
Nyonya dan Tuan Bhaltazar akhirnya kembali ke kediaman mereka dengan Loren yang terus merajuk, tidak mau disentuh oleh suaminya.
"Sayang, jangan begini, kalau bukan aku yang menjagamu, lalu siapa lagi yang akan menjaga istriku yang paling cantik ini?" Ucap Christian duduk di samping Loren, tetapi Loren malah menggeser pantatnya menjauhi suaminya.
Hal itu membuat hati Christian berkecamuk tak karuan sembari pria itu memperhatikan wajah istrinya yang tampak sangat kesal, tatapan perempuan itu lurus memandang ke depan.
Pria itu sekali lagi berkata, "Sayang--"
"Diam!!" Sela Loren berbalik melototi suaminya, "jangan sentuh aku sampai aku mengizinkanmu!!" Teriak Loren lalu perempuan itu berjalan pergi ke lantai 2 meninggalkan suaminya yang tampak tak berdaya. .
Christian dengan pelan-pelan mengikuti istrinya untuk berjaga-jaga Jika saja perempuan itu terpeleset agar dia masih bisa menimang perempuan itu.
Tetapi wajah pria itu tak bisa lepas dari rasa khawatirnya, rasa menyesal dan rasa sedihnya karena Loren tidak mau lagi disentuh olehnya.
Brak!!!
__ADS_1
Tubuh Christian tampak lemas ketika Loren membanting pintu dengan keras dan terdengar suara pintu itu dikunci dari dalam.
Beberapa pelayan yang melihat kejadian itu langsung mematung di tempat mereka, 'tuan dan nyonya sedang bertengkar, bisa jadi rumah ini akan meledak lagi!!' para pelayan dengan segera berjalan pelan meninggalkan Christian, sebab takut kalau saja pria itu melampiaskan amarahnya pada mereka.
Dan benar saja, mereka masih berjalan dengan sangat tenang dan belum sempat meninggalkan pria itu ketika Christian berbalik ke arah mereka dan memanggil, katanya: "pelayan!"
Para pelayan langsung berkeringat dingin dan dengan tubuh yang kaku sedikit gemetar mereka berbalik lalu menghampiri Christian.
Jika sudah begini, maka bisa jadi akan ada lagi pelayan yang dikorbankan di bawah ruangan cambuk milik pria itu!!!!
"Kumpulkan semua orang yang bekerja di rumah ini dan ambil sendok di dapur untuk menguras air kolam!!!" Perintah Christian langsung membuat para pelayan tercengang.
"Eh,, eh,, Tu,, tu--"
"Cepat pergi!!!" Teriak Christian mengagetkan para pelayan hingga mereka dengan ketakutan meninggalