Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 57.


__ADS_3

Di pagi hari, Loren mengerjapkan matanya sembari menoleh ke arah jendela.


Sinar matahari pagi sudah memasuki jendela, lalu seorang pria berdiri di dekat jendela sambil memegang sebuah mug.


Pria yang berpakaian berantakan itu sangat menarik perhatian Loren.


'Hah,, suami benar-benar tampan, apa lagi kalau memakai kaos putih seperti ini.' Loren tersenyum menikmati pemandangan indah di pagi hari.


Perempuan itu bahkan tidak mau bersuara supaya momen itu bisa ia nikmati dalam waktu yang lama.


Setelah beberapa menit, akhirnya Christian berbalik dan terkejut melihat Loren telah bangun.


Perempuan itu tersenyum ke arahnya, terlihat sudah lama bangun.


"Kapan aku bangun?" Tanya Christian meletakkan mug di atas nakas lalu naik ke tempat tidur.


"Suamiku sangat tampan!" Ucap Loren meletakkan kepalanya di paha Christian dengan kedua tangannya melingkar di pinggang pria itu.


Christian tersenyum mencubit gemas pipi Loren.


"Gombalan di pagi hari, apakah yang kemarin malam belum cukup? Kebetulan hari ini adalah hari libur," ucap Christian dengan senyum nakalnya.


"Hah,,, tubuhku sakit semua. Sepertinya pagi ini harus merepotkanmu lagi," ucap Loren merenggangkan tubuhnya.


Namun perempuan itu sangat terkejut saat menyadari dia tidak berpakaian.

__ADS_1


Dengan wajah memerahnya Loren menarik selimut lalu menatap kesal pada suaminya


Seingatnya, kemarin ketika ia tersadar sebentar di mobil, dia sudah memakai pakaian, mengapa sekarang???


"Maaf, kemarin aku tidak bisa menahan diri untuk lebih dekat denganmu," ucap Christian dengan wajah memelasnya meminta dimaafkan.


Loren yang melihat kelakuan suaminya, mau tidak mau langsung menghela nafas, "Aku akan memaafkanmu kalau aku mendapat pijatan spesial pagi ini!!" Ucap Loren.


"Baik Tuan putri," ucap Christian dengan senang hati berdiri mengambil minyak aroma terapi.


Loren melihat suaminya lalu perempuan itu menarik ligeri yang ia lihat di atas bantal.


Setelah memakainya, Loren membiarkan suaminya memijat seluruh tubuhnya.


Namun dia merasa seluruh tubuhnya lebih nyaman karena Christian benar-benar melakukan tugasnya dengan baik meski setiap beberapa menit harus dibarengi ciuman.


"Sudah selesai, bangunlah untuk mandi." Ucap Christian ketika tugasnya memijat seluruh badan Loren sudah selesai.


"Oh," Loren melirik suaminya sesaat, terlihat pria itu terburu-buru bangkit, langsung pergi ke kamar mandi.


Loren tidak terlalu memperdulikan nya, perempuan itu hanya bangkit memakai pakaiannya lalu pergi ke kamar mandi.


Begitu masuk ke kamar mandi, Loren menyadari kalau suaminya bertingkah aneh, pria itu langsung keluar setelah ia masuk.


'Ada apa dengannya?' Pikir Loren yang merasa aneh dengan tingkah Christian.

__ADS_1


Tapi Loren mengacuhkannya dan hanya memulai ritual paginya.


Begitu selesai mandi, Loren melihat tulisan Christian di meja rias 'Aku menunggumu di meja makan,' tulis pria itu.


"Dia sebenarnya kenapa?" Loren buru-buru memakai pakaiannya lalu menggunakan lotion dan turun ke lantai bawah.


Dilihatnya Christian di meja makan sedang duduk menunggunya, pria itu fokus pada i-pad di tangannya.


Loren segera menghela nafas, biasanya pria itu akan meninggalkan apa pun di tangannya saat merasakan kehadiran Loren, tapi kini???


Loren tak suka diabaikan, jadi perempuan itu segera mendekati Christian dan merebut i-pad pria itu.


"Kau sudah selesai mandi?" Christian langsung menarik Loren ke pangkuannya lalu menciumi Loren dengan hangat.


Loren yang duduk bisa merasakan sesuatu yang mengganjal pantatnya. Jadi perempuan itu tersenyum pada suaminya.


"Sepertinya ada yang berusaha menggodaku, apakah suamiku belum puas dengan yang semalam?" Tanya Loren sambil terkikik kecil, ternyata alasan Christian terus menghindarinya karena menahan sesuatu di hari libur!!


"Jangan menggodaku, ini hari libur." Ucap Christian segera menarik Loren turun dari pangkuannya.


Loren tidak membantah, perempuan itu hanya pergi duduk di kursi samping Christian lalu tersenyum nakal menatap suaminya.


Melihat tingkah istrinya, Christian hanya mendesah kecil, jika bukan karena kemarin istrinya telah kelelahan, maka hari ini tidak akan ada libur.


Sayang sekali,,, dia takut memulainya, karena hari libur mungkin membuatnya tak bisa berhenti sampai pagi menjelang.

__ADS_1


__ADS_2