
"Uhuk... Uhuk.. uhuk..." Andreas yang sedang mengunjungi Marisa di ruang kesehatan terbatuk-batuk tanpa sebab.
"Kau bekerja terlalu keras lagi? Sangat tidak memperdulikan kesehatan!" Gerutu Marisa memandangi pria yang kini duduk di depannya.
"Bukan,, ini,,, sepertinya ada orang yang telah membicarakanku dengan tidak sopan." Gerutu Andreas mengambil sehelai tisu dan membersihkan bibirnya.
"Apa pun itu, kau harus lebih memperhatikan kesehatan mu. Sekarang kau bahkan kesulitan berjalan dengan kedua kaki mu sendiri, kalau kau terus bekerja dan tidak memperhatikan kesehatan mu maka kurang dari 1 tahun kau tidak akan bisa meninggalkan tempat tidur." Ceramah Marisa pada Andreas.
"Baiklah, aku sudah mengerti." Jawab Andreas menghela nafas.
"Oh ya, bagaimana perkembangan hubungan Christian dengan Loren? Sudah dua hari ini Loren tidak menemuiku, Sepertinya dia sangat sibuk akan sesuatu." Ucap Marisa memperhatikan Andreas.
"Hah,,, Tuan Christian menjadi lebih mengerikan saat dia mengenal Loren." Gerutu Andreas ketika dia mengingat Bagaimana pertemuannya dengan Christian dan Loren di depan pintu kamar Loren.
Pria itu memancarkan aura cemburu yang berlebihan, padahal,,, mana mungkin dia berani merebut Loren?! Dia juga sudah memiliki perempuan yang ia cintai!!
__ADS_1
"Mengerikan bagaimana? Bukankah
Dia terlihat lebih santai dan--"
"Jangan katakan itu!! Segala sesuatu yang ia lakukan adalah untuk Loren, dia bahkan menyuruhku merayu Cathaline demi menyenangkan hati Loren." Gerutu Andreas memijat keningnya.
"Chataline? Kenapa kau harus merayu Chataline untuk menyenangkan Loren?" Tanya Marisa yang tak mengerti.
"Aku akan gila! Pria itu berkasih keras supaya aku berhasil membujuk Chataline agar mau menggunakan pakaian yang di desain oleh Loren. Kau tahu bagaimana Chataline itu?! Sifatnya yang sombong angkuh dan menyebalkannya hampir setara dengan Tuan Christian!!" Gerutu Andreas yang kepalanya hampir meledak setiap kali memikirkan permintaan pria itu.
"Jadi begitu, Christian sudah benar-benar jatuh cinta pada Loren, dia bahkan melakukan apapun untuk menyenangkan hati perempuan itu. Tapi jika suatu saat Loren mengetahui apa yang ia dapatkan hari ini bukan semata-mata dari kemampuannya sendiri,,,"
Dia pikir dengan menjadi seorang CEO dari perusahaan yang terpisah dari perusahaan Christian maka dia akan memiliki pekerjaan yang lebih ringan. Tapi ternyata...... Ini jauh lebih buruk...!!
Dia benar-benar terjebak dalam kebucinan Christian dan Loren...!!
__ADS_1
"Kau mau membicarakan itu pada Loren?! Lakukanlah itu kalau kau ingin mati! Loren terlihat sebagai perempuan yang sangat lugu dan polos dia pasti akan menceritakannya pada Christian. Saat itu terjadi, kepalamu akan berakhir di kandang buaya." Ucap Marisa yang merasa konyol dengan ide Andreas.
"Bukan begitu, justru karena Loren terlihat lugu dan polos maka perempuan itu mudah dipengaruhi. Aku hanya perlu memberitahunya supaya tidak mengatakannya pada Tuan Christian, lalu mengajarinya mengatakan sesuatu yang lain. Hanya saja,, sekarang kesempatan itu sudah lenyap." Gerutu Andreas.
Demi memenuhi permintaan Christian, dia sudah melakukan hal yang merendahkan martabatnya.
Seorang Andreas menjadi asisten sehari Chataline demi membujuk perempuan itu agar mau menggunakan pakaian yang di desain Loren!
Setiap kali dia mengingat bagaimana dia membawakan barang-barang Chataline, Andreas merasa ingin menggigit lidahnya sampai putus agar tak perlu lagi hidup setelah penghinaan besar itu..!!!
Ini semua berkat bucinnya Tuan Christian!!!
@Interaksi
__ADS_1
Gak tahu?? ya iyalah, kan otakmu pendek... wahahhahaahha.....✌️✌️canda