Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#102. Cemburu


__ADS_3

"Apa kau menyukai pria dari masa lalumu?" Tanya Christian mengagetkan Loren.


Menyukai pria dari masa lalu? Bian?


Loren langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya untuk menahan tawanya.


"Tuan sangat lucu!" Ucap Loren di sela-sela tawanya membuat Christian keheranan.


'Apakah aku salah?' Christian berpikir dalam hati sembari menatap Loren yang sepertinya menikmati tawanya.


Loren tertawa hampir 3 menit baru Perempuan itu bisa menguasai dirinya sendiri dan melirik Vionita beserta Bian sebelum menatap pria di depannya.


"Apakah Tuan sedang berpikir bahwa saya menyukai Bian?" Tanya Loren dengan mata yang terbuka lebar seorang perempuan itu mengharapkan jawaban iya.


Namun Loren tidak pernah tahu bahwa apa yang didengar Christian hanya terfokus pada nama Bian.


Loren tidak menyebut Bian dengan kata Tuan!


Namun dirinya,, Loren tidak pernah memanggilnya dengan namanya, perempuan itu selalu memanggilnya dengan tuan.


Ini perbedaan yang sangat jelas!


"Tuan?" Loren melambaikan tangannya di depan Christian saat melihat pria itu tidak menjawab pertanyaannya dan hanya menatapnya dengan tatapan datar.


"Oh makanan sudah datang!" Perhatian Loren langsung teralihkan saat sang pelayan datang membawa makanan dan mengaturnya di atas meja.

__ADS_1


Hal itu membuat Cristian menjadi semakin diam dan tangannya terkepal kuat karena perasaan marah yang menyelimuti hatinya.


"Terima kasih,," Loren berterima kasih pada pelayan yang telah menyediakan makanan diatas meja.


"Selamat menikmati," sang pelayan berkata dengan sopan lalu meninggalkan dua orang itu.


"Ayo makan Tuan," ucap Loren yang sudah melupakan percakapan terakhir mereka.


Baginya, lebih baik mengisi perut mereka yang sudah kosong daripada terus membicarakan orang-orang dari masa lalunya yang sudah tidak penting lagi.


"Ya," Christian menjawab dengan singkat sebab dia masih menyimpan amarah dalam hatinya.


Lebih tepatnya perasaan cemburu akan cara Loren memanggil pria lain!


Makan malam itu berlangsung dengan keheningan, Christian yang biasanya memotong daging untuk Loren tidak melakukannya lagi, jadi Loren memotong daging untuk dirinya sendiri.


Hal itu tidak luput dari perhatian Christian, tetapi tubuhnya seolah begitu kaku untuk mengulurkan tangannya membantu Loren.


'Bian.'


'Bian.'


Ucapan Loren terus terngiang-ngiang dalam hatinya dan semakin dia mengingatnya dia menjadi semakin marah hingga pria itu menggertakkan giginya dan menunduk menatap makanannya untuk mengalihkan perhatiannya.


Pria itu memotong daging di piringnya lalu memasukkannya ke dalam mulutnya, rasanya hambar!

__ADS_1


Christian berusaha mengunyah dan menelannya lalu mengambil sepotong lagi dan mengambil Lagi Lagi Lagi Dan Lagi.


'Fokus pada makananan!' Christian berusaha melupakan Loren.


Akhirnya makanan di piring nya satu persatu telah berpindah ke perutnya.


Dia berhasil mengabaikan kemarahannya pada Loren, tapi begitu dia mengangkat wajahnya...... Ia membeku.


Loren sedang menatapnya dengan mata bekaca-kaca, terlihat menahan air matanya.


'Ada apa dengannya?' Christian ingin bertanya langsung tapi suaranya tercekat.


Dia marah pada Loren, dia cemburu akan cara Loren menyebut Bian!


"Saya ke toilet." Tiba-tiba ucap Loren lalu Loren langsung berdiri meninggalkan Christian.


Christian memandangi Loren yang pergi, terlihat perempuan itu seperti menghapus air matanya dan berjalan buru-buru sembari tertunduk.


'Ada apa dengannya?' Christian merasa tubuhnya sangat kaku untuk digerakkan, dia ingin menyusul perempuan itu, tetapi rasa cemburunya masih melingkupinya.


Christian mengalihkan pandangannya dari punggung Loren yang sudah menjauh lalu menatap makanan di hadapannya.


Makanan di piring miliknya sudah habis, tapi di piring Loren,, makanan itu seperti tidak di sentuh, hanya ada bekas tusukan garpu dan irisan daging yang berantakan.


Apakah dia......

__ADS_1



__ADS_2