Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#268. Perhiasan yang hilang


__ADS_3

Loren dan Christian yang tertinggal di depan kamar Kakek Perry memandangi Yohana yang diseret oleh suami dan putranya.


Perawat yang berdiri bersama mereka kini menghela nafas, "Sudah lama Tuan tua ingin mengusir Yohana dari rumah ini tetapi dia tidak pernah melakukannya karena mempertimbangkan Putra dan cucunya. Tapi sekarang,, akhirnya Tuan Tua memiliki alasan untuk mengusirnya." Ucap perawat itu membuat Loren langsung menatap sang perawat.


"Benarkah?" Tanya Loren tak percaya.


Jika kakek Perry memang berniat mengusir Yohana dari kediaman keluarga Sinaga maka sudah dari dulu orang itu melakukannya saat Yohana ketahuan memindahkan makam orang tuanya, namun menunggu sampai sekarang.... Bukankah itu terlalu terdengar membual?


"Ya, awalnya Ketika masalah makam orang tuamu terbongkar, Tuan Tua ingin mengusirnya dari rumah, tetapi saat itu Daniel memohon-mohon pada kakek Perry. Lagi pula, tidak ada yang bisa melanjutkan perusahaan selain tuan Rama dan Tuan Muda Daniel jadi Tuan Tua hanya bisa menuruti keinginan dua orang itu." Ucap Perawat.


"Begitu ya,," Loren menghela nafas lalu menatap Christian, "Apakah kita harus pulang?" Tanyanya.


"Nona muda,, Tolong jangan pergi, saat ini keadaan Tuan Tua sangat buruk, jika Nona muda sampai meninggalkan kediaman Sinaga maka saya tidak bisa menjelaskan apapun padanya. Paling tidak, tinggal lah sampai besok pagi sampai Tuan Tua selesai minum obat." Perawat itu berbicara dengan wajah cemasnya.


Christian yang melihat perawat itu bisa mengetahui bahwa dia hanya bersandiwara saja tetapi ketika dia melihat Loren, dia tidak tega karena dia melihat kerinduan perempuan itu pada rumahnya.


"Kami akan tinggal," ucap Christian.


"Terima kasih,, kalau begitu saya akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan kamar." Ucap Perawat hendak melangkah pergi ketika Loren menghentikannya.

__ADS_1


"Tidak perlu, aku akan tidur di kamar orang tuaku dan kekasihku akan tidur di kamarku." Ucap Loren kembali mengingat ucapan Daniel yang mengatakan bahwa kamarnya dan kamar orang tuanya masih dijaga seperti semula.


"Ah,, baik, kalau begitu saya akan menyuruh pelayan untuk membersihkannya lagi." Ucapkan perawat lalu pergi meninggalkan dua orang itu.


Setelah menunggu sekitar 30 menit, Loren dan Christian akhirnya memasuki kamarnya.


"Apa ini kamarmu?" Tanya Christian memperhatikan kamar Loren yang didesain layaknya kamar seorang perempuan remaja.


Di beberapa sudut terdapat figura yang membingkai desain busana yang digambar oleh Loren.


"Ini kamarku, kamar ini menyimpan banyak kenangan bersama orang tuaku karena ibuku sering tidur di sini menamniku," ucap Loren berjalan ke meja belajarnya lalu melihat-lihat beberapa barang di meja.


"Foto ayah dan ibu,," Loren memandang rindu pada foto ayah dan ibunya yang masih terjaga di atas meja belajarnya.


"Ada apa?" Tanya Christian saat Loren terlihat menggeledah seluruh laci yang ada di meja belajarnya.


"Aku ingat sekali, sebelum pergi ke luar negeri aku menyimpan beberapa perhiasan di sini.. semua itu adalah perhiasan ayah dan ibuku." Ucap Loren terus menggeledah seluruh tempat penyimpanan di kamarnya namun tidak menemukannya.


"Tidak usah mencarinya, seseorang pasti mengambilnya." Ucap Christian ketika melihat Loren sudah lelah mencari tapi perempuan itu belum berhenti.

__ADS_1


Mendengar ucapan kekasihnya, Loren yang sedang membuka lemari langsung menutup lemari itu lalu berjalan ke arah Christian yang duduk di samping ranjang.


Christian langsung mengulurkan tangannya memeluk perempuan itu, "Jangan sedih, aku akan mencari tahunya."


"Bagaiman cara mencari tahu? Kalaupun ada orang yang mengambilnya maka barang itu pasti telah dijual." Ucap Loren menghela nafas.


"Kau menyerah sebelum mencobanya, coba cari apakah kau memiliki gambar dari barang-barang yang hilang itu." Ucap Christian.


Loren menghela nafas, "Aku tidak yakin ini akan berhasil karena pastilah sudah lama barang-barang tersebut hilang dari tempatnya." Ucap Loren sembari berjalan ke arah lemari lalu mengeluarkan sebuah kotak yang berisi foto-fotonya dengan orang tuanya.


Ia menunjukkan beberapa foto pada Christian.


Cekrek cekrek......


Christian memotret barang-barang yang ada di foto lalu mengirimkannya pada seseorang.


*Cari tahu keberadaan barang-barang ini,*. Pesan Christian.


@Interaksi

__ADS_1



Otor sedih,, gak ada yg kangen sama otor,, semuanya hanya kangen sama bualan otor di antara kata-kata...🙄🙄🙄 apakah bualan itu terasa manis???


__ADS_2