
Di luar negeri, Loren baru saja memasuki kamar mandi saat ponselnya tiba-tiba berdering.
Cristian yang sedang duduk membaca majalah bisnis akhirnya mengulurkan tangannya mengambil ponsel perempuan itu.
Sesaat, pria itu mengerutkan keningnya memandangi nomor baru yang kode negara nya ialah kode negara D.
Berpikir beberapa detik, pria itu akhirnya meletakkan ponselnya dan mengabaikan panggilan itu.
Namun orang yang menelpon sepertinya tidak bisa berhenti, ponsel Loren terus berdering beberapa kali jadi Christian akhirnya mengangkat panggilan itu.
"Halo? Loren?" Seorang pria terdengar dari seberang telepon.
Christian tidak mengatakan apapun dia hanya terdiam mendengarkan suara itu dan dia meyakini bahwa suara itu bukanlah suara milik pria bernama Bian.
Sesaat panggilan itu lalu terdengar lagi suara orang dari seberang telepon, "Ini Aku Daniel, kakak sepupumu. Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja?" Suara cemas Daniel dari seberang telepon membuat Christian merasa aneh.
Ini pertama kalinya dia mendengar seorang pria mengkhawatirkan kekasihnya.
Jadi pria itu segera menjawab, "Dia baik-baik saja."
"Eh? Si,, siapa ini??" Daniel bertanya dengan bingung.
"Aku kekasih Loren," jawab Christian dengan suara datar.
"Ke,, kekasih??" Suara Daniel tampak tak percaya.
__ADS_1
"Hm," Christian kembali menjawab dengan singkat.
"Oh,, ya,, halo Adik ipar, maaf,, tadi aku sangat terkejut, tapi,, apakah Loren ada di situ? Bisakah aku berbicara dengannya?" Tanya Daniel.
"Tidak! Dia sedang mandi." Jawab Christian.
"Ah, begitu,, kalau begitu,, tolong katakan padanya untuk menelponku saat dia sudah selesai." Ucap Daniel.
"Ya," jawab Christian dengan singkat lalu mematikan panggilan itu.
Tepat saat itu Loren keluar dari kamar mandi menggunakan jubah handuk yang menutup sampai pertengahan pahanya.
Uap air dari tubuh Perempuan itu masih terlihat jelas menebarkan aroma mawar di udara.
Kulitnya yang kemerahan karena terkena air hangat membuat Loren semakin menarik di mata Christian.
"Apakah ada yang menelpon?" Tanyanya pada Christian.
Christian tidak mengatakan apapun, pria itu hanya meletakkan ponselnya pada nakas lalu menarik perempuan itu ke pangkuannya.
Cup!! Cup!! Cup!!
Christian tidak bisa menahan untuk mendaratkan beberapa ciuman di wajah perempuan itu.
"Uh,, Tuan,, saya harus memakai baju," ucap Loren berusaha turun dari paha Christian.
__ADS_1
"Baiklah," kata Christian membiarkan perempuan itu turun dari pangkuannya, lagi pula sangat berbahaya kalau dia terus memperhatikan Loren yang hanya berbalut handuk,, pisangnya tak bisa di ajak kompromi.
Setelah mengenakan pakaiannya, Loren kembali menemui Christian, dia duduk di samping pria itu sembari mengambil ponselnya.
"Tadi sepumumu menelponmu," ucap Christian.
Loren terkejut, "Eh? Sepupu saya?"
Perempuan itu segera memeriksa log panggilan nya dan melihat sebuah nomor baru dengan kode negara D.
"Daniel," jawab Christian membuat Loren terkejut.
Perempuan itu melihat Christian dengan seksama lalu bertanya, "Tuan mengangkatnya? Apa yang ia katakan?"
"Dia menanyakan kabarmu dan menanyakan hubunganku denganmu, lalu dia juga bilang supaya kamu menghubunginya setelah kamu punya waktu." Ucap Christian membuat Loren tertegun di tempatnya.
Kalau dia tidak salah ingat, seharusnya Vionita sudah tiba di negara D, 'Mungkinkah perempuan itu kembali dan menceritakan sesuatu?' Loren merasa tak yakin.
"Kalau menurut Tuan, haruskah saya menelponnya kembali atau jangan?" Tanya Loren yang merasa dilema.
Christian melepaskan iPad di tangannya lalu melihat perempuan yang sedari tadi terus menatapnya.
"Tidak ada salahnya menelponnya, lagipula Sebentar lagi kita juga akan pergi ke negara D," kata Christian.
Loren mengangguk, mereka sudah membahas hal itu dan memutuskan untuk pergi ke negara d ketika pekerjaan mereka sudah lebih longgar.
__ADS_1
Lagipula, satu minggu lagi Christian akan memulai sebuah bisnis baru di negara D, pria itu ingin pergi melihatnya.