Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#113. Langkah pertama menjatuhkan Loren


__ADS_3

Ke 7 orang segera tiba di sebuah restoran yang terlihat cukup ramai tetapi karena Megi memiliki kenalan maka mereka dengan lancar mendapatkan sebuah ruangan yang nyaman.


Saat berjalan ke ruangan di mana mereka akan makan bersama Megi bercerita beberapa hal yang ia ketahui tentang restoran itu.


Semua orang mendengarkan dengan seksama dan bertanya dengan antusias.


Namun mereka tidak menyadari tak jauh dari tempat mereka, seorang perempuan yang baru saja keluar dari sebuah ruangan lain berdiri di sana memperhatikan mereka.


"Itu 'kan Loren?" Vionita berdiri sembari mengepal tangan Nya.


Tidak mudah untuk mendapat tempat di restoran itu, Jadi kalau Loren datang bersama teman-temannya ke sana maka berarti Loren memiliki lingkungan pertemanan yang baik.


"Tapi siapa orang-orang yang bersama dengannya?" Ucap Vionita mengamati 5 perempuan dan seorang lelaki yang bersama dengan Loren.


Mereka semua menggunakan pakaian pakaian yang terlihat modis, jadi Vionita tak bisa meremehkan kemampuan mereka dalam hal fashion.


"Kak Vionita mengenal mereka?" Tiba-tiba ucap seorang perempuan yang datang untuk bertemu Vionita.


"Oh, apa kau mengenal mereka?" Tanya Vionita pada Sisilia.


"Ya,, 4 orang di sana adalah seniorku di kampus, mereka sudah memiliki pengalaman pekerjaan tapi sepertinya baru-baru ini mereka pindah perusahaan karena direkrut oleh sebuah perusahaan baru. Tapi,, mereka jelas memiliki kemampuan desain di bawah rata-rata. Entah kenapa mereka bisa ditawari oleh perusahaan yang didirikan oleh Tuhan Andreas." Ucap Sisilia menatap aneh pada para perempuan itu.


"Perusahaan Tuan Andreas?" Vionita bertanya sembari mengerutkan keningnya.


Andreas siapa yang dimaksud?


"Kak Vionita tidak mengenalnya? Dia adalah mantan sekretaris Tuan Christian Balthasar. Dari rumor yang beredar Tuan Andreas sudah menghilang selama 1 bulan lebih tetapi baru-baru ini dia muncul dengan sebuah perusahaan baru yang bernama LC. Perusahaan itu bergerak di bidang fashion dan sepertinya designer yang mereka rekrut adalah para desainer-desainer itu." Ucap Sisilia.


"Begitu ya... Aku mengerti." Ucap Vionita akhirnya mengalihkan perhatiannya dari Loren.


"Iya, tapi tidak penting membahas mereka, aku yakin perusahaan mereka akan segera bangkrut karena mereka merekrut orang-orang bodoh. Bagaimana kalau kita langsung membicarakan kerjasama Kita?" Kata Sisilia kini menatap Vionita dengan mata berbinar-binar.


"Ya," jawab Vionita lalu dia dan Sisilia kembali masuk ke ruangan mereka untuk mendiskusikan kerjasama mereka.


"Jadi Kak Vionita berencana merekrut beberapa desainer yang mau menjual desain mereka pada Kak Vionita?" Sisilia bertanya dengan raut wajah yang sangat terkejut.

__ADS_1


Vionita sangat terkenal memiliki ide-ide cemerlang dalam desain dan desain desain nya sudah banyak digunakan oleh nama-nama ternama secara internasional.


Bagaimana bisa designer terkenal seperti Vionita malah melakukan hal memalukan seperti ini?


"Ya,, aku melakukan ini bukan karena aku kehilangan ide atau tidak memiliki kemampuan untuk mendesain tetapi aku melakukannya karena ada begitu banyak permintaan dan hanya aku sendiri aku tidak bisa menghendel semuanya." Kata Vionita menyangkal, tentu saja dia tidak melakukannya karena alasan itu.


Tapi semua ini karena desain-desain yang dicuri dari Loren sudah mulai di gunakan. Jadi dia harus mencari designer lain yang bisa ia manfaatkan dan mengambil hak ciptanya.


"Jadi begitu,, kalau begitu aku akan membicarakannya dengan para juniorku. Tapi aku sendiri,, aku rasa Aku tidak bisa menjadi salah satu dari bagian rencana Kak Vionita. Kalau masalah ini ketahuan nama kita bisa tercemar, jadi sebelumnya aku peringatkan pada saat Kak Vionita untuk memikirkan hal ini lebih matang matang lagi." Ucap Sisilia yang jelas paham konsekuensi dari mengakui karya orang lain.


"Aku mengerti, aku akan mengandalkanmu untuk mencarikan beberapa designer." Ucap Vionita tersneyum.


'Meski ini jalan yang berbahaya, tapi aku tidak punya pilihan lain. Asalkan aku melakukannya dengan hati-hati dan membuat surat perjanjian maka semuanya akan berjalan lancar. Lalu Loren,, sepertinya aku punya sebuah celah untuk menjatuhkannya.' gumam Vionita.


Akhirnya Vionita berbincang-bincang lagi dengan Sisilia sebelum keduanya berpisah dengan kesepakatan yang telah mereka buat.


Vionita tidak langsung pergi, perempuan itu berdiri di lorong sembari memandangi ruangan di mana Loren dan timnya sedang makan malam bersama.


'Kenapa tidak ada satupun orang yang keluar?' Vionita berdecak kesal sembari mengetuk-ngetuk sepatunya di lantai.


"Harus di bungkus seperti ini dan diberi saus yang banyak...!" Kata Mentari membungkus daging dengan daun selada lalu mengarahkannya ke mulut Gio.


"Uh,, ini bukankah in---nngghhhh" mulut Gio dipenuhi dengan makanan yang baru saja disuapkan secara paksa oleh Mentari.


"Kalian ini sangat cocok menjadi sepasang kekasih. Bagaimana kalau jadian saja?" Ucap Loren menggoda dua orang itu.


"Apa?! Tidak!!" Gio dan mentari serentak menjawab.


"Tuh kan,, kalian kompak." Kekeh Loren dengan sikap dua orang itu.


Dengan segera Mentari dan Gio memperlihatkan wajah asam mereka dan keduanya terlihat tidak mau diganggu.


"What...!!! Apa ini??!!!" Tiba-tiba Rika berteriak sangat kencang sembari berdiri dari duduknya saat melihat sebuah berita menggemparkan di layar ponselnya.


"Apa yang kau lakukan?! Hais,, hampir saja minumanku jatuh!" Gerutu Siren yang hampir ketumpahan minuman karena meja digoyang oleh Rika yang terlalu bersemangat.

__ADS_1


"Lihat ini!!" Rika langsung memperlihatkan ponselnya pada Siren dan wajah Siren langsung memperlihatkan keterkejutan yang luar biasa.


"Adriana,,, Adriana memajang desain ini?!" Siren hampir sesak nafas melihat desain yang dibuat oleh Mentari ternyata dipajang oleh Adriana di akun miliknya.


"Apa yang--" Mentari bahkan tidak bisa melanjutkan ucapannya saat ia melihat layar ponsel milik Rika.


"Oh astaga...!!! Bagaimana bisa?!!!" Megi menelan air liurnya.


"Astaga,,, Nona Loren terima kasih." Mentari langsung memeluk Loren dan terisak bahagia di dalam pelukan Loren.


Tidak menyangka ternyata desain yang baru beberapa hari diberikan pada Adriana malah dipajang Adriana di akun media sosialnya.


Semua orang menatap Mentari dengan tatapan iri. Siapa yang tidak iri pada Mentari namanya bahkan disebut oleh Adriana pada akun media sosialnya.


Tapi dari semua orang yang duduk di situ, Mia adalah yang sedari tadi terdiam di sana dan tak pernah mengucapkan sepatah kata pun.


'Bagaimana bisa? Bagaimana bisa semua orang mendapatkan keberuntungan dari Loren sementara aku satu-satunya yang disisihkan Loren di sini?!' Mia duduk dalam tubuh yang gemetaran karena merasa sangat marah atas apa yang menimpa dirinya.


Akhirnya karena tidak tahan lagi perempuan itu segera berdiri dan meninggalkan ruangan tersebut tanpa diperdulikan oleh orang-orang karena semuanya sedang fokus pada Mentari.


Mia keluar dari ruangan itu dan berjalan terburu-buru ke toilet untuk melampiaskan amarahnya.


Cukup lama dia di sana sampai ketika seseorang menghampirinya.


"Halo," kata Vionita melemparkan senyum ramah pada Mia.


Target di depan mata, saatnya memulai langkah pertama untuk menjatuhkan Loren!


@Interaksi



Tukang nyinyir lagi pada ngiri makanya bikin cerita jelek sejelek mukanya...!!!!


__ADS_1


__ADS_2