Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#231. Mia yang berkhianat


__ADS_3

Seluruh anggota tim dosen dari LC duduk di tempat duduk mereka saat Vionita kini pingsan di panggung.


"Astaga!! Dia benar-benar kurang ajar!! Perempuan licik sialan itu benar-benar melakukan plagiat terhadap karya Kak Loren!! Aku doain dia tidak akan pernah tenang seumur hidupnya dan kalau bisa dia berakhir menjadi orang gila!!" Siren mengatakan segala umpatan dalam hatinya karena merasa sangat kesal pada Vionita.


Awalnya Loren lah yang dituduh melakukan plagiat terhadap karya perempuan itu tapi ternyata sekarang... Dasar menjijikkan!!!


"Iya aku sangat kesal...! Tapi Mia,," Mentari melihat ke arah Mia yang kini terpaku di tempatnya dengan wajah biru menatap kearah bukti yang terpampang di layar besar pada belakang panggung.


Bukti percakapannya dengan Vionita,, namanya tertera jelas di sana!!!


"Sialan!!"


"Plak!!" Satu tamparan dari Megi mendarat dengan mulus di wajah Mia membuat perempuan itu akhirnya tersadar dan memegangi pipinya.


"Kau kurnag ajar!!" Megi hendak melompat untuk kembali memberi pelajaran pada Mia ketika Gio langsung menarik perempuan itu.


"Jangan halangi aku!! perempuan ****** itu ,, beraninya dia menghianati Kak Loren seperti itu! Apakah dia tidak sadar bahwa selama ini Kak Loren memperlakukannya dengan sangat baik?!!" Megi terus berteriak hendak menyerangnya sehingga menarik perhatian seluruh orang.


Semua orang melihat kearah mereka dengan tatapan tak percaya dan terlebih menatapnya dengan tatapan jijik mereka.

__ADS_1


"Aku,, aku,," Mia gelagapan di tempatnya tanpa tahu harus melakukan apa saat semua orang memandangnya.


"Mia,, sebaiknya kau persiapkan dirimu untuk masuk penjara!! Kau melanggar kontrak dengan perusahaan dan,, ah sudahlah!! Dasar pengkhianat!!!" Geram Siren berjalan meninggalkan Mia diikuti yang lainnya.


"Tidak tahu malu!!"


"Dasar perempuan bodoh!!"


"Makan tuh cita-citamu untuk pindah dan bekerjasama bersama Vionita. Yang ada kalian akan bersama-sama di penjara!!" Ucap Mentari sembari menggertakan giginya meninggalkan Mia.


Tetap duduk di kursinya, Mia merasakan seluruh tubuhnya gemetaran dan perempuan itu tertunduk menghindari semua tatapan dari orang-orang yang ikut mencibirnya.


'Mengapa?? Mengapa jadi begini?? Bukankah Kak Vionita bilang bahwa semuanya akan berjalan lancar dan baik-baik saja? Bukankah dia bilang kalau aku akan naik ke posisi kepala tim setelah acara ini selesai??' nafas memburu memikirkan bagaimana Vionita telah menipunya.


"Perempuan seperti dia benar-benar tidak patut dikasihani, bisa-bisanya dia menghianati perusahaan dan rekan kerjanya!!! Sungguh perbuatan yang tidak terpuji!!" Semua orang di sekitar Mia berbisik-bisik mencibirnya hingga membuat perempuan itu semakin gemetar di tempatnya.


Tak tahan Lagi mendengar semuanya, akhirnya Mia berdiri dan berlari tunggang langgang meninggalkan ruangan tersebut.


"Aku harus pergi dari sini, aku harus pergi,,," katanya sembari berjalan ke arah pintu keluar, tetapi belum saja dia keluar saat dua pengawal mencegahnya.

__ADS_1


"Dia adalah salah satu orang yang bekerja sama dengan Vionita,, ayo bawa dia!!" Ucap salah seorang pengawal lalu ia diseret ke sebuah mobil.


"Tidak!! Bukan!! Bukan aku!! Kalian salah orang!!" Mia terus menyangkal saat dia diseret dengan paksa ke atas mobil.


"Diam!! Sebentar lagi kau akan berakhir di penjara!!" Ucap sang pengawal tidak menghiraukan teriakan Mia dan hanya menyeret perempuan itu ke dalam mobil lalu menutup pintu mobil.


Begitu masuk ke mobil, Mia bisa melihat Vionita yang tak sadarkan diri di mobil itu.


Karena sangat marah pada Vionita, perempuan itu langsung melompat ke arah Vionita dan mencabik-cabik Vionita dengan begitu brutalnya.


"Sialan!! Dasar penipu!! Aku akan membunuhmu!!" Teriak Mia memukuli Vionita hingga membuat Vionita yang pingsan akhirnya sadar.


"Apa yang kau lakukan akhh!!!!"


"Rasakan ini!!!"


"Lepas!!!"


"Kaus jalan!! Penipu sialan!!!

__ADS_1


"Sakit!!!"


Dua orang pengawal yang duduk di kursi depan melihat perempuan yang kini bertengkar di belakang, mereka hanya bisa terdiam tanpa ada niat untuk melerai.


__ADS_2