Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#155. Christian berjalan ke arah mereka


__ADS_3

"Jadi,, itu sebabnya aku bersikap kasar pada kalian karena dia menceritakan bahwa Nona Loren ini adalah orang yang buruk." Ucap Cahtaline langsung membuat Siren memukul meja dengan keras.


"Apa?!! Bisa-bisanya!!!" Siren menggertakkan giginya.


"Memangnya apa yang dikatakan Vionita?" Loren dengan wajah yang tegang bertanya pada Chataline.


Cahtaline menghela nafas "Ya,, ini cukup buruk. Jadi dia bilang kau adalah mantan gelandangan yang kemudian merayu pria kaya supaya bisa membuatmu bekerja sebagai desainer.


"Kau tahu,, Sebenarnya aku tidak ingin mempercayainya tapi dia menceritakannya dengan sangat meyakinkan,,, apa lagi sandiwaranya itu,,,,, hah,, itu sebabnya kemarin di lokasi syuting aku menolak kalian tetapi kejadiannya malah di luar kendali.


"Hah... aku sangat kesal pada Vionita, makanya aku berencana membongkar sifat aslinya pada kekasihnya, Tapi sayangnya perempuan itu terlalu pandai berakting jadi kekasihnya benar-benar terjebak dalam sandiwara nya!!!" Kesal Chataline sambil menggertakkan giginya.


"Jadi sepeti itu?!! Astaga!! Jadi sebenarnya ini bukanlah salah Nona Chataline, tetapi ini salah Vionita yang sudah mengatakan hal yang tidak-tidak tentang Nona Chataline! Dia provokator kurang ajar!!!" Geram Rika mendengar cerita Chataline.


"Kalau begitu mungkin saja Vionita juga mendekati Mia karena sebenarnya dia punya maksud dan tujuan yang buruk untuk Kak Loren. Kalian tahu 'kan apapun yang kita lakukan pasti selalu diberitakan Mia pada Vionita, mungkinkah sekarang dia memperalat Mia untuk memata-matai kita?" Ucap Siren melihat Loren.


Kalau Vionita memang punya dendam pribadi dengan Loren maka bisa jadi perempuan itu benar-benar memiliki niat lain!


"Astaga!! Aku tidak percaya ini!!!" Ucap Rika dengan mulut terbuka.


Cahtaline mengangguk "Benar, perempuan licik itu memang memiliki dendam pribadi padamu, buktinya dia sengaja memprovokasi ku agar tidak memakai pakaian mu, itu artinya dia menghalangimu untuk sukses." Ucap Cahtaline.


Dengan wajah membekunya Loren menurunkan tangannya ke bawah meja dan mengelap keringat di tangannya ke sapu tangan yang sedari tadi berada di pahanya.


"Aku rasa tidak pantas membahas hal seperti ini di makan siang kita, sangat mencemari makan siang ini. Tapi aku akan memikirkan hal ini," ucap Loren yang merasa dorongan kemarahan dari hatinya semakin memuncak.

__ADS_1


Sangat bahaya bila dia lepas kendali di depan 3 perempuan yang sednga makan bersamanya.


"Iya, benar sekali,, sebaiknya kita tidak membahasnya sekarang." Ucap Rika kembali menatap makanannya.


"Tapi aku hanya ingin tahu satu hal, ini tentang Bian, apa menurutmu pria itu terlibat dalam kebusukan yang dilakukan oleh Vionita atau pria itu tidak tahu apa pun?" Chataline kembali bertanya sebab dia hanya ingin memastikan hal tersebut agar dia lebih mantap membalas dendam pada Vionita lewat Bian.


"Ahh, itu,, ya,, aku rasa dia tidak tahu." Jawab Loren, selama ini dia mengenal Bian sebagai pria yang baik jadi tidak Mungkin Bian melakukan hal-hal yang tak sepantasnya.


Pastilah Vionita menyembunyikan semuanya dari Bian.


"Bagus!!" Langsung kata Chataline merasa puas dengan informasi yang ia terima.


Sekarang ia tak perlu ragu-ragu lagi karena dia akan menghancurkan hubungan Bian dengan Vionita sebagai balas dendamnya atas hal memalukan yang telah Ia alami karena ulah Vionita.


Akhirnya makan siang itu kembali berlanjut, mereka berbincang-bincang ringan sampai akhirnya makan siang mereka berakhir.


Pikiran buruknya tentang Chataline sudah tidak ada lagi sebab perempuan itu ternyata melakukan hal bodoh di lokasi syuting hanya karena dihasut oleh seorang designer yang menjadi saingan mereka!!!


"Ya sama-sama, lain kali jika ada waktu luang aku pasti akan mengajak kalian untuk makan siang bersama lagi." Ucap Chataline membuat Rika mereka bersorak kegirangan.


"Kami pasti mennatikannya!!" Ucap Rika penuh semangat.


Akhirnya ke-4 perempuan itu keluar dari ruangan VIP, begitu tiba di luar mereka melihat Zaidan sedang berdiri di dinding sembari memainkan ponsel.


"Lho, Tuan Zaidan?" Loren bertanya dengan wajah herannya, mengapa pria itu malah menunggu di luar dan tidak ikut makan bersama mereka?

__ADS_1


"Ahh, kalian sudah selesai,," Zaidan langsung menyimpan ponselnya ke saku celananya.


"Iya," jawab Loren.


"Kalau begitu ayo pergi, kami akan mengantar kalian kembali ke kantor." Ucap Zaidan.


Semua orang kini melangkahkan kaki mereka untuk menjauhi tempat itu tetapi Chataline masih tertinggal di tempatnya sembari melirik ke ruang VIP yang tadi dimasuki Cristian.


'Apakah Tuhan Christian benar-benar tidak keluar?' pikirnya merasa kecewa.


Ketika ia hendak berbalik menyusul semua orang, tiba-tiba pintu ruang VIP itu terbuka lalu seorang pria keluar dari sana dan berjalan kearah Chataline.


"Tuan Christian?!" Zaidan yang melihat Christian kini membuka mulutnya dengan rasa tak percaya hingga suaranya menghentikan 3 perempuan yang hendak meninggalkan tempat itu.


Semua orang kini berbalik menatap Christian yang berjalan ke arah mereka.


Deg!


Deg!


Deg!


@Interaksi


__ADS_1


Ok,, THRnya 10 bab di cicil selama 1 bulan....!



__ADS_2