
Ruangan Tim desain sedang kacau karena ada begitu banyak pesanan yang membludak setelah Loren menolak semua pesanan desain dari pelanggan mereka.
Oleh sebab itu, pekerjaan mereka yang sudah menumpuk semakin ditumpuki oleh pekerjaan Loren yang dibagikan kepada setiap anggota tim desain.
"Kepalaku mau pecah!!!" Diana seorang desainer yang baru bergabung dengan LC selama beberapa hari terakhir menggerutu sembari memegangi kepalanya.
"Jangan mengeluh,, bukankah kau yang memilih untuk bekerja di sini?" Ucap mencari dengan mata awas menatap perempuan yang baru saja mengeluh.
"Baik," jawab Diana dengan pasrah lalu perempuan itu menghela napas panjang dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Kalian boleh mengeluh tentang pekerjaan kalian, tetapi jangan pernah mengeluh di depanku!! Tidak berguna orang yang bekerja denganku kalau tidak memiliki semangat mencintai pekerjaannya!!" Ucapan mentari yang kini diangkat menjadi kepala tim desain A.
Sementara pada tim desain B, di kepalai oleh Megi, mereka sedang sibuk main desain pekerjaan mereka ketika tiba-tiba saja seorang perempuan datang mengetuk pintu ruangan.
Tok tok tok...
Pintu kemudian terbuka memperlihatkan seorang perempuan dengan kacamata besar di kepalanya dan gaun ketat berwarna hitam yang hanya bisa menutupi setengah pahanya.
"Maaf, saya terlambat," ucap perempuan itu dengan raut wajah yang takut melihat ke arah kepala timnya yang kini mengangkat wajahnya menatapnya.
__ADS_1
Megi berusaha bersikap sabar pada perempuan di depannya, karena perempuan itu adalah salah satu anggotanya yang cukup berbakat, namun kebiasaan buruknya adalah datang terlambat.
"Masuklah, tapi jika besok kau masih terlambat makan, sebaiknya pergi ke bagian keuangan untuk mengambil gaji terakhir mu!!" Ucap Megi langsung diangguki oleh perempuan berkacamata besar.
"Baik, saya mengerti," kata perempuan itu sembari berjalan ke arah kursinya dan duduk di sana sambil menghela nafas lega.
Megi masih memperhatikan perempuan itu selama beberapa detik, lalu kembali tertunduk dengan tarikan nafas mengiringi tundukannya.
Megi kembali fokus pada pekerjaannya ketika tiba-tiba saja telephon di meja kerjanya berdering.
Dring....... Dr----
"Nona megi silahkan pergi ke ruangan VIP," ucap sekertaris CEO dari seberang telepon lalu panggilan itu diakhiri.
Megi tidak menunda lebih banyak waktu lagi, perempuan itu segera berdiri dan berjalan untuk meninggalkan ruangan.
Semua anggota tim desain B menghela nafas lega saat Megi hendak membuka pintu ruangan, tetapi kala Megi tiba-tiba saja kembali berbalik, mereka semua menahan nafasnya sembari menatap perempuan itu.
"Jangan ada yang bergosip dan fokus pada pekerjaan kalian!!" Tegas Megi.
__ADS_1
"Baik Nona," jawab semua orang secara serempak.
Dengan demikian, Megi melanjutkan langkahnya meninggalkan ruangan itu, baru saja perempuan itu meninggalkan ruangan, maka semua anggota tim desain B bersorak senang karena tidak ada lagi orang cerewet yang bersama mereka.
Megi bisa mendengar suara mereka, tapi perempuan itu hanya menggelengkan kepalanya dengan kelakuan anggotanya dan terus melangkah menuju ruangan VIP yang berada di lantai 5.
'Siapa kira-kira yang datang sehingga aku harus pergi ke ruangan VIP?' Pikir Megi dalam hati yang merasa penasaran tentang tamu eksklusif mereka.
Dan ketika dia tiba di ruang VIP, dia terkejut melihat seorang perempuan dan laki-laki yang duduk di sana dengan beberapa temannya sesama kepala tim desain telah berada bersama kedua orang itu.
"Kak Loren!!" Ucap Megi merasa begitu senang lalu duduk bersama semua orang.
'Apakah ini Reuni Tim desain?' pikirnya dalam hati.
@interaksi
Otor dah pikirin itu, tapi realisasinya masih abu-abu. tapi pasti dikabarin nanti..! mohon di tunggu ya....!
__ADS_1