Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#193. Barang mahal di apartemen Loren


__ADS_3

Loren mendorong pintu apartemen nya dan dengan jantung berdegup kencang melihat ruangan yang ada di hadapannya.


"Sialahkan masuk," kata Loren akhirnya bernafas lega saat mereka disambut oleh ruangan kosong.


"Wah,, apartemen Kak Loren sangat menyenangkan. Pemilihan warna catnya sangat tepat dan dekorasinya terlihat lembut," ucap Siren langsung mengeliling kan pandangannya di seluruh ruangan tersebut.


"Kak Loren, dimana toiletnya?" Tanya Mia yang sudah menahan rasa sakit perutnya.


"Oh,, di sana,," Loren langsung pergi mengantar Mia ke arah toilet, sementara 4 perempuan lainnya melihat-lihat di ruang tamu milik Loren.


"Eh,, sepatu siapa ini??" Tiba-tiba tatapan Mentari tertuju pada beberapa pasang sepatu pria yang diletakkan di lemari sepatu.


"Eh,, ya,, apakah ini sepatu milik Tuanku?" Siren memperhatikan sepatu itu.


Dari ukurannya bisa dipastikan orang yang memiliki tubuh yang tinggi besar.


"Tapi sepatu ini,, Mengapa aku tidak bisa mengetahui brand mana yang mengeluarkannya?" Tiba-tiba kata Mentari sembari mengambil salah satu sepatu dari lemari kaca dan melihat seluruh bagian sepatu itu.


"Ya,, sepatu ini terlihat mahal, tetapi--"

__ADS_1


"Apa yang kalian bicarakan?" Tiba-tiba tanya Loren yang muncul dari belakang mereka. .


Empat perempuan itu langsung berbalik melihat Loren dengan Mentari yang memperlihatkan sepatu Christian pada Loren.


Segera, jantung Loren serasa ingin lepas dari tempatnya.


Benar, meski Christian bersembunyi dengan baik, tetapi barang-barang Christian masih tetap berada di beberapa sudut ruangan apartemen nya!!


"Hei,, Jangan membuat Kak Loren malu dengan mempertanyakan sepatu milik kekasihnya." Kata Siren langsung merebut sepatu dari tangan Mentari saat melihat wajah Loren yang tampak tidak baik dipandang saat melihat Mentari memegang sepatu pria miliknya.


"Ah,, iya,," Mentari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Baik Kak Loren," ucap Siren berjalan ke arah sofa diikuti dua perempuan lainnya, sementara Mentari, dia langsung mengikuti Loren yang berjalan kearah dapur.


"Aku akan membantu Kak Loren," ucap Mentari.


"Ah,, iya," ucap Loren tersenyum sembari memperhatikan dapurnya.


'Semoga tidak ada barang lain lagi yang bisa menunjukkan identitas Christian,' pikir Loren.

__ADS_1


"Wah,, sepertinya orang yang bernama tuanku itu sangat sering datang kemari. Piring ini berpasangan, gelas ini berpasangan,, hmm, semuanya berpasangan." Ucap Mentari mengomentari lemari piring milik Loren.


"Ah,, iya,," jawab Loren dengan kikuk.


'Tidak masalah jika mereka mengetahui bahwa Christian sering datang kemari tapi yang berbahaya jika mereka bisa menebak bahwa barang-barang itu adalah barang-barang mahal yang tak bisa sembarang di sentuh!' pikir Loren dengan cemas.


Christian tidak suka jika orang asing menyentuh barangnya dengan sembarangan.


Kekawatiran Loren langsung menghilang ketika Mentari segera menutup lemari tersebut lalu berbalik melihat Loren "Dimana gelasnya? Biar aku membantu menyiapkannya." Kata Mentari.


"Oh, di lemari paling atas," jawab Loren.


Meski di apartemennya diisi oleh barang-barang yang sudah sesuai standar dengan penyamaran Loren, tetapi beberapa barang yang digunakan Christian tentulah dibuat secara khusus, pria itu tak suka menggunakan barang biasa.


"Eh,, Kak Loren,, bukankah ini cangkir dari Bernardaud? Mereka Prancis yang serba mahal itu?" Tiba-tiba Mentari berseru ketika melihat sebuah gelas yang terselip di antara gelas lainnya.


Loren langsung menoleh ke arah Mentari dan terkejut melihat gelas yang sering digunakan Christian saat menikmati kopi kini berada di tangan Mentari.


'Astaga,, pantas saja aku mencari-cari nya kemana-mana dan tidak menemukannya, ternyata aku tak sengaja menyelipkannya di sana!!' Loren merasa ingin menggali lubang untuk menghilangkan diri agar Mentari tidak menanyainya perihal gelas tersebut.

__ADS_1


__ADS_2