
"Ya, terserah kalian saja," Ransi tidak peduli lagi, pria itu berdiri dengan kesal sebab pekerjaannya masih banyak dan dua orang itu sudah datang merecokinya.
Melihat Ransi yang keras kepala, Gunawan menjadi ragu pada keponakannya.
Kalau memang Christian melirik keponakannya maka seharusnya pria itu memberitahu asistennya supaya memperlakukan keponakannya dengan baik, tapi ini??
Gunawan langsung menoleh pada Chatalina lalu berkata, "Sepertinya, sekarang ini kita kembali saja."
"Paman!!" Chataline langsung berteriak dengan kesal, mengapa semua orang tidak mempercayainya?
Padahal dia sungguh-sungguh! Christian benar-benar menyukainya!!!
Ransi tersenyum melihat dua orang itu, "Pamanmu jauh lebih mengerti daripada kau."
"Tidak!!" Chataline menggertakan giginya lalu dia melirik pada sebuah pintu yang terlihat mewah. Perempuan itu langsung berlari ke arah pintu dan mendorong pintu itu hingga terbuka.
Ransi tidak menyangka kenekatan Chataline, pria itu merasakan jantungnya hendak meledak di tempat.
Ransi langsung berlari mengejar Chataline yang sudah memasuki ruangannya dan pria itu mematung di tempatnya saat melihat Christian yang baru saja keluar dari kamar pribadinya kini dihampiri oleh Chataline.
"Kak Christian!" Seru Chataline dengan senyum mengembang berlari kecil pada pria itu. Matanya berbinar-binar penuh bahagia.
__ADS_1
Dap dap dap..
Ransi mempercepat langkahnya lalu sedikit bernafas lega ketika dia berhasil meraih tangan Chataline dan menahan perempuan itu agar tidak mendekati Christian.
"Astaga lepas!!" Bentak Chataline berusaha melepaskan cekalan Ransi dari tangannya.
"Maafkan saya Tuan, saya telah lalai." Ucap Ransi pada Christian mengabaikan Chataline yang terus meronta-ronta.
Sementara Chataline, perempuan itu langsung mengertakan giginya begitu mendengar ucapan Ransi.
Perempuan itu langsung berbalik menatap Christian dan berkata, "Kak Christian, asistenmu ini sudah keterlaluan padaku. Sudah berkali-kali aku menghubunginya untuk bisa dipertemukan denganmu, tetapi dia terus menghalangiku. Dia bahkan berbohong kalau kau tidak ada di ruangan mu, dia benar-benar penghalang untuk hubungan kita!! Kau harus memcatnya!!"
Christian berdiri dengan tatapan tenangnya melihat Chataline yang berusaha melepaskan diri dari Ransi.
Mendengar itu, ransi langsung mengangkat wajahnya benar-benar tidak percaya dengan hukuman yang ia dapat.
3 bulan?!!!!
"Bagus sekali!! Sekarang, itu menjadi pelajaran untukmu!!!" Ejek Cahtaline pada Ransi.
Dia merasa sangat senang, akhirnya Ransi mendapat hukuman atas perbuatannya.
__ADS_1
"Keluar!" Ucap Christian merasa sangat kesal lalu pria itu berbalik memasuki ruang istirahat dan menutup pintu dengan keras.
Chataline terdiam di tempatnya melihat Christian yang menghilang di balik pintu.
'Kenapa???'
Belum sempat Chataline memikirkan jawaban untuk pertanyaan dalam hatinya ketika ia sudah diseret dengan paksa oleh Ransi.
"Lepas!!!" Teriak Chataline yang merasa linglung.
Mengapa Christian menghukum Ransi, tapi pria itu sama sekali tidak berbicara dengannya? Bahkan tidak menyuruhnya untuk tinggal?
Setelah menarik Chataline keluar dari ruangan Christian, Ransi tidak bisa lagi menahan amarahnya.
Pria itu langsung menoleh pada security yang telah datang lalu berteriak, "Sialan!! Usir mereka berdua dari sini, dan mulai hari ini Tuan Peron tidak perlu lagi bekerja di kantor ini!!"
Setelah berteriak kesal, Ransi menggertakan giginya lalu pria itu pergi ke ruangannya dengan kemarahan memenuhi seluruh hatinya.
Gajinya di potong 50% karena Chataline dan paman sialannya itu!!!
Gunawan yang mendengar hal itu kini terpaku di tempatnya dengan tubuh gemetar.
__ADS_1
Di pecat?