Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#286. Jangan khawatir


__ADS_3

Memegangi wajahnya yang baru saja ditinju, Radit merasakan rasa begitu sakit yang amat dalam seolah tulang rahangnya telah retak karena tinjuan yang sangat keras.


Pria itu menggertakkan giginya mengangkat wajahnya dan melihat semua orang kini menatap ke arah mereka.


Yang lebih parahnya, Christian berdiri dengan tatapan ganas merangkul Loren yang memeluknya.


"Sayang,, jangan di sini,," suara Loren menenangkan pria yang tampak sangat emosi.


"Hei!! Siapa kau?!! Berani sekali padaku!" Geram Radit menatap Christian.


Loren yang mendengar suara Radit langsung menoleh lalu membungkuk, "Tuan Radit, mohon untuk tidak dimasukkan ke hati. Saya akan membawa kekasih saya untuk berbicara sebentar," ucap Loren.


Hendak menarik Christian menjauh ketika Christian menahan bahunya.

__ADS_1


Jantung Loren terpaacu dengan kencang, dia tahu masalah ini tak akan bisa diselesaikan dengan mudah, jadi dia menatap Christian, "Tolong beri muka untuk keluargaku atau setidaknya untukku," katanya.


Melihat Loren yang masih membela orang-orang rendahan itu, Christian menjadi semakin marah, jadi dia menatap Radit, "Sekarang juga maaf pada kekasihku atau berita kebangkrutan keluargamu akan tersebar dalam 5 menit!!" Ucap Christian mengejutkan semua orang.


Radit yang mendengar itu langsung menoleh pada Vionita, "Siapa pria ini? Beraninya mengancamku!" Ucapnya menatap Vionita yang tampak tenang di tempatnya.


"Tuan Radit, tolong jangan dengarkan dia, dia hanya pria sampah yang tidak memiliki jabatan apapun. Dia berusaha menempel pada keluarga Sinaga dengan menjadi kekasih adik sepupuku agar dia bisa memanfaatkan keluarga Sinaga." Ucap Vionita.


"Apa?!! Sampah?! Ha ha ha..." Radit tertawa mengejek menatap Christian, "Beraninya sampah sepertimu menyentuhku?!! Lagi pula,, Apa kau pikir kau layak bersama dengan Nona Loren? Mengapa tidak menyerahkan Nona Loren padaku saja dan kau kembali ke tong sampah?!" Tanya Radit sambil menggerakkan giginya.


"Hei Loren!! Untuk apa kau membela pria sampah seperti itu? Dia itu tidak memiliki pekerjaan dan tidak memiliki jabatan apapun! Kau seharusnya membela Tuan Radit yang berasal dari keluarga terpandang!!" Ucap Vionita memprovokasi Loren dan Christian.


Akan menyenangkan sekali kalau dua orang tidak berguna itu meledakkan emosi mereka di acara keluarga hingga membuat keluarga Sinaga menjadi malu.

__ADS_1


Dengan begitu, Kakek Perry akan semakin membenci dua orang itu!!!


Orang-orang yang berada di sekitar situ juga mulai mengeluarkan pendapat mereka masing-masing.


Tentu saja mereka mengamati pakaian yang digunakan Christian, benar-benar tidak bermerek!! Terlihat seperti pakaian bekas yang di pungut dari tong sampah.


"Jadi kau hanya orang rendahan yang ingin memanfaatkan keluarga Sinaga tapi mengatakan akan membangkrutkan ku dalam 5 menit? Apakah kau tidak mengenal keluarga Bimantara?" Tanya Radit menggertakkan giginya.


Tetapi Christian berkata, "Jangan banyak bicara karena waktumu tinggal 2 menit lagi. Ingin meminta maaf atau bangkrut dan,, tanganmu yang baru saja menyentuh kekasihku dan matamu yang baru saja menatap kekasihku akan ku jadikan makanan lalat di tempat sampah!!!" Ucap Christian mengundang tawa Radit.


"Ha ha ha...... Kalau begitu kita lihat apakah pria sampah sepertimu bisa membangkrutkanku dalam dua menit, jika tidak, jangan harap kau masih bisa menggunakan wajah tampanmu itu untuk merayu perempuan, bukan hanya itu saja, aku juga akan membuat mu kehilangan tangan dan kakimu!!!" Ucap Radit dengan suara lantang beserta tatapan merendahkan yang ditujukan pada Christian.


Loren yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas lalu dia mengangkat wajahnya menatap Christian, "Sayang," panggilnya.

__ADS_1


Christian menundukkan kepalanya, "Jangan khawatir," katanya mengelus rambut Loren.


__ADS_2