Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#91. Tampak tidak baik


__ADS_3

Loren menghampiri Andreas yang sedang membaca beberapa berkas.


"Tuan," katanya dengan suara pelan.


Andreas mengangkat wajahnya dan melihat perempuan yang datang menghadapnya.


'Perempuan polos ini entah bagaimana dia bisa meluluhkan hati Tuan Christian,' Andreas bertanya-tanya dalam hatinya namun dia segera menguasai dirinya.


"Duduklah," katanya pada Loren lalu pria itu mengambil berkas yang telah Ia siapkan untuk dibicarakan dengan Loren.


"Saya sudah mempelajari perusahaan yang akan dibangun ini, Tuan Christian sudah menunjuk saya sebagai CEO sementara, tapi sebelum itu saya ingin bertanya, apakah Nona ingin menjadi CEO? Sebab bagaimanapun perusahaan ini atas nama Nona Loren jadi saya siap mendampingi Nona Loren kalau Nona Loren in duduk di posisi CEO." Ucap Andreas.


Loren terdiam mendengarkan ucapan Andreas dan dalam hatinya Dia mendapat kesan yang baik pada pria itu.


Andreas bukanlah pria yang serakah, buktinya pria itu tidak besar kepala setelah ditunjuk ditunjuk menjadi CEO dan malah mau merelakan dirinya turun jabatan jika Loren menginginkan posisinya.

__ADS_1


"Tuan Andreas, Tuan Christian sudah menunjuk anda sebagai CEO, jadi saya yakin Tuhan Christian sudah memikirkan keputusannya secara matang matang. Sementara saya tidak memiliki kemampuan apapun selain mendesain. Jadi perusahaan ini,, saya harus merepotkan Tuan Andreas untuk mengurusnya," ucap Loren yang tampak malu-malu sebab Dia benar-benar tidak tahu tentang urusan perusahaan.


Yang ia ketahui hanya bagaimana menciptakan desain, masalah lainnya dia benar-benar nol besar!


"Baiklah, saya mengerti. Kalau begitu saya sudah menyusun rancangan perusahaan." Kata Andreas memilih salah satu dari berkas yang sudah ia siapkan lalu menyerahkannya pada Loren.


Loren mengambil berkas itu dan membacanya perlahan-lahan.


"Di berkas itu saya memberi Nona posisi sebagai penanggung jawab disain. Saya sudah mencantumkan beberapa designer yang bisa kita ajak untuk kolaborasi tetapi jika Nona Loren masih memiliki saran lain, Nona Loren boleh menambahkannya." Ucap Andreas menjelaskan.


Kalau seperti ini caranya maka dia benar-benar menjadi orang yang paling berkuasa atas perusahaan baru itu. Pemiliknya bahkan tidak mengerti apapun!


"Baiklah, kalau begitu saya akan mengurusnya." Ucap Andreas.


"Ya, Saya hanya akan menyiapkan desain. Tapi kalau Tuan Andreas mungkin memerlukan bantuan saya Saya pasti akan mengusahakannya, namun saya memiliki kapasitas yang terbatas, jadi mohon bersabar dengan saya," ucap Loren.

__ADS_1


"Saya mengerti. Saat ini saya masih harus menyelesaikan prosedur hukum dan menyiapkan gedung perusahaan. Ada banyak hal yang akan saya urus jadi saya akan menghubungi Nona Loren ketika perusahaan sudah siap untuk dijalankan," Ucap Andreas.


"Baik, terima kasih." Kata Loren lalu perempuan itu berdiri dan meninggalkan ruangan Andreas sebab Dia tidak mau mengganggu pria itu bekerja.


Setelah Loren keluar, Andreas langsung memanggil Elman.


"Tuan," ucap Elman begitu memasuki ruangan Andreas.


"Hubungi semua nama yang tercantum di sana. Dapatkan kontrak dengan mereka." Perintah Anderas disanggupi oleh Elman.


Pria itu baru akan keluar dari ruangan Andreas ketika elemen kembali menatap Andreas karena ingin memastikan sesuatu.


"Tuan, Bagaimana dengan Nona lorentz? Apakah Nona Loren akan--"


"Mengapa kau menanyakan sesuatu yang bukan urusanmu? Bekerja sajalah!" Kata Andreas akhirnya membuat elemen tak berani berkata apapun lagi lalu pria itu segera meninggalkan ruangan Andreas.

__ADS_1


'Apa yang sebenarnya terjadi?" Elman membuka berkas di tangannya dan melihat posisi Loren. 'Ini tampak tidak baik. Apakah Tuan Andreas berniat untuk menguasai perusahaan ini?'


__ADS_2