Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 24. Keanehan Chataline


__ADS_3

Chataline dan Zaidan sedang berada di mobil dalam perjalanan ke agensinya.


Saat itu Zaidan memanfaatkan waktu luangnya melihat hasil voting para model Agensi CB.


Pria itu diam tak percaya melihat nama Loren berada di posisi 3 besar.


"Hah,, ini,," Zaidan mengerutkan keningnya melihat perbedaan voting yang cukup kecil antara posisi 2 dan 3. Hanya selisih 500 vote.


"Ada apa denganmu?" Cahtaline bertanya sembari menatap sinis pria yang tampak menatap layar ponselnya.


Zaidan menelan air liurnya lalu melihat ke arah Cataline, "Apakah Kak Chataline percaya kalau Nona Loren bisa masuk dalam kategori best model dari agensi kita?" Tanya Zaidan.


Cataline langsung mendengus, "Heh,, Jangan berbicara omong kosong, meskipun dia tampak dipuji-puji sebagai model yang bagus tapi tidak mungkin bisa masuk mengalahkan model-model yang sudah lama membangun karisrnya." Ucap Chataline.


Zaidan langsung mengangguk, "Kau benar, tapi coba lihat ini," ucap Zaidan menyerahkan ponselnya pada Chataline agar perempuan itu melihat ketidakmungkinan yang baru saja mereka bicarakan.


"Ap,, apa ini?!" Cataline perlu beberapa detik untuk mencerna informasi yang ia lihat.


"Benar sekali, selisih voting dengan nomor 2 hanya 500. Sedangkan denganmu, selisihnya hanya 1 juta lebih. Aku jadi sedikit khawatir." Ucap Zaidan.


"Apa katamu?!" Cataline langsung melototi Zaidan, "Kau berpikir kalau aku akan dikalahkan oleh Loren?" Tanya Chataline.


"Eh? Tidak!! Tentu saja Tidak!! Meskipun nanti Loren mengalahkan mu, maka Tuan Christian Bhaltazar pasti akan melakukan sesuatu untuk membuatmu berada pada posisi nomor satu. Jadi apa yang perlu dikhawatirkan?" Ucap Zaidan sambil melemparkan senyumnya pada Chataline.

__ADS_1


Christian Bhaltazar kembali disebut, Chataline melemparkan ponsel Zaidan ke arah pria itu lalu menatap ke arah jendela.


Dia belum mengatakan apa yang sudah ia alami pada Zaidan, jadi hanya dia dan pamannya lah yang mengetahui masalah tersebut.


'Mengapa aku merasa bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi dalam waktu dekat ini? Tapi apa itu?' Cataline bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Dia merasa sangat cemas karena dia sudah mengganggu Christian dan sampai saat ini pria itu belum melakukan apapun padanya.


'Sepertinya, ke depannya aku harus lebih berhati-hati. Bagaiman pun, aku benar-benar sudah membuat sebuah masalah besar.' Pikir Chataline.


Keduanya langsung tiba di agensi mereka dan berpapasan dengan Marina yang sedang menuruni tangga.


Biasanya para junior akan memberi hormat pada para senior, tetapi saat itu Chataline mengerutkan keningnya melihat Marina yang tampak angkuh berjalan melewatinya.


Hal itu membuat Zaidan sangat marah hingga dia menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Marina.


"Hei kau!! Berhenti!!" Ucap Zaidan langsung membuat Marina menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Zaidan dan Chataline yang kini menatapnya.


"Ada apa?" Tanya Marina.


"Ada apa?" Zaidan benar-benar tercengang dengan keberanian perempuan itu.


"Bukan Kak Zaidan menyuruhku untuk berhenti?" Tanya Marina tanpa ada sedikitpun kegugupan padanya.

__ADS_1


"Hah,, sepertinya junior sekarang sudah benar-benar mengelunjak. Kau mau kuajari memberi salam pada seniormu atau kau melakukannya sendiri!" Ancam Zaidan.


"Ahh," Marina tersenyum, lalu perempuan itu menundukkan kepalanya sedikit.


"Salam kepada senior, maaf karena sudah bersikap tidak sopan." Ucap Marina dengan suara merendah lalu perempuan itu mengangkat wajahnya dengan tatapan kilat penuh permusuhan.


"Apa itu yang kalian inginkan?" Tanya Marina.


"Kau!!!" Zaidan hendak berjalan ke arah Marina untuk memberi pelajaran pada perempuan itu ketika Hera datang menghalanginya.


"Kak Zaidan mohon jangan," ucap Hera sembari membungkuk 90° pada Zaidan.


"Hm!" Zaidan menghentikan langkahnya sembari menggertakan giginya.


Hera mengangkat wajahnya lalu berkata, "Kak Zaidan, kali ini saja tolong maafkan Marina."


Zaidan menatap Hera lalu perempuan itu melihat Marina yang tampak tersenyum memprovokasi ke arahnya.


Catalina memperhatikan cara perempuan itu, "Kau benar-benar berani ya. Sepertinya kau sudah bosan berada di agensi ini." Ucap Chataline lalu berbalik meninggalkan tempat itu.


"Awas kalian!!" Ucap Zaidan segera mengikuti Chataline dengan kebingungan memenuhi seluruh hatinya.


Ini pertama kalinya dia melihat Chataline membiarkan seorang junior yang sudah bersikap tidak sopan padanya.

__ADS_1


Kenapa?????


__ADS_2