
Di pintu masuk, seluruh tamu yang diundang telah datang, jadi seluruh keluarga Sinaga kini memasuki ruangan, tapi mereka terkejut saat melihat orang-orang sedang terfokus pada satu titik.
"Ada apa di sana?" Yohana bertanya sembari berjalan ke arah kerumunan.
Baru saja dia akan melangkahkan kakinya ke arah kerumunan ketika beberapa orang berseragam hitam menerobos masuk menyenggol Yohana, perempuan itu hampir tersungkur seandainya Rama tidak memegangnya.
"He!! Siapa orang-orang Tidak sopan itu?!!" Kesal Yohana memandang 3 pria berjas hitam dengan kacamata hitam yang berjalan cepat ke arah kerumunan.
"Ayo lihat," ucap Rama lalu mereka semua mendekat ke arah kerumunan.
Salah seorang pria berseragam hitam yang tampak seperti pemimpin dari dua orang yang bersamanya bertanya pada semua orang, "Dimana pria yang bernama Radit Bimantara?"
Mendengar pertanyaan orang itu, Radit yang sedang terpaku kini melihat pada pria yang baru saja bertanya. "Akhirnya kalian datang!! Cepat pukul pria sampah itu!! Aku ingin kalian memotong kedua tangan dan kedua kakinya!!" Perintah Radit yang mengirim mengira 3 orang berjas hitam itu adalah orang suruhan yang dikirim oleh bawahannya untuk mengurus Christian.
Meski keluarganya sudah dikatakan bangkrut, tapi paling tidak dia harus memiliki muka untuk memberi pelajaran pada pria sampah yang sudah membuat wajahnya kesakitan.
__ADS_1
Semua orang yang mendengar ucapan Radit langsung berbisik-bisik, "Astaga dia sudah bangkrut tapi dia masih saja ingin melukai orang lain. Tapi bagaimana bisa orang yang sudah bangkrut memiliki kekuasaan untuk memerintah? Aku lihat pengawal ini bukan pengawal biasa."
"Kau pria bernama Radit Bimantara?" Tanya Pria berseragam hitam.
"Tentu saja aku!! Apakah kau sudah tidak mengenal Tuanmu lagi?!!" Teriak Radit pada pengawal yang baru saja berbicara.
Tapi detik berikutnya dia terkejut ketika pengawal mendekat ke arahnya lalu dengan satu gerakan melumpuhkan Radit.
"Bawa dia, Tuan menyuruh kita untuk memotong tangannya dan menyungkil matanya untuk diberikan pada lalat-lalat di tempat sampah!!" Ucap pria berseragam hitam lalu dua orang bawahannya segera menyeret Radit.
"Diam!! " Salah satu pria yang memegang nyi Radit mengerahkan sebuah sapu tangan ke mulut Radit hingga pria itu tak dapat lagi berteriak.
Semua orang terpaku melihat kejadian itu, beberapa detik setelahnya mereka tersadar lalu melihat pada Christian.
Yohana yang melihat para pria itu menyeret seseorang keluar hanya bisa tertegun di tempatnya.
__ADS_1
'Astaga,, hampir saja aku menyinggung mereka,' pikirnya ketakutan karena seandainya tadi orang-orang itu mendengar ucapannya maka bukan hanya pria itulah yang diseret keluar tapi dirinya juga akan diseret seperti pria itu.
"Apa kalian dengar? Orang-orang itu mengatakan bahwa tangan dan matanya akan diberikan pada lalat di tempat sampah. Bukankah itu mirip dengan yang dikatakan oleh pria itu?" Salah seorang berkata sembari melihat ke arah Christian yang tampak tenang merangkul Loren.
"Benar sekali,, tapi tidak mungkin pria seperti itu memiliki kekuasaan untuk membangkrutkan keluarga Bimantara, ini pasti hanya kebetulan saja." Ucap yang lainnya.
Sementara di depan kediaman keluarga Sinaga, beberapa orang yang dipanggil Radit Baru saja datang, mereka terkejut melihat Radit kini diseret oleh tiga orang.
Mereka hendak mendekat untuk menolongnya ketika mereka terkejut saat mengenali ketika orang itu.
"Sial!!! Ayo cepat sembunyi!!!" Ucap orang-orang yang dipanggil Radit lalu mereka semua bersembunyi membiarkan Ketiga orang itu lewat.
"Mengapa Tuan Radit dibawa oleh orang-orang dari pusat?" Mereka bertanya-tanya saat melihat PIN yang terpasang di dada kiri para pengawal itu.
Dari pin-nya dapat diketahui identitas pengawal itu adalah pengawal tingkat tinggi yang hanya bertugas untuk menjaga orang tingkat atas di komunitas bawah tanah.
__ADS_1
"Tuan Radit pasti sudah menyinggung seseorang dari komunitas tingkat atas."