
Jam makan siang hampir selesai, dan Vionita Sudah dari tadi menunggu pesan dari Mia, tetapi dia sudah gelisah terlalu lama namun pesan yang ia tunggu tunggu tak kunjung masuk.
"Ada apa dengan perempuan ini? Apakah dia sedang berusaha membodohiku?" Gerutu Vionita sembari melihat layar ponselnya yang sedari tadi tampak hening.
Karena merasa kesal Vionita kemudian meletakkan ponsel itu lalu mengambil tumpukan desain yang dibawa dari ruang tim desain perusahaannya.
Baru saja dia akan membuka tumpukan itu ketika ponselnya tiba-tiba bergetar membuat Vionita sangat bersemangat mengambil ponselnya.
Tetapi, bukan kabar bahagia yang ia dapat, melainkan sebuah kabar yang membuatnya menggigit bibir bawahnya.
Pesan dari Fajar *Tuan Bian akan melakukan pengecekan pada pemotretan Nona Chataline, besok pagi jam 8 di studio xx.*
"Sial!!!" Vionita berteriak keras melepaskan amarahnya yang serasa akan meledak.
Selain Dia harus memikirkan cara untuk menjatuhkan Loren, dia masih harus mencegah Cahtaline membocorkan rahasianya pada Bian.
__ADS_1
Setelah beberapa detik menenangkan nafasnya yang memburu, Vionita kemudian meraih ponselnya lalu menekan tombol panggil pada Fajar.
"Halo Nona," suara Fajar dari seberang telepon.
"Kenapa Bian harus pergi mengecek pemotretannya? Apakah kau yakin itu adalah tugas seorang CEO?" Tanya Vionita.
"Uh, Nona,, ini memang bukan tugas seorang CEO, tetapi karena iklan perusahaan kali ini adalah iklan yang akan ditampilkan di acara tahunan perusahaan, maka Tuan CEO secara pribadi mengawasi seluruh persiapannya." Jawab Fajar.
"Aaah,, ya sudah, Kalau ada info lain, jangan lupa menghubungiku." Ucap Vionita lalu menarik ponsel itu dari telinganya dan menekan tombol reject.
"Pokoknya besok, aku harus mengawasi mereka berdua dan mencegah perempuan itu mengatakan hal yang tidak-tidak pada Bian!!" Ucap Vionita dengan jantung berpacu lebih cepat dari biasanya.
Apalagi Vionita tahu bahwa Loren masih menyukai Bian, terbukti dari ucapan Loren ketika perempuan itu berbincang bersama Wilson di kota xx hingga Loren menyebut nama Bian sambil tersipu malu.
'Dasar Loren,, dia benar-benar tidak tahu diri! Sudah tahu Bian adalah milikku, dia masih saja menyimpan perasaan pada Bian!!' kesal Vionita dalam hatinya.
__ADS_1
Kekesalannya masih terus berlangsung ketika ponselnya tiba-tiba bergetar menandakan sebuah email dari seseorang.
Perempuan itu meraih ponselnya dan dengan acuh tak acuh membuka email yang baru saja masuk.
Mata Vionita langsung melotot dan mulutnya setengah terbuka melihat gambar-gambar desain yang dikirim oleh Mia.
"Ya ampun!!! Ada banyak sekali desain!!!" Ucap Vionita terus menggeser layar ponselnya memperhatikan satu persatu desain yang dirancang oleh Loren.
"Lihat saja Loren,,, aku akan membuktikan pada dunia bahwa kau memang melakukan plagiat pada karya-karyaku!!!" Kekesalan Vionita seketika menghilang digantikan perasaan bersemangat memikirkan Loren akan dipermalukan di acara Fashion week ibu kota yang waktunya tinggal beberapa minggu lagi.
'Ada begitu banyak desain di sini, aku bisa menggunakan semua ini untuk acara Fashion week ibukota supaya aku mendapat gelar designer yang memiliki koleksi pakaian musim panas terbanyak.' pikir Vionita merasa sangat senang.
Belum selesai Vionita melihat semua desain yang ada di ponselnya ketika layar ponselnya tiba-tiba berganti pada sebuah panggilan masuk.
Mia calling.....
__ADS_1
'Akhirnya dia menelpon juga, cukup menyanjungnya dengan beberapa kata manis akan membuatnya diterbangkan ke langit. Padahal dia sama sekali tidak memiliki potensi.
'Jika dia menjadi ketua tim LC, maka perusahaan itu akan semakin merosot karena orang yang duduk di ketua tim adalah orang yang benar-benar bodoh!!!' pikir Vionita merasa sangat senang dengan rencananya.