
Belum surut berita panasnya pernikahan Christian dan Loren, berita lain tentang kehamilan Loren kini kembali memanas internet.
"Tuan dan Nyonya Bhaltazar meminta doa untuk calon anak mereka!!"
Berita yang diupload oleh pusat dari tadi nasional langsung menjadi trending topik dan dipenuhi dengan komentar komentar bahagia untuk pasangan paling romantis dan paling heboh di negara xx.
Berbagai doa dari masyarakat negara xx dan dari seluruh dunia memenuhi situs web tersebut.
Hal itu membuat Loren yang sedang membaca komentar menjadi begitu senang dan terhibur.
"Sayang lihat,, banyak sekali orang yang mendoakan bayi kita." Ucap Loren sembari memperlihatkan tabletnya pada suaminya yang sedang memangkunya sambil bekerja.
Christian yang sedari tadi fokus pada pekerjaannya kini mengabaikan pekerjaannya dan beralih menggunakan kedua tangannya memeluk istrinya.
Tatapan pria itu terfokus pada tablet di tangan Loren.
"Apa kau senang?" Tanya Christian sembari mendaratkan sebuah ciuman singkat di pipi istrinya lalu menempelkan pipinya dengan pipi perempuan itu.
"Tentu saja aku senang," jawab Loren dengan senyum menghiasi bibirnya.
Perempuan itu lalu menggerakkan tangannya melakukan pembaruan pada laman yang ini buka.
__ADS_1
Setelahnya, dia menggeser layar berandanya ke bawah dan begitu terkejut saat melihat sebuah komentar buruk yang tiba-tiba menodai matanya.
"Apa ini?" Tangan Loren yang memegang tablet langsung gemetar melihat komentar yang dilontarkan oleh sebuah akun anonim pada anak dalam kandungan Loren.
"Anak yang malang itu sangat sial terlahir dari perempuan jallang!!! Ia akan menanggung seluruh kejahatan orang tuanya. Dia pasti akan lahir cacat dengan kesialan yang bertubi-tubi--"
Loren berhenti membacanya saat Christian tiba-tiba merebut tablet itu dari tangan Loren lalu membuangnya ke meja.
Loren tidak mengatakan apapun, tangan perempuan itu hanya melayang di udara dengan gemetar, karena dia tidak menyangka akan ada orang yang begitu tega menyumpahi anaknya.
"Sayang,," Christian dengan cepat memeluk perempuan itu saat melihat Loren begitu terpukul membaca komentar yang begitu menyakitkan hatinya.
"Itu,, orang itu,, kenapa dia begitu tega??" Tanya Loren sembari menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca karena takut.
Buktinya, perempuan itu bukannya menjadi tenang, tetapi dia malah memeluk suaminya dan langsung sesegukan di dalam pelukan pria itu.
"Hiks,, hiks,, hiks,,," Loren tidak mengeluarkan sepatah kata pun, perempuan itu hanya menangis membuat Christian menjadi sangat marah.
Christian sedang cepat mengambil ponselnya lalu melakukan sebuah panggilan, "selidiki pemilik akun yang telah menghina anakku! Beri dia pelajaran!!" Perintah pria itu.
"Baik Tuan," jawab seseorang dari seberang telpon lalu mereka mengakhiri panggilan tersebut.
__ADS_1
Setelah panggilan itu, Christian meletakkan ponsel nya di meja, lalu dengan lembut menciummi puncak kepala istrinya yang masih terisak.
"Jangan sedih,, jangan menangis, aku di sini," ucap Christian dengan suara yang lembut beserta tangannya yang mengusap punggung istrinya.
Sementara Loren, perempuan itu terus terisak membasahi pakaian Christian dengan air matanya.
Menghabiskan 10 menit menangis, barulah perempuan itu merasa tenang, lalu Christian kembali berkata, "bagaimana perasaanmu?"
Dalam pelukan Christian, Loren menggelengkan kepalanya lalu dan suara yang parau, perempuan itu berbicara, "aku mau mandi air mawar putih. Aku juga mau puding mawar."
"Baiklah, aku akan menyuruh seseorang untuk menyiapkan nya." Ucap Christian hendak meraih ponselnya untuk melakukan panggilan ketika Loren tiba-tiba mengangkat kepalanya menatap Christian.
"Aku tidak mau orang lain menyiapkan nya, aku hanya mau jika kau yang menyiapkan nya!!!" Ucap Loren langsung membuat Christian terdiam.
Bukan masalah apa, tapi dia belum pernah sekalipun membuat puding, jadi bagaimana bisa dia menyiapkan nya?
"Kau mau 'kan?!!" Kembali suara Loren dengan wajah memelas akhirnya membuat Christian secara tak terkontrol mengangguk kan kepalanya.
"Bagus!! Ayo pergi ke dapur!!!" Seru loren merasa bersemangat membuat Christian tercengang.
Baru saja perempuan itu menangis dengan sesegukan, dan sekarang begitu bahagia, sama seperti anak kecil yang semenit menangis, lalu semenit berikutnya tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Aneh sekali!!!!!
'Sudahlah,, ini lebih baik dari pada dia terus teringat akan komentar buruk itu,' ucap Christian dalam hati lalu membawa istrinya ke dapur.