Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#252. Pemecatan


__ADS_3

Mengambil kartu identitas dari Loren, sang resepsionis memperhatikannya dengan baik-baik.


Segera tangannya gemetar lalu dengan wajah yang pucat ia mengembalikannya pada Loren.


Dia baru saja menghina seorang Christian Balthasar!!!


"Silakan tunggu sebentar, manager kami akan mengantar kalian secara pribadi ke kamar." Kata resepsionis itu pada Christian dan Loren.


Dengan cepat sang resepsionis mengambil ponselnya lalu menelepon manager hotel, "Tuan,, Tuan Christian Balthasar sudah tiba." Katanya pada orang di seberang telepon lalu menutup telepon tersebut.


"Berikan kunci kamarnya!" Tiba-tiba suara Cristian yang terdengar mendesak membuat resepsionis itu terkejut.


"Tapi tu--"


"Berikan!!" Lagi sentaknya lalu sang resepsionis dengan gemetaran memberikan kunci kamar pada Christian.


Setelahnya, Christian menarik Loren lalu mereka memasuki lift.


Sang resepsionis berdiri diam di tempatnya, "Astaga,, ini akan menjadi masalah yang besar." Ucapnya ketakutan.


Hotel mereka sudah merencanakan untuk menyambut Christian Bhaltazar yang diperkirakan tiba nanti sore, tapi ternyata pria itu tiba lebih awal dan sekarang mereka tidak punya persiapan apapun.


Begitu manajer tiba, dia langsung melihat sekeliling dan terkejut mendapati keheningan di tempat itu.

__ADS_1


"Di mana rombongan Tuan Christian Bhaltazar?!" Tanyanya dengan nafas tersengal.


"Itu,, Tuan Christian tidak datang bersama rombongannya, dia hanya datang bersama seorang perempuan yang sepertinya pelayannya. Mereka sudah memasuki lift sejak 2 menit yang lalu." Kata Sang resepsionis mengingat Loren memanggil Christian dengan kata Tuan.


Manajer tersebut sangat terkejut, "Apa?!! Tidak datang bersama rombongannya?!"


"Ya," kembali ucap Sang resepsionis.


"Baiklah,," manajer berbalik untuk pergi meminta maaf pada Christian Balthasar saat ponselnya tiba-tiba berdering.


Pria itu menghentikan langkahnya lalu mengambil ponselnya dan melihat panggilan telepon dari Ransi.


Segera, wajah pria itu memuja lalu dengan tangan gemetar menekan tombol terima.


"Tu,, tuan," katanya pada orang di seberang telpon.


Tut Tut Tut...


Sang manajer berdiri dalam keadaan gemetar lalu menghela nafas beberapa kali.


Dia Lalu berbalik melihat resepsionis yang bertugas.


"Ada apa Tuan?" Tanya resepsionis itu saat melihat wajah sang manajer tampak tidak baik.

__ADS_1


"Kau di pecat!!!" Katanya.


"A,, apa?!!" Resepsionis itu bertanya dengan suara gemetar.


Tetapi sang manager tidak menghiraukannya dan hanya melihat ke arah pengawal, "Usir dia keluar dari sini!!"


"Baik Tuan," jawab pengawal lalu mereka segera melakukan tugasnya.


Sang manajer memperhatikan resepsionis yang diseret keluar lalu menghela nafas dengan lega.


Pria itu langsung mengumpulkan seluruh staff hotel Lalu memberi perintah pada semua orang untuk melayani Christian dan Loren dengan baik.


Sementara itu, di kamar Christian dan Loren, Christian baru saja keluar dari kamar mandi dan melihat Loren duduk ditempat tidur sembari mendesain.


"Kau tidak lelah?" Tanyanya pada Loren.


"Hmm, sebentar lagi selesai," ucap Loren terus mengerjakan desain yang ada di tangannya.


Melihat perempuannya sangat serius bekerja, Christian tidak mengatakan apapun lagi. Pria itu hanya pergi ke ruang ganti dan mengenakan baju kaos beserta celana pendek.


Setelahnya ia kembali menghampiri Loren yang sudah selesai mendesain, ia menarik perempuan itu kepelukannya dan menciumi Loren.


"Kapan kita pergi bertemu ayah dan ibu mertua?" Tanyanya.

__ADS_1


Loren memperbaiki posisinya dalam pelukan pria itu lalu menatap Christian, "Bagaimana kalau besok?" Tanyanya.


"Baiklah," jawab Christian yang merasa tidak sabar untuk meminta Loren pada dua orang tuanya.


__ADS_2