Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 15. Pemotretan


__ADS_3

Akhirnya, pemotretan akan di mulai.


Loren dan Marina berdiri bersama sembari berbincang dengan salah seorang pengarah yang akan mengarahkan mereka dalam pemotretan.


Sembari mendengarkan sang pengarah berbicara, dalam hatinya Marina merasa sangat panas sebab Loren sudah mendapatkan keuntungan yang lebih banyak, berkali-kali lipat daripada yang ia dapatkan.


Sementara perempuan itu hanyalah model dadakan yang seharusnya tidak layak diberi upah tinggi.


"Apa kalian sudah mengerti?" Tanya sama pengarah pada dua perempuan di depannya.


"Iya."


"Mengerti."


Setelah mendengar jawaban Loren dan Marina, sang pengarah kemudian membiarkan dua model itu mengambil posisi di tempat pemotretan.


Loren langsung berdiri di belakang kursi taman, sesuai dengan arahan sebab dia hanya akan berdiri diam menatap kamera.


Sementara Marina, perempuan itu duduk di kursi taman memperlihatkan pose cantiknya.


Cekrek cekrek cekrek...


'Aku harus memperlihatkan kemampuanku hingga Loren merasa rendah diri dan mengetahui bahwa dia benar-benar tidak pantas menjadi seorang model!' pikir Marina dalam hati sembari memperlihatkan berbagai posenya yang menguasai pemotretan tersebut.


Sementara Loren, dia memang tidak tahu untuk melakukan apapun jadi dia hanya diam di tempat, namun dia berusaha mengikuti arahan yang tadi ia dengar, bahwa dia harus mengubah mimik wajahnya.


Senyum, cantik, elegan, berkharisma,,, Loren berusaha mendapatkan semua karakter dan mengeluarkan pancaran auranya.

__ADS_1


"Bagus!! Ini sangat memuaskan!!" Sang kameramen merasa sangat puas sembari terus mengambil foto kedua model di depannya.


"Pertahankan," ucap Sang kameramen sembari memotret.


Marina merasa sangat bersemangat, jadi perempuan itu dengan sangat antusias mengeluarkan seluruh potensi dalam dirinya.


"Marina, jangan terlalu di depan. Angkat satu kakimu," sang pengarah berusaha mengarahkan Marina agar mereka mendapat foto yang bagus.


Cekrek..


Cekrek...


Cekrek...


"Marina wajahmu!! Marina tanganmu jangan begitu!! Marina.. Marina... Marina..."


Semua orang yang ada di situ melihat Marina dengan tatapan mengejek.


Marina jika dibandingkan dengan model dadakan yang mereka ambil, ternyata Marina tidak memiliki kemampuan apapun.


Semua orang berbisik-bisik membuat Marina mengepal erat tangannya, tetapi dia terus berusaha mendengarkan arahan dan mengikutinya.


"Marina tenang,," Hera berbicara dengan suara pelan ke arah Marina sebab dia terlalu takut kalau perempuan itu sampai meledak.


Untunglah apa yang ia takutkan tidak terjadi, dan pemotretan berjalan dengan lancar meski sang pengarah terus-menerus mengomentari Marina.


Plok plok plok...

__ADS_1


"Bagus sekali! Sangat bagus!!" Sang kameramen melihat hasil fotonya dan dia merasa sangat puas.


Meski Marina tidak terlalu membuatnya puas, tetapi masih bisa dikatakan baik. Namun Loren,, Dia benar-benar terlihat seperti model kosmetik.


"Loren, ini benar-benar mengejutkan untuk orang awam sepertimu, Apa kau mau melihat hasilnya?" Tanya Sang pengarah di angguki oleh Loren.


Mereka kemudian melihat hasilnya dan Loren terkejut melihat dirinya yang hanya berdiri diam di belakang Marina, tapi dari kedua perempuan dalam foto itu terlihat jelas bahwa Loren lah yang paling mendominasi.


Loren terlihat seperti seorang ratu yang hanya berdiri diam lalu Marina menjadi bawahannya yang berusaha menyainginya.


"Kita mendapat foto yang bagus Loren, kau bahkan berpose seperti model profesional. Meski kau masih enggan untuk bergerak, namun wajahmu terlihat sangat indah di sini, sangat sesuai dan cocok untuk menjadi duta produk kosmetik yang hari ini kau bawakan." Ucap Kameramen yang merasa sangat puas melihat hasil pemotretannya.


Sang pengarah mengangguk, "Ya,, tapi aku melihat di sini Marina kurang mengeluarkan potensi pada dirinya mungkin karena dia terlalu bersemangat jadi dia melupakan bagian yang terpenting di mana--"


"Tidak!! Jelas-jelas foto ini tampak sangat bagus karena aku yang ada di dalamnya. Jadi jangan coba memujinya dengan cara merendahkanku, karen--"


"Tolong maafkan dia," Hera langsung datang menarik Marina ke belakang Lalu perempuan itu membungkuk pada dua orang senior yang ada di depan mereka.


Sang Kameramen dan sang pengarah hanya bisa menghela nafas, merasa kesal dengan kelakuan model baru itu.


Tetapi mereka tidak terlalu mempermasalahkannya dan membiarkan Hera pergi membawa Marina.


"Pemotretan terakhir ialah bersama-sama dengan seluruh model lainnya. Akan dimulai dalam 30 menit lagi. Kau bisa istirahat dulu." Ucap sang pengarah.


"Baik," ucap Loren segera berjalan meninggalkan ruang pemotretan itu dan kembali ke ruang rias.


Ketika dia masuk ke ruang rias, didapatinya Marina sedang duduk dengan wajah yang sangat kesal.

__ADS_1


"Hah!! Aku tidak percaya ini, demi menjaga perasaan Loren, mereka malah merendahkanku di depan Loren. Padahal aku lah yang paling bersinar di foto-foto itu!!" Kesal Marina sembari menggertakkan giginya.


__ADS_2