Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#255. Rencana menemui keluarga Loren


__ADS_3

Setelah memindahkan makam orang tuanya ke tempat yang lebih baik, Loren akhirnya bisa bernafas lega dan setelah kelelahan menangis seharian, perempuan itu terlelap dalam perjalanan kembali ke hotel.


Mobil Christian berhenti di tempat parkir lalu pria itu menggendong perempuan itu ke arah lift, dia melewati meja resepsionis dan melihat sang resepsionis telah diganti menjadi seorang perempuan berusia 50 tahun.


Perempuan itu tampak memakai riasan tipis dan menunduk sopan ke arahnya ketika dia memasuki lobby hotel.


Christian tidak memperdulikannya, dia hanya menggendong Loren sampai ke kamarnya lalu membaringkan perempuan itu di tempat tidur.


Drrrtt... Drrrtt.... Drrrtt....


Christian mengambil ponsel itu dan melihat nama Chataline tertera sebagai nama pemanggil.


'Kenapa dia terus menempel pada kekasihku?!' Christian merasa kesal dalam hatinya lalu pria itu mengubah setelan ponsel itu ke mode hening agar tidak mengganggu tidur lorent.


Baru saja dia selesai menyetel ponsel itu ketika sebuah pesan dari Chataline tiba-tiba masuk.


*Aku dengar kau kembali kenegaramu, saat ini aku berada di bandara untuk pergi juga ke negara D, aku memiliki sebuah project syuting di negaramu. Jangan lupa menghubungiku agar kita bisa bertemu di situ ya,,,,.*

__ADS_1


Christian membaca pesan itu lalu mengerutkan keningnya, dia begitu kesal dengan Chataline, perempuan itu terus menempel pada kekasihnya padahal dia sungguh tidak menyukai perempuan itu!!


Tapi Christian tidak bisa berbuat apa-apa, dia meletakkan ponsel itu lalu berbalik ke kamar mandi.


Keesokan paginya Loren membantu Christian bersiap karena pria itu akan memulai peninjauannya terhadap perusahaan barunya di negara D.


"Tuan yang semangat ya kerjanya," kata Loren sembari tersenyum memasangkan dasi pada Christian.


"Hm,, Apa yang kau lakukan hari ini?" Tanya Christian.


"Saya berencana mengunjungi kakek, Kak Daniel sudah menelpon saya dan dia bilang dia akan menjemput saya pada pukul 09.00 pagi." Ucap Loren.


Meski pria itu adalah kakak sepupu Loren, tapi tetap saja dia adalah seorang pria yang bisa saja jatuh cinta pada perempuan cantik miliknya!!!


"Biar aku menemanimu," ucap Christian.


"Uh,, tidak, kalau saya membawa seorang Christian Balthasar ke rumah saya, semua orang akan mati berdiri." Ucap Loren sembari terkikik.

__ADS_1


Christian mengerutkan keningnya, "Jadi kau tidak berencana memperkenalkanku pada keluargamu? Termasuk pada kakekmu?" Tanya Christian yang merasa bahwa dirinya hanya dipermainkan oleh Loren hingga perempuan itu tidak mau mengakuinya di depan keluarganya.


"Apa yang Tuan katakan? Tentu saja saya akan memperkenalkan Tuan di depan mereka, tapi kalau sekarang, ini bukan waktu yang tepat." Ucap Loren yang tidak mau bilang keluarga Sinaga malah berbalik memanfaatkan hubungannya dengan Christian.


Terutama sepupunya itu, dia tidak mau!!!!


"Tapi aku tidak bisa membiarkanmu pergi sendiri. Bagaimana kalau kita pergi bersama-sama nanti malam." Ucap Christian.


"Tapi saya sudah mengatakan pada Kak Daniel kalau kami akan pergi pagi ini." Ucap Loren.


"Katakan saja kalau kau ada urusan mendadak, ok?!" Christian bertanya dengan wajah memelas.


Hal itu membuat Loren terpaku, pria itu tidak pernah melakukannya kecuali jika Christian benar-benar berada pada situasi yang mendesak.


Jadi Loren tidak bisa mengontrol dirinya hingga kepalanya otomatis mengangguk.


"Bagus!" Ucap Christian merasa puas.

__ADS_1


Setelah ucapan Christian, Loren baru menyadari apa yang baru saja ia setujui, "Tapi Tuan,, mereka semua akan terkejut kalau mengetahui identitas tuan." Ucap Loren.


"Aku akan mengaturnya," ucap Christian sembari tersenyum mendaratkan sebuah ciuman di bibir Loren.


__ADS_2