Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#292. Acara di bubarkan


__ADS_3

Loren tersenyum di atas panggung melihat semua orang memberi tepuk tangan untuk setiap karya-karyanya.


Tatapannya tertuju pada Christian yang duduk sendirian tersenyum ke arahnya.


"Hei Loren,, sejak kapan kau berubah dari wanita bodoh menjadi wanita pintar? Apakah yang ditunjukkan oleh kakek itu benar-benar desainmu? Jangan-jangan kau hanya seperti Vionita yang melakukan plagiat?!" Gerson menggoda Loren saat melihat perempuan itu sedang kasmaran menatap Christian di bawah panggung.


"Jangan menggangguku!" Bentak Loren yang tidak mau berdebat dengan Gerson, suasana hatinya sangat baik untuk dikacaukan oleh pria itu.


Gerson tidak mengatakan apapun lagi, dia hanya menghela nafas dengan kebucinan yang sedang terjadi di depan matanya!!


Sementara Gerson memperhatikan orang-orang yang terus memberi sorakan untuk Loren, tiba-tiba dia terkejut saat secara tiba-tiba semua orang berhenti bertepuk tangan.


Beberapa dari mereka menutup mulut mereka dengan ekspresi terkejut.


Gerson mengerutkan keningnya lalu melihat Christian tampak tenang duduk di kursinya, menatap ke arah layar.


"Ada apa?" Bianca kebingungan melihat semua orang yang tampak aneh.


Gerson berbalik melihat layar di belakang mereka, "Foto di layar," ucap Gerson terkejut.

__ADS_1


Itu adalah foto ibu Loren dengan seorang pria, dua foto yang berdampingan, yang lain tampak saling merangkul mesra sementara foto yang lain memperlihatkan ibu Loren yang memakai pakaian minim sedang menciumi pria asing tersebut dengan senyum di wajahnya.


Kakek Perry pun melihat ke arah layar dan pria tua itu langsung bergetar di tempatnya.


"Apa ini?!!" Kakek Perry berpegangan pada tongkatnya, ia hampir jatuh seandainya Davin tidak cekatan memeganginya.


"Ayah, tenanglah," kata Davin pada ayahnya lalu melirik ke arah staff yang berdiri di bawah panggung.


"Apa yang kalian lakukan?!! Cepat matikan layar itu!!!" Teriak Davin pada salah seorang staf.


Staf tersebut langsung berjalan ke arah ruang kendali, tetapi mereka seolah dikendalikan oleh seseorang sebab layar tersebut tak bisa dimatikan.


"Apa yang terjadi? Siapa pria di foto itu?" Gerson bertanya pada Loren.


Loren baru selesai menjawab ketika layar di belakang perlahan-lahan memperlihatkan sebuah tulisan.


FOTO PERSELINGKUHAN VERA SINAGA DENGAN SEORANG PRIA ASING.....


KIRA-KIRA, CUCU TERAKHIR DARI KELUARGA SINAGA ADALAH ANAK VERA SINAGA DENGAN RANO SINAGA ATAU ANAK VERA SINAGA DENGAN PRIA ASING DI FOTO INI...?

__ADS_1


Dua kalimat itu cukup untuk membuat orang-orang melihat Loren dan mempertanyakan perempuan itu benar-benar keturunan asli keluarga Sinaga atau sama sekali tidak ada hubungan darah dengan keluarga Sinaga.


Sekejap, seluruh orang di panggung berbisik-bisik satu sama lain mengetahui skandal besar yang terjadi di keluarga Sinaga.


"Astaga,, Bukankah dulunya Rano dan Vera terlihat seperti pasangan suami istri yang sangat sempurna dan mengasihi satu sama lain? Aku tidak menyangka ternyata Vera memiliki hubungan gelap dengan pria lain."


"Ini berita besar!!! Istri dari anak pertama kakek Perry benar-benar berselingkuh dengan seorang pria asing. Ha, lihat bagaimana dia berpakaian sangat minim menggoda seorang pria!!!"


Gerson memperhatikan Loren cukup gemetaran, jadi pria itu merangkul Loren kepelukannya dan menenangkannya.


Baru saja pria itu akan menepuk punggung Loren ketika seorang pria tiba-tiba muncul menarik Loren dari pelukannya.


"Heh,, Kakak Ipar,," Gerson cukup terkejut, tapi dia tidak terlalu menghiraukannya dan membiarkan Loren ditenangkan oleh Christian.


Pria itu berbalik menghampiri ibu dan ayahnya yang sedang menenangkan kakek Perri, "Apa yang harus kita lakukan?" Tanyanya.


"Bubarkan acara ini," ucap Davin.


"Baik Ayah," jawab Gerson lalu pria itu mengambil mic.

__ADS_1


Gerson memperhatikan orang-orang yang terus berbisik satu sama lain di panggung lalu berkata, "Hadiran sekalian kami segenap keluarga Sinaga meminta maaf atas kekacauan yang terjadi hari ini. Bersamaan dengan ini, saya mengatakan bahwa acara malam hari ini diakhiri sampai di sini,, Sekali lagi kami memohon maaf atas ketidaknyamanan kalian."


Dengan begitu, satu persatu orang berdiri sambil mengeluh lalu meninggalkan kediaman keluarga Sinaga.


__ADS_2