Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#116. Perasaan hangat dari Christian


__ADS_3

"Apa yang kau inginkan?!" Tanya Loren dengan keberanian yang ia kumpulkan dengan susah payah.


Dia harus berani,,, dia tidak boleh kalah dari perempuan ular yang tak tahu malu...!!!


"He,, kau berani juga ya... Ternyata kau sudah benar-benar berubah Loren,, sepertinya pria yang kabur bersamamu itu mengajarimu dengan sangat baik. Sangat beruntung,," cibir Vionita sembari tersenyum menyengir berusaha mempengaruhi Loren.


"Tutup mulutmu!! Apapun yang kau katakan itu semuanya adalah kebohongan. Dan suatu saat kebohongan pasti akan terungkap dan kau akan menyesal dengan semua yang sudah kau lakukan!!" Ucap Loren mengepal erat tangannya yang telah basah, keringatnya pasti telah menetes ke tanah karena saking gugupnya dia menghadapi Vionita.


"Oh ya...? Kebohongan mana yang kau maksud? Seorang perempuan yang bukannya kembali ke keluarganya setelah dia ingat jalan untuk pulang tetapi malah memilih tinggal bersama seorang pria asing yang--"


"Diam kau..!! Apa hakmu berbicara seperti itu padaku?! Kau tidak punya hak..!! Kau tidak punya hak!!!" Teriak Loren kini meneteskan air matanya sebab Dia sudah tidak tahan menghadapi perempuan di depannya.


Karena siapa Dia berakhir di pinggir jalan dan harus mengais tempat sampah setiap hari demi bertahan hidup?


Karena siapa dia harus menjalani hidup menderita selama bertahun-tahun?


Dan sekarang dirinya malah dituduh lari bersama seorang pria asing dan tidak mau kembali ke keluarga Sinaga?!!


"Ohh,, kau masih tau juga meneteskan air mata? Kalau kau tahu sebaiknya sekarang juga kau kembali ke keluarga Sinaga dan berpura-pura seperti tidak ada yang terjadi!! Kau bisa kembali seperti Loren yang dulu, Loren yang bodoh, Loren yang tidak tahu apapun, Loren yang selalu dipandang sebelah mata. Kalau kau lakukan itu aku akan membiarkanmu hidup tenang di kediaman Sinaga!!" Ucap Vionita sembari menggertakkan giginya mengancam Loren.


Seharusnya dari dulu Loren tidak perlu belajar menggambar, seharusnya perempuan itu tidak perlu belajar mendesain, seharusnya perempuan itu tidak pernah melakukan apapun yang membuat orang-orang menyanjungnya!!


Dengan begitu, kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi...!!


Dengan punggung tangannya Loren menyeka air matanya lalu dia menundukkan kepalanya melihat jarak antara kakinya dan kaki Vionita.


"Benar,, seharusnya aku tidak pernah melakukan semua hal tidak berguna itu." Ucapnya kembali ingat masa lalunya.


Dia mulai membuat dirinya berguna dengan mencoret-coret di kertas ketika dia bertemu dengan Christian.


Christian, pemuda remaja yang pernah ia tolong itu membuatnya berubah... Tapi tidak menyangka perubahan besar yang ia lakukan malah membuatnya kembali menjadi orang terbuang.

__ADS_1


Berakhir di jalanan karena iri hati dari sepupunya sendiri.


"Bagus kalau kau tahu." Vionita tersenyum puas akhirnya dia berhasil mempengaruhi Loren.


"Sekarang masih belum terlambat untuk kembali seperti semula. Kau bisa ikut denganku kembali ke keluarga Sinaga dan aku akan bicara baik-baik pada kakek supaya dia mau menampungmu di rumah. Kau hanya perlu kembali seperti semula, tidak perlu memperhatikan apapun di sekitarmu, hanya perlu terlihat bodoh di depan semua orang dan kau bisa menjalani hidupmu dengan tenang. Aku janji, aku tidak kan pernah lagi mengganggumu." Ucap Vionita penuh harap.


Dia sangat berharap Loren akan menyetujuinya, dengan begitu dia bisa kembali hidup tenang dan tidak perlu memikirkan Loren yang terus menghantuinya untuk merebut semua miliknya.


