Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
s2. 97. Ciuman yang membuat tenang


__ADS_3

Pria itu masih dalam keadaan gelisah saat ponselnya tiba-tiba berbunyi.


Kegelisahannya semakin bertambah saat mengenali kode nomor penelpon adalah kode nomor negara z.


Sambil mengepalkan tangannya, pria itu memejamkan matanya dengan keringat bercucuran di keningnya.


Beberapa saat kemudian.


Tut!


Christian itu akhirnya menekan tombol tolak pada persoalannya lalu menghela nafasnya berapa kali untuk menenangkan dirinya.


Drrtt..... Drrtt....... Drrttt........!


Baru beberapa detik selesai dimatikan ponselnya, panggilan itu kembali lagi.


Christian menggertakkan giginya lalu pria itu mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan masuk.


"Katakan!!" Langsung jawab pria itu dengan gigi diceritakan.


"Ha ha ha... Sepertinya kau sangat marah,,, bagaimana? Bagaimana rasanya saat rahasia terbesar mu terbongkar ke publik? Apakah en--"


Tut tut tut....

__ADS_1


Christian mematikan ponselnya lalu berdiri gemetar..


Bagiamana rasanya?????


Bagaimana rasanya membunuh orang tua sendiri???


Drrtt..... Drrtt....... Drrttt........!


Christian melihat panggilan yang kembali masuk dengan nomor yang baru saja berbicara dengannya, jadi pria itu melemparkan ponselnya ke tembok.


Buk!!!


Loren yang baru saja membuka pintu begitu terkejut karena ponsel yang terlempar ke dinding yang dekat dengan pintu.


"Sayang.." pria itu dengan panik mendekati Loren lalu mengambil alih nampan berisi kopi dari tangan Loren.


Tak lupa pula pria itu menarik Loren ke dalam pelukannya lalu dengan cemas bertanya, "kau baik-baik saja? Apa kau terkejut?"


Loren yang belum sempat bereaksi karena rasa kejut yang masih memenuhi tubuhnya kini mengerjapkan matanya lalu menghirup aroma tubuh suaminya dengan tarikan nafas yang panjang.


"Aku baik-baik saja, tapi bagaimana dengan suamiku?" Tanya Loren sembari mengangkat kepalanya menatap Christian yang tampak pucat dipenuhi keringat.


'Apakah trauma nya kambuh lagi?' Pikir Loren dalam hati sembari mengulurkan tangannya memegang pipi suaminya.

__ADS_1


Rasa hangat dari telapak tangan Loren langsung membuat Christian merasa lebih baik dan pria itu memejamkan matanya sembari memiringkan kepalanya agar lebih dekat dengan telapak tangan Loren.


Melihat hal itu, Loren tersenyum lalu mengulurkan satu tangannya lagi hingga kedua tangannya menangkup pipi Christian.


"Jangan khawatir, aku selalu di sisimu," ucap Loren membuat Christian merasa sangat hangat, jadi tangannya yang merangkul perempuan itu semakin menambah kekuatannya menarik Loren agar lebih dekat dengannya.


"Aku tahu,, terima kasih,," ucap Christian membuka matanya satu menciumi sala satu telapak tangan Loren.


"Baguslah kalau kau tahu,," ucap Loren berjinjit mendekatkan bibirnya mencium suaminya dengan hangat.


Tangan perempuan itu pun dipindahkan juga ke leher Christian agar dia bisa menarik kepala pria itu lebih dekat dengannya.


"Segera, Christian meletakkan nampan di tangannya pada sebuah meja di dekat mereka.


Lalu pria itu menggunakan dua tangannya merangkul erat Loren sembari memperdalam ciuman mereka.


Rasa trauma yang sedari tadi melanda nya pun langsung hilang dalam sekejap digantikan perasaan tenang.


Dia seperti mengkonsumsi obat hidup yang selalu memberinya rasa nyaman.


'Syukurlah dia sudah baik-baik saja,' ucap Loren dalam hati merasa sangat lega menyadari tubuh suaminya yang sedari tegang seperti busur yang ditarik yang kencang kini menjadi rileks.


Perempuan itu lalu memejamkan matanya dan menikmati ciuman christian yang penuh dengan rasa sayang.

__ADS_1


Ciuman menggebu yang membuat siap pun akan melayang hingga lupa bahwa bumi berbentuk bulat.


__ADS_2