
@Info
Maaf up nya kelamaan,, author sok sibuk.
Happy reading....
Enam hari berlalu, segala sesuatu di kantor LC berjalan dengan sangat lancar sebab Mia yang sudah tidak pernah lagi memulai sebuah perdebatan di ruangan tim desain.
Namun, meski hari-hari berjalan dengan lancar bagi tim desain, tetapi bagi Loren perempuan itu selalu menghela nafas setiap kali jam pulang kantor akan tiba.
Seperti sekarang ini, Mia kembali mengajaknya pulang bersama.
"Kak Loren, ayo kita pulang bersama," kata Mia menghampiri Loren yang berjalan keluar dari ruangan tim desain.
"Ah, baik," jawab Loren melemparkan senyumnya yang berhias lesung pipi.
Meski dia sebenarnya enggan kembali bersama perempuan itu karena dia tidak bisa menikmati sore yang indah bersama Christian di dalam mobil, tetapi dia masih tidak enak hati untuk menolak ajakan Mia.
__ADS_1
Akhirnya kedua perempuan itu memasuki lift, turun ke lantai bawah dan berjalan berbarengan ke arah jalan raya untuk menunggu taksi.
"Lihat Si Mia, aku merasa ada sesuatu yang aneh tentangnya selama satu minggu ini." Tiba-tiba ucap Megi ketika 5 orang dari anggota tim desain berdiri memandangi dua orang yang bercakap-cakap meninggalkan gedung.
"Iya, selama satu minggu ini dia tidak pernah membuat keributan, dia bahkan tidak marah ketika kita menegurnya terhadap sesuatu." Ucap Siren.
"Aku rasa dia berusaha mendapatkan hati Kak Loren," kata Gio dengan acuh tak acuh lalu pria itu pergi meninggalkan 4 perempuan yang masih terus melihat kepergian Loren dan Mia.
Sangat tidak penting mengurusi Mia!
"Bagaimana kalau kita mengikuti mereka? Aku penasaran apa saja yang mereka lakukan hingga Nona Loren bisa sangat betah pulang pergi bersama perempuan itu!" Ucap Mentari diangguki oleh ketiga perempuan lain lalu mereka segera berjalan ke mobil mereka masing-masing.
'Hah,, aku harus mencari alasan supaya besok-besok tidak lagi berangkat bersama Mia. Aku lebih senang berangkat bersama Christian,' pikir Loren dalam hati sembari memikirkan alasan yang tepat untuk menolak ajakan Mia.
Sementara Mia, perempuan itu duduk memandang keluar jendela, 'Sudah satu minggu aku bersikap baik di depan Kak Loren, bahkan Kak Loren tidak pernah keberatan untuk pulang pergi bersamaku setiap hari. Sepertinya sudah tepat kalau hari ini aku berpura-pura sakit perut supaya bisa singgah di apartemennya,' pikir Mia.
Akhirnya setelah mereka hampir tiba di gedung apartemen Loren, Mia diam-diam menelan obat yang sudah ia siapkan sebelumnya.
__ADS_1
"Ah,," rintihnya setelah beberapa menit dan dia sudah merasakan reaksi obatnya.
"Ada apa?" Loren bertanya dengan khawatir saat melihat perempuan yang duduk disampingnya tiba-tiba memegangi perutnya dengan wajah yang tampak kesakitan.
"Uh,, Kak Loren,, perutku,, sakit,," kata Mia semakin keras menekan perutnya yang memang terasa sakit karena efek obat yang ia makan.
"Astaga,, kalau begitu kita sebaiknya ke rumah sakit." Ucap Loren dengan panik.
"Tidak!! Aku hanya perlu toilet saja,, bolehkah aku singgah di apartemen Kak Loren untuk meminjam toilet?" Tanya Mia menatap Loren dengan wajah berkeringat menahan rasa sakit perutnya.
"Ah,,, itu,," Loren tidak tahu harus berkata apa karena pastilah pada jam segini Christian sudah ada di apartemennya untuk menunggunya.
Kalau dia membawa Mia kesana, maka mereka akan,,, bertemu!
"Aduh,, ini pasti karena tadi siang aku salah makan jadinya perutku sakit begini,, aku benar-benar tidak bisa menahannya sampai tiba di rumahku," ucap Mia.
"Ah,, baik, kalau begitu kau bisa singgah di apartemenku sebentar." Kata Loren yang tidak punya pilihan lain, mana mungkin dia membiarkan Mia mempermalukan dirinya sendiri?
__ADS_1
'