
Jam pulang kantor di LC.
"Malam ini Ayo kita pergi makan-makan untuk merayakan keberhasilan kita hari ini dan menantikan Nona Helen menggunakan pakaian kita..!!" Rika berteriak dengan sangat senang.
"Setuju..!!!"
"Setuju..!!"
Semua orang berteriak setuju kecuali Loren dan Mia yang hanya terdiam memperhatikan ke 5 orang yang terlalu bersemangat
"Nona Loren?" Mentari melihat Loren saat perempuan itu hanya terdiam di tempatnya.
"Uh,, maaf tapi aku harus pulang lebih awal." Kata Loren yang merasa bersalah, lagipula dia harus cepat-cepat kembali dan mencuci pakaian yang tadi kotor akibat ulah Chataline.
Karena kalau Christian melihatnya, pria itu mungkin akan memarahinya karena sudah mengabaikan pemberian pria itu.
"Ahhh, ya sudah,, kalau begitu Kami tidak akan mengganggu Kak Loren. Kami tahu Kak Loren pasti ingin bertemu dengan 'Tuanku', ya,, 'kan?!!" Siren menggoda Loren dengan semangat.
"Benarkah?? Ohhaha... Kalau begitu kami saja yang pergi." Ucap Mentari.
"Hmm!! Ayo!!" Semua orang mengambil tas mereka masing-masing lalu keluar bersama Loren yang menentang paper bag berisi pakaian yang kotor.
Begitu tiba di depan lift, mereka menekan tombol open dan menunggu lift tersebut siap di gunakan.
Saat itu juga lah Elman keluar dari kantor dan hendak meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
"Aahh, Tuan Elman." Mentari langsung menyapa Elman.
Elman hanya menganggukkan kepalanya pada perempuan-perempuan itu lalu ikut berdiri untuk emnunggu.
Ting!
Lift akhirnya terbuka Loren dan Elman berjalan masuk kedalam lift diikuti oleh para tim desain ketika Mentari langsung menghentikan semua orang.
"Stop!!!" Teriaknya menarik Siren yang sebelah kakinya sudah masuk ke lift.
"Ada apa?!!" Siren bertanya dengan kesal, beraninya Mentari menariknya hingga membuat tangannya menjadi kemerahan.
"Sialahkan duluan,," Mentari mengabaikan semua kekesalan tim desain dan perempuan itu hanya fokus pada Loren dan Elman yang sudah berada di dalam.
"Masuklah, tid--"
Dia harus memberi kesempatan pada dua orang itu untuk berduaan!!!
Mentari sudah melihat bagaimana Interaksi Elman dan Loren di kantor sangat jarang hingga perempuan itu berbaik hati untuk memberi lebih banyak waktu pada elemen dan Loren untuk berduaan.
"Apa yang kau lakukan?!!" Rika bertanya dengan kesal pada Mentari saat pintu lift sudah tertutup.
"Hanya ingin membiarkan mereka berduaan saja." Jawab Mentari.
Semua orang "..."
__ADS_1
"Jangan bilang kalau mereka pacaran?!!" Gio langsung bertanya saat melihat wajah mentari yang tersenyum senyum sekolah perempuan itu menyembunyikan sesuatu yang sangat baik.
"Apa?!!!" Rika dan Siren serentak berteriak.
"Jadi,, jadi nama Tuanku dalam ponsel Loren adalah Tuan Elman??" Tanya Rika dengan wajah tercengangnya.
"Ya,, tapi kalian tidak perlu membicarakan ini kepada orang lain, cukup kita saja sebagai anggota desain yang mengetahuinya. Ok?!!" Mentari memberikan tanda pada semua orang di depannya agar mereka menutup mulutnya.
"Ahhh,, jadi orang yang memberikan pakaian desain JF pada Loren adalah Tuan Elman?!!!" Siren kini berkat dengan wajah tak percaya.
Mendengar itu, Mentari kini menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "O iya ya... Dari penampilannya Tuan Elman terlihat seperti orang yang tidak memiliki pengaruh yang cukup baik untuk mendapatkan pakaian itu."
"Benar sekali, atau mungkin ada orang alin ya..?" Ucap Rika yang juga bingung.
"Hei Mentari,,, kau yakin kalau mereka berdua menjalin hubungan?" Siren kini bertanya pada Mentari untuk memastikan ucapan perempuan itu.
"Tentus aja..!! Nona Loren bahkan melarangku untuk tidak mengatakan hal itu pada siapapun. Tapi karena kalian bagian dari tim desain aku yakin mengenal orang tidak akan keberatan." Jawab Mentari.
"Tapi sangat mustahil kalau Tuan Elman yang membelikan jaket Loren." Siren memikirkannya sambil berjalan ke lift yang sudah terbuka.
Mia berdiri sembari mendengarkan percakapan mereka, perempuan itu mengangguk-angguk dan dia merasa dia harus memberitahukan hal itu pada Vionita.
Dengan segera dia berkata "Maaf, Malam ini aku tidak akan ikut bersama kalian Aku ada janji dengan Kak Vionita." Ucapnya menarik perhatian semua orang.
"Oh ya!!! Kalau begitu bagaimana kalau kita makan bersama?" Tanya Siren dengan mata berbinar-binar.
__ADS_1
"Hah,, tapi Kak Vionita akan mengajak beberapa temannya yang lain dan dia bilang aku hanya bisa datang sendiri." Ucap Mia membuat semua orang kecewa.