
"Loren,, Apakah Kak Bian berniat untuk menemuinya?" Tanya Vionita dengan cemas.
"Tentu saja, aku akan menemuinya dan berbicara dengannya, mungkin saja ada kesalahpahaman yang membuatnya tidak mau menemuimu." Ucap Bian yang merasa bahwa perempuan didepannya ini terlalu cemas.
"Begitu ya,, terima kasih sudah mau membantuku," kata Vionita kembali memeluk Bian sembari menggigit bibir bawahnya.
'Aku harus mencegah mereka bertemu, tetapi bagaimana caranya? Kalau aku melarang Bian,, pria itu akan curiga bahwa aku sedang menyembunyikan sesuatu,,,' Vionita merasa sangat cemas.
"Jangan terlalu cemas, kalian adalah sepupu yang saling menyayangi, jadi aku yakin sebuah kesalahpahaman kecil akan mudah terselesaikan. Tapi, mengapa dia dituduh melakukan plagiat pada karyamu?" Tanya Bian yang merasa heran, tidak mungkin perempuan seperti Loren melakukan plagiat.
Dia mengenal Loren sebagai perempuan yang baik hati, periang dan sangat tulus dalam berteman.
Seandainya dulu Loren tidak tiba-tiba menjadi gemuk dan berubah jelek serta tidak menghilang di luar negeri maka saat ini dia pasti sudah bersama dengan Loren.
Perempuan baik hati...
"Tidak, itu hanya rumor yang disebarkan oleh seseorang,, sekarang kesalahpahaman nya sudah terselesaikan, tetapi Loren menuduh bahwa akulah yang menyebabkan rumor itu. Jadi,, dia semakin membenciku,," ucap Vionita dengan suara yang sangat sedih meski dalam hatinya perempuan itu sedang menjerit kesal.
__ADS_1
Bagaimana caranya dia menghentikan Bian bertemu dengan Loren???
"Kalau begitu aku bisa membantumu dengan cara mencari tahu siapa yang sudah menyebar rumor itu. Kalau pelakunya ketemu maka salah paham kalian akan terselesaikan." Ucap Bian membuat Vionita yang menyembunyikan wajahnya di dada bidang Bian kini melototkan matanya dan mengeratkan kepalan tangannya.
Kalau Bian mencari tahu siapa orang itu,, maka ujung-ujungnya dia jugalah yang akan ditemukan Bian sebagai sumber masalah!!!
"Kak Bian,, aku rasa Kak Bian tidak perlu repot-repot mencari tahu. Aku tidak mau Kak Bian semakin kerepotan, lagi pula aku hanya belum menjelaskannya pada Loren, jadi dia,, belum tahu apa pun." Ucap Vionita menahan deru nafasnya.
Ini,, kenapa jadi begini?
'Loren dan Chataline,,, aku akan menghancurkan kalian karena kalian sudah membuat masalah denganku!!!!' Geram Vionita mengeratkan kepalan tangannya hingga kuku-kuku panjangnya menusuk telapak tangannya.
"Tidak,, sebuah bukti yang jelas jauh lebih akurat daripada hanya mengatakannya saja. Kau tenang saja, aku akan menyelesaikan kesalahpahaman kalian supaya kalian bisa menjadi sepupu yang akur lagi seperti dulu." Ucap Bian tak mampu dibantah oleh Vionita.
"Terima kasih Kak Bian, Aku harap masalahku dengan Loren bisa cepat terselesaikan supaya Kak Bian tidak lama-lama terbebani." Ucap Vionita.
"Aku pasti melakukan yang terbaik untuk membantumu." Ucap Bian mengelus lembut rambut Vionita.
__ADS_1
Deru nafas Vionita semakin cepat 'Sial...!! Mengapa masalahnya jadi rumit begini??? Sekarang satu-satunya hal yang bisa aku lakukan adalah mencari kambing hitam untuk masalah ini.... Dan sepertinya, Chataline adalah orang yang paling tepat.
'Kalau aku membuat Fajar mengatakan bahwa Chataline adalah orang yang telah menyebar rumor itu, maka Bian pasti akan memutuskan kerjasama dengan Cahtaline dan mereka tidak akan pernah bertemu lagi!!!' Vionita merasa sedikit tenang setelah memikirkan masalah itu.
Tetapi,, kecemasannya kembali bertambah kalau dia mengingat Bian yang benar-benar berniat menemui Loren.
'Aku tidak akan membiarkan dia menemui Loren sendirian, bagaimana kalau perempuan itu malah merayu Bian?' Vionita merasa cemas.
Dulunya Bian sangat menyukai Loren hingga membuat Vionita sangat marah.
Dia lalu bersekongkol dengan ibunya memberi obat yang membuat Loren berubah gemuk dan jelek, tetapi hal itu tidak membuat Bian menjauh dari Loren.
Jadi satu-satunya cara yang mereka lakukan adalah membuang Loren ke luar negeri,,, lalu mulai saat itu Vionita mendekati Bian dengan alasan agar pria itu membantunya mencari Loren.
Mereka semakin akrab,, lalu akhirnya Vionita berhasil menjebak Bian agar pria itu terikat dengannya.
'Iya,, Aku tidak akan membiarkan hal itu terulang lagi. Pokoknya mulai saat ini dan selamanya Kak Bian adalah milikku!!!' ucap Vionita dalam hati.
__ADS_1