
"Kau yakin?" Tanya Christian.
"Iya benar," jawab Ransi.
Segera setelah mendengar ucapan Ransi, Christian kembali membuka kemejanya.
"Carikan aku pakaian yang lebih baik dari semua ini! Kau punya waktu 5 menit!" Perintah Christian membuat Ransi kebingungan.
Di mana lagi Dia akan mendapat pakaian yang lebih baik dari pakaian-pakaian yang tergeletak di lantai?
Semua pakaian yang telah dihamburkan Christian di lantai adalah pakaian-pakaian yang terbaik yang di desain khusus! Untuk mendapatkan satu pakaian bagi pria itu saja dia membutuhkan paling tidak satu bulan pemesanan!
Ini hanya 5 menit?!
Tapi Ransi tidak punya pilihan dia lalu menghubungi seorang perancang busana yang menjadi perancang pribadi Christian selama beberapa tahun ini.
Setelah menutup teleponnya, Ransi kemudian berkata "5 menit tidak cukup untuk menyiapkan satu set pakaian untuk tuan. Beri saya tambahan wkatu 10 menit lagi." Ucapnya.
"Kau mau membuat Loren menungggu 15 menit?!" Langsung teriak Christian pada Ransi membuat Ransi tersentak kaget.
Ini hanya makan malam biasa! Haruskah merepotkan banyak orang?!
Akhirnya Ransi tidak punya pilihan lain selain berlari ke lantai atas dimana terdapat pakaian yang disimpan karena setelah di buat di tolak oleh Christian.
__ADS_1
Pria itu mengambil banyak pakaian lalu kembali turun ke lantai bawah.
"Untuk apa pakaian sebanyak itu?" Tiba-tiba suara Loren mengejutkan Ransi saat pria itu sedang berlari bersama beberapa pengawal ke kamar Christian.
"Oh,, syukurlah Nona disini, tolong pilih salah satu pakaian-pakaian ini, mana yang paling cocok untuk Tuan Christian!" Ucap Ransi memperlihatkan pakaian-pakaian itu pada Loren.
"Kenapa harus aku? Tuanmu mau kemana?" Tanya Loren dengan hati gemetar.
Dia pikir pria itu akan pergi keluar makanya sampai pusing memilih pakaian yang tepat. Berarti makan malam mereka tidak akan jadi.
Loren merasakan kekecewaan menyelimuti hatinya.
"Inilah masalahnya, dia hanya ingin makan malam denganmu tetapi merepotkan semua orang untuk memilih pakaian." Jawab Ransi yang tidak mau menjaga image Christian di depan Loren.
"Kau yakin?" Tanya Loren yang sangat terkejut dengan ucapan Ransi.
Jantungnya yang tadi gelisah kini memberontak di tempatnya.
Benar kah Christian mau makan malam dengannya? Tidak... Mungkinkah pria itu sangat pusing memilih baju hanya untuk makan malam bersama nya?
Mengapa pria itu...?
"Kalau Nona tidak percaya Nona bisa memilih salah satu pakaian dan Tuan Christian pasti akan memakainya." Ucap Ransi penuh percaya diri.
__ADS_1
'Tidak ada salahnya memilih salah satu. Aku akan lihat apakah yang dikatakan Ransi itu benar atau tidak.' pikir Loren lalu memikirkan untuk memilih pakaian rumah sederhana.
Loren memperhatikan beberapa pakaian itu lalu memilih salah satu pakaian.
"Terima kaish Nona." Ucap Ransi dengan perasaan lega lalu pria itu segera membawa pakaian yang ditunjuk oleh Loren ke kamar Christian.
Loren memandangi kepergian Ransi yang terburu-buru lalu kedua tangannya diletakkan di dadanya.
'Benarkah? Ini kenyataan? Aku pernah melihat adegan ini di televisi, adegan pria yang jatuh cinta.' wajah Loren segera memerah saat perempuan itu berbalik kembali ke kamarnya, dengan langkah yang cepat dan hati yang kacau.
Kacau karena dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan Ransi dan lebih kacau lagi karena dia akan memastikan apakah ucapan Ransi benar atau tidak.
"Kalau yang dikatakan Ransi itu benar, maka apa yang harus kulakukan?" Loren sangat cemas.
Ia membuka laci di mana dia meletakkan jepit dasi milik Christian dan gantungan dinding yang ia buat untuk pemilik jepit dasi itu.
Loren tersenyum tak karuan.
@Interaksi
Kan otor jomlo demi kalian,, supaya gak berasa patah hati gitu 😂😂😂
__ADS_1