Tapi diluar dugaannya Loren mengangkat wajahnya dan mata yang berlinang air mata itu menatap ke arahnya dengan tajam.


"Heh,, Kau pikir aku masih bisa terjebak olehmu? Saat ini aku sudah menemukan tujuan hidupku, jadi,, apapun yang kau katakan, apapun yang akan kau lakukan padaku aku tidak akan pernah menghentikanmu. Tapi,, ingat satu hal, aku tidak akan pernah bersikap lemah lagi di hadapanmu!!


"Mari kita lupakan semua yang terjadi di masa lalu, tapi apa yang akan terjadi di masa depan, aku harap Kau tidak perlu membawa masa lalu kita lagi!" Ucap Loren dengan suara yang terdengar sangat kuat layaknya perempuan yang baru bangkit dari keterpurukan nya setelah melihat sebuah cahaya.


Ucapan Loren membuat Vionita tertegun perempuan itu terdiam beberapa detik dan tidak menyadari Loren yang sudah melangkah meninggalkan nya.


"Oh, satu lagi," tiba-tiba Loren menghentikan langkahnya lalu dia berbalik melihat punggung Vionita.


'Bagaimana bisa?? Bagaimana bisa Loren berbicara seperti itu?! Perempuan itu,, beraninya dia mengancam ku..!!' Vionita menggertakkan giginya dan mengepal erat tangannya.


Dia sungguh tidak percaya bahwa suatu saat nanti Loren berani melawannya dan bahkan berani menggertak nya!!


Christian yang duduk di dalam mobil melihat tubuh gemetaran Vionita.


Pria itu tersenyum miring lalu melihat sang supir "Ayo pergi." Katanya.


Mobil segera keluar dari restoran lalu berhenti di pinggir jalan di mana Loren sedang berdiri di sana menunggu mereka.


Christian langsung membuka pintu dan melompat ke arah Loren memeluk perempuan itu.


"Hiks,, hiks,, hiks,,," merasakan pelukan hangat dan sangat familiar serta mennenangkannya, Loren tak mampu lagi menahan derai air matanya.

__ADS_1


Dia tidak bisa menyembunyikan apapun di hadapan Christian, bahkan setetes air mata saja,, dia akan memperlihatkannya pada pria itu.


"Aku di sini,," ucap Christian mengelus punggung Loren.


Dia sangat tersanjung dengan apa yang dilakukan Loren hari ini, tetapi dia juga merasa sakit hati atas apa yang dikatakan Vionita pada perempuannya.


Beberapa menit terus berpelukan di pinggir jalan akhirnya hujan yang dingin di malam itu mengguyur bumi.


Dengan segera Christian membawa Loren ke dalam mobil.


Pria itu mendudukkan Loren di pangkuannya dan memeluk perempuan itu supaya tetap hangat, dia tidak mengatakan apapun dan hanya membiarkan air mata Loren terus membasahi kemeja putihnya.


"Hari ini,, apa saya terlihat keren?" Suara Loren tiba-tiba mengejutkan Christian setelah perempuan itu lama terdiam diperlukannya.


Dengan segera Cristian menggunakan jari-jarinya menyentuh wajah Loren dan memaksa perempuan itu menatapnya.


"Kau sangat keren." Kata Christian menundukkan kepalanya dan mendaratkan ciuman di bibir Loren.


Setelahnya Cristian mengarahkan bibirnya menciumi sisa-sisa air mata Di pipi Loren hingga perempuan itu kegelian di bawah perlakuan Christian.


"Aku harap ini terakhir kalinya aku membantu membersihkan air mata ini. Kedepannya hanya boleh ada tawa senyum dan bahagia. Mengerti?!" Ucap Christian.


"Mengerti Tuan,,, terima kasih." Kata Loren mengulurkan tangannya ke leher Cristian dan menarik tubuhnya ke atas mendaratkan sebuah ciuman di bibir Christian.


Perasaan hangat menyelimuti hatinya. Dalam sekejap perlakuan Christian padanya mampu menghilangkan rasa trauma yang ia dapatkan setiap kali bertemu dengan Vionita.


@Interaksi



Halla,, si reder ini aneh banget,, dia yang nyinyir di kolom komentar tapi dia yang malah marah bila di balas nyinyir...!!! Dasar....!

__ADS_1



__ADS_2