Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#51. Ganti bajumu


__ADS_3

Merasakan air matanya telah mengalir dan Christian memandanginya, Loren merasa semakin takut lalu menggunakan kedua tangannya untuk menutup wajahnya.


"Saya benar-benar tidak sengaja, tetapi kalau Tuan membiarkan Saya bekerja Saya pasti bisa mendapatkan uang untuk menggantikannya." Kata Loren dari balik kedua tangannya yang masih setia menutupi wajahnya.


Melihat tingkah Loren yang begitu polos, Cristian tersenyum dan meletakkan kedua tangannya di pinggir meja yang mengapit Loren ditengahnya.


"Bagaimana ya? Tapi gelas itu seharga 500 juta rupiah jadi aku tidak yakin kau bisa mendapat uang sebanyak itu dalam waktu singkat. Lagi pula, saat ini kau sedang sakit jadi--"


Ucapan Christian yang terdengar akan memberinya kesempatan untuk bekerja membuat Loren bersemangat lalu membuka dua tangannya.


Lorentz sangat terkejut ketika membuka tangannya dan ternyata wajah Cristian berjarak hanya 3 centi dari wajahnya.


Hal itu membuat Loren terkejut dan menjadi semakin malu lalu kembali menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Saya pasti akan bekerja keras sampai semua uang itu terkumpul." Ucap Loren penuh tekad meski dari suaranya masih terdapat nada gemetar karena perempuan itu juga sangat takut.

__ADS_1


Christian mengeryit, 'Dia tidak terkejut dengan harganya, tapi hanya fokus pada cara mendapatkan uang untuk menggantinya?'


"Tapi seumur hidupmu, meskipun kau bekerja Sepertinya kau tidak bisa membayarnya. Biaya tinggal di mansion ku sangat mahal, meski kau bekerja 1 bulan pun tidak akan bisa membayar biaya sehari berada di mansion ku. Dan saat ini kau sudah tinggal di mansionku selama 1 bulan lebih, menurut perhitungan ku pekerjaan apapun yang kau kerjakan tidak akan bisa melunasi utang mu seumur hidupmu." Kata Christian menggoda Loren.


Loren sangat terkejut dan membuka dua jarinya sebagai cara untuk melihat Christian.


"Aku,, saya minta maaf." Kata Loren membuat Christian kembali tersenyum lalu pria itu segera membawa Loren ke gendongannya dan mengangkat perempuan itu ke kasur.


"Pakaianmu basah, akan ku ambilkan pakaian baru." Kata Christian berjalan ke ruang gantinya lalu menemukan sebuah kemeja berwarna hitam dan keluar menemui Loren.


Loren memandangi kemeja hitam yang sangat besar itu dia bisa menebak bahwa kemeja itu adalah kemeja milik Christian.


'Kemeja itu pasti sangat mahal, kalau aku menggunakannya pasti sudah tidak bisa lagi dipakai olehnya sebab sudah dikotori oleh ku. Jadi kalau aku menerimanya, utangku mungkin akan semakin besar dan,, hah,, Dia mungkin akan mengusirku karena terus menghabiskan banyak uangnya. Lalu Kak Marisa?' Loren berpikir dengan cemas lalu ia menggelengkan keplanya.


"Tidak usah, saya bisa kembali ke kamar dan mengambil baju di sana." Ucap Loren segera berdiri, dia berniat meninggalkan kamar Christian.

__ADS_1


"Kau yakin mau pergi dengan baju seperti itu?" Tanya Christian memandang pada area baju Loren yang basah, itu adalah area dada.


Karena Loren menggunakan gaun putih yang agak tipis maka bagian yang terkena air pun menjadi terlihat transparan dan dalaman Loren yang berwarna hijau sudah terlihat dari luar.


Loren memperhatikan ke mana mata Christian memandang lalu perempuan itu terkejut dan menutupi dadanya dengan kedua tangannya.


"Kau mesum!" Teriak Loren langsung membelakangi Christian karena merasa sangat malu.


"Kau menyebutku mesem? Lalu bagaimana denganmu yang berniat memperlihatkan milikmu itu pada semua orang yang kau temui saat keluar dari ruangan ini?" Christian tersenyum menyemir lalu menggunakan kemejanya menutupi punggung Loren.


"Ganti bajumu. Sebentar lagi dokternya tiba." Kata Christian lalu pria itu berjalan pergi meninggalkan Loren.


Loren melihat kepergian Christian dan tatapannya tertuju pada kaki Christian yang terluka.


'Apakah dia terluka dari pecahan gelas yang ku sebabkan?' Loren terdiam di tempatnya mengingat kejadian tadi, pria itu sangat melindunginya, tetapi pria itu ternyata sedang menahan kesakitan di kakinya demi melindunginya.

__ADS_1


__ADS_2