
Berdiri di dalam lift, Loren merasakan perutnya mulai mendemo mencari makan siang.
Perempuan itu terdiam sembari berusaha menahan supaya perutnya tidak menimbulkan bunyi yang akan mempermalukan nya di depan sang pengawal.
"Emm,, kita mau kemana?" Tanya Loren.
"Itu, saya hanya ditugaskan mengantar Nona ke lantai 71." Jawab sang pengawal.
Loren tidak bertanya lagi, dia tidak mau merepotkan pengawal itu.
Ting!
Lift akhirnya berhenti dan Loren bernafas dengan lega keluar dari lift karena perutnya benar-benar bekerja sama dengannya.
Setelah beberapa langkah dari lift, mereka berbelok ke sebuah ruangan lalu terlihat seorang pria sedang menunggu mereka.
Christian berdiri sembari memasukkan kedua tangannya ke saku celananya. Pria itu telah mengganti pakaiannya dengan stelan formal.
Tatapannya terpukau oleh paras seorang perempuan yang berdiri di hadapannya.
"Tu,, Tuan," Loren merasa malu karena ditatap Christian seperti hendak menerkamnya.
"Kau cantik sekali," kata Christian berjalan kearah Loren dengan langkah perlahan membuat Loren salah tinggal di tempatnya tidak tahu harus berbuat apa.
Sekejap saja pipinya tampak sangat merona membuat pipi Loren seperti ceri merah segar yang menggoda untuk di gigit terutama pada lesung pipinya.
Christian berdiri di depan Loren lalu mengulurkan tangannya ke arah wajah Loren dan menyentuh pipi Loren.
Deg!
__ADS_1
Deg!
Loren merasa malu, senang, bersemangat, dan serasa ingin melarikan diri tapi ingin juga memeluk pria di depannya.
"Kenapa kau begitu cantik?" Christian merasa tersihir, perlahan-lahan ia menundukkan kepalanya untuk mencuri sedikit saja ciuman ketika dia baru akan menyentuh kulit lembut Loren dan sebuah suara menghentikan pergerakannya.
Kruk kruk....
Dua orang yang saling bertatapan sangat terkejut.
Loren yang menjadi orang paling salah tingkah sembari memegang perutnya dan spontan menunduk merasa sangat malu.
Sementara Christian, pria itu hanya tersenyum lalu menggandeng salah satu tangan Loren "Ayo makan."
Dengan langkah malu-malu nya Loren mengikuti Christian dari belakang hingga mereka tiba disebuah ruang privat yang telah dipesan oleh Christian.
'Dia benar-benar menepati perkataannya kalau dia akan makan bersama ku sebanyak 3 kali sehari.' pikir Loren dalam hati sembari memandang Christian yang sedang memotong steak untuknya.
'Tapi kalau hanya untuk makan siang bersama, mengapa aku harus berdandan seperti ini? Mungkinkah setelah makan siang akan ada kejutan lain?' Loren tersenyum ceria memikirkan kejutan lain yang disiapkan Christian.
Seperti dalam film yang ia nonton setelah acara makan-makan ada sesuatu yang spesial sebagai penutupnya.
Tapi di dunia nyata, mungkinkah?
"Ayo makan," Christian memberikan Loren steak yang sudah ia potong potong.
"Terima kasih," kata Loren mengambil garpu dan mulai menyantap steak itu.
"Setelah ini aku akan membawamu ke suatu tempat." Ucap Christian langsung menarik perhatian Loren, perempuan itu mengangkat wajahnya menatap Christian.
__ADS_1
"Kemana?" Tanya Loren penasaran.
"Suatu tempat yang masih rahasia," jawab Christian tersenyum nakal.
Dengan begitu Loren mempercepat makan siangnya lalu setelah makan siang mereka berdua menaiki mobil dan meninggalkan hotel.
Keduanya tiba di sebuah gedung besar yang merupakan gedung serbaguna yang di sewakan untuk acara-acara penting.
Loren melihat keluar jendela, ada banyak orang yang datang dengan pakaian-pakaian terindah yang mereka miliki.
"Semuanya fashionable... Apa yang kita lakukan di sini?" Tanya Loren pada Christian.
"Kau akan tahu." Jawab Christian lalu pria itu segera turun dari mobil dan menggandeng Loren memasuki jalur VIP.
Keduanya tiba di lantai atas yang merupakan tempat duduk khusus bagi tamu kehormatan.
"Wohh,,," semangat Loren langsung membara saat melihat area catwalk di bawahnya.
Hal seperti itu merupakan mimpi baginya. Mimpi yang sudah terkubur sejak ia di lempar ke jalanan, tapi sekarang, Seorang pria membantunya menggapai mimpi itu lagi.
Melihat model berjalan di atas catwalk.
@Interaksi
He'ee... sama seperti otor yang terlalu rapuh 🐽
__ADS_1