Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#282. Mencegah Loren mendapat sesuatu yang lebih baik


__ADS_3

Setelah acara lamaran yang dihancurkan oleh Loren, beberapa kali Loren mendapat telepon dari Daniel tapi dia tidak pernah menghiraukannya.


Sampai suatu ketika dia mendapat pesan dari pria itu yang mengatakan bahwa acara jamuan keluarga yang akan dihadiri oleh banyak rekan bisnis keluarga Sinaga akan dilaksanakan.


Yang lebih penting adalah kakek Perry bersikeras untuk membuat seluruh keluarga hadir di acara tersebut.


*Baiklah, aku akan datang,* balas Loren pada pesan Daniel.


'Paman ketiga juga hadir, kalau begitu kak Gerson akan ada di sana!!' Loren merasa sangat senang.


Maka segera, Loren mempersiapkan dirinya untuk mengikuti hari itu dan dia terkejut ketika mereka akan berangkat, Christian menyerahkan sebuah kotak perhiasan padanya.


"Kenapa tiba-tiba?" Tanya Loren menatap Christian sembari membuka kotak perhiasan yang ada di tangannya.


"Aku pikir aku bisa mencarinya lebih cepat, tapi ternyata malah terlambat sampai hari ini." Ucap Christian membuat Loren merasa bingung tetapi dia menunduk dan melihat perhiasan yang ada di kotak.


"Ini,," Loren mengambil salah satu perhiasan di kotak itu dan melihatnya dengan seksama.


Di perhiasan itu terukir nama ayah dan ibunya.

__ADS_1


"Aku hanya bisa menemukan lima perhiasan, yang lainnya telah dimodifikasi menjadi perhiasan lain." Kata Christian.


Loren menggelengkan kepalanya, "Tidak,, ini saja sudah cukup," ucap Loren memeluk Christian.


Mereka berdua berpelukan cukup lama sampai Christian membantu loreng memakai perhiasan milik ibunya.


"Bagaimana? Kau sudah siap?" Tanya Christian.


"Ya," jawab Loren dengan senyum indah mengukir di wajahnya lalu kedua orang itu berangkat ke kediaman keluarga Sinaga.


...


Di kediaman keluarga Sinaga, satu persatu tamu mulai datang dan para tuan rumah dengan sigap menyambut semua orang.


"Apa kau lelah? Sebaiknya istirahat dulu." Kata Bian yang khawatir pada perempuan itu sebab perempuan itu mengandung anaknya.


"Tidak apa, aku tidak selemah itu." Jawab Vionita.


"Baiklah," ucap Bian menghela nafas.

__ADS_1


Mereka kembali menyambut beberapa tamu sampai Yohana datang memanggil Vionita.


"Kak Bian tunggu sebentar," ucap Vionita dijawab anggukan Bian.


Vionita dan Yohana pergi ke sebuah sudut yang cukup sepi, "Ada apa Bu?" Tanya Vionita.


Yohana memperhatikan Kakek Perry, "Kau lihat pria yang sedang berbincang dengan kakekmu?"


Vionita mengikuti arah pandangan Yohana dan melihat seorang pria tampan yang sedang tertawa bersama kakek Perry.


"Ada apa dengan pria itu?" Tanya Vionita.


"Dia adalah pria dari keluarga Bimantara, tadi aku tidak sengaja mendengar kakekmu berbicara dengan perawatnya kalau dia adalah kandidat yang akan dijodohkan dengan Loren." Ucap Yohana.


"Apa?!! Bukankah keluarga Bimantara adalah keluarga nomor 5 di kota kota?" Sekejap kecemburuan Vionita tumbuh besar dalam hatinya.


Keluarga Maherson adalah keluarga nomor 9 di ibukota, kalau Loren mendapat pria dari keluarga yang lebih di atas lagi maka bisa jadi kakeknya akan kembali condong pada Loren!


"Itu dia!! Tugasmu nanti membuat reputasi Loren menjadi buruk di depan pria itu, kalau perlu manfaatkan kekasih sampah milik Loren agar pria dari keluarga Bimantara itu menjadi jijik pada Loren!" Ucap Yohana.

__ADS_1


"Baik Bu,, aku pasti akan melakukannya. Lebih baik Loren menikah dengan pria sampah itu daripada menikah dengan pria yang memiliki status lebih tinggi!!" Kata Vionita sambil menggertakkan giginya.


Pokoknya, Loren tidak boleh memiliki sesuatu yang lebih baik daripada dirinya!!!


__ADS_2