bahwa Abimanyu tidak akan membiarkan konferensi pers berjalan dengan lancar.
"Apalagi dampak dari keributan yang terjadi malam hari ini sampai membuat perusahaan luar negeri mengalami penurunan saham sampai lima poin." Ucap Ransi yang merasa khawatir apabila Abimanyu merencanakan sesuatu yang buruk.
"Perketat keamanan dan mulai malam ini tempatkan beberapa orang untuk mengawasi gerak-gerik pria itu. Juga, sebelum acara dimulai, aku ingin kau membuat keributan di luar negeri." Ucap Christian yang merasa bahwa dia perlu membuat sesuatu yang akan mengalihkan perhatian Abimanyu.
Dan jika terjadi sesuatu pada perusahaan luar negeri, maka pria itu akan sibuk mengurusi nya, pikirannya akan terbelah.
"Baik Tuan, saya mengerti." Ucap Ransi.
"Selain itu, aku ingin perusahaan Abimanyu yang dalamnegeri sepenuhnya dihancurkan. Tidak boleh ada alasan pria itu berada di negeri ini lagi," kata Christian yang merasa bahwa dirinya sudah cukup memberikan kelonggaran pada pria itu.
Ransi mengerti dengan apa yang diperintahkan oleh Christian, tetapi pria itu masih melihat sebuah kejanggalan, jadi dia langsung berkata, "lalu bagaimana dengan keluarga Nona Kinkan yang--"
__ADS_1
"Mereka juga, buat mereka membatalkan pernikahannya." Perintah Christian langsung diangguki oleh Ransi.