
Loren tak punya pilihan lain selain menggunakan pakaian yang telah diantarkan oleh Ransi, jadi dia dengan segera mengenakan pakaian itu dan berdiri di depan cermin.
"Gaun ini sangat indah, pastilah harganya sangat mahal." Ucap Loren merasa kesal pada dirinya sendiri. Utangnya bertambah lagi...!!!
Namun begitu dia melihat kerajinan tangan yang ia buat untuk Abimayu, Loren sangat bersemangat dan mengambil kerajinan tangan itu.
Loren menunggu sampai Ransi datang menjemputnya lalu dia meminta tolong pada Ransi supaya pria itu mendapatkan sebuah kantong yang cukup baik untuk dibawa ke acara pesta.
"Kerajinan tangan itu buatan sendiri?" Tanya Ransi memperhatikan gantungan dinding yang dipegang oleh Loren.
Loren membuatnya dengan warna-warna yang cerah dan sangat rapi.
"Iya, aku membuatnya sendiri, aku ingin memberikan kerajinan tangan ini pada seseorang yang telah menolongku." Kata Loren sembari tersenyum hingga kedua lesung pipinya terlihat bersinar di mata Ransi.
'Orang yang telah menolongnya? Kalau begitu orang itu pasti Tuan Christian.' pikir Ransi merasa lesu.
Akhirnya mereka memasuki lift dan Loren mengerutkan keningnya saat melihat ransi malah menekan tombol paling atas.
"Kenapa kita naik ke atap?" Tanya Loren yang merasa heran, mengapa mereka naik ke atap sementara saat ini mereka seharusnya pergi ke acara pesta yang di adakan di hotel lain.
"Setelah tiba kau akan tahu." Jawab Ransi sembari tersenyum menatap Loren dengan hatinya yang ter sayat-sayat.
__ADS_1
Meski Baru beberapa hari menyadari perasaannya pada Loren, namun justru karena perasaannya masih sedang hangat-hangatnya dia jadi merasa sebagai orang yang paling tersakiti dalam sejarah percintaan.
"Aah,, kalau begitu, kapan kita akan berangkat ke pesta?" Tanya Loren sangat bersemangat karena dia juga sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Abimayu.
Dia tidak sabar untuk mengatakan pada pria itu bahwa dia adalah perempuan yang dulu menolongnya dan berkat Abimanyu juga dia akhirnya bisa menghargai hidupnya sendiri.
"Sepertinya kau sangat suka pergi ke pesta itu. Sayang sekali pestanya akan berakhir malam ini." Ucap Ransi.
"Kau benar, pestanya berakhir malam ini tapi aku harap malam ini tidak akan sia-sia." Ucap Loren memandangi kerajinan tangan yang ia buat.
'Sepertinya Christian benar-benar berharga untuk Loren dia bahkan membuat kerajinan tangan itu.' pikir Ransi memandangi perasaan gembira yang dipancarkan oleh Loren yang memandangi hiasan dinding di tangannya.
Ting!
"Aku hanya bisa mengantarmu sampai di sini." Kata ransi membuat Loren terheran-heran.
"Baiklah. Terima kasih." Ucap Loren yang tidak mau mempersulit Ransi.
Loren akhirnya berjalan ke arah ujung lalu membuka sebuah pintu dan dan melihat restoran terbuka yang sudah didekorasi dengan lampu-lampu yang indah dan lilin lilin yang terlihat sangat romantis.
Lalu tiba-tiba dari sisi lain seorang pria dalam balutan kemeja berwarna putih berjalan ke arah Loren dengan sebuket bunga di tangannya.
__ADS_1
Deg!
Deg!
Loren merasakan jantungnya mulai berdetak sangat keras, terlebih saat ia memandangi wajah Cristian yang tersenyum sangat indah.
Pertama kalinya Loren melihat senyum Christian yang begitu lepas di tujukan padanya. Senyum yang sangat indah!
Menyadari dirinya memandang kagum pada pria itu, Loren akhirnya tertunduk dan tak berani lagi menatap Christian.
Dia hanya memegang erat gantungan dinding di tangannya sampai tiba-tiba Christian sudah berada di depannya lalu pria itu berlutut di hadapannya.
"Bunga yang indah untuk perempuan baik sepertimu." Kata Christian menatap Loren yang tertunduk.
Namun 2 detik setelah dia berbicara Loren tiba-tiba berbalik dan berlari meninggalkan Christian.
Saking cepatnya perempuan itu Christian tidak sempat menahan Loren hingga Loren menghilang dibalik pintu.
Pupus sudah harapannya, sekarang Christian terlihat seperti pria patah hati yang gagal menaklukkan hati perempuan yang diinginkannya.
@Interaksi
__ADS_1
Otor gak sesadis itu kok. Paling di cincang lalu di jadiin bakso merica super pedas level 7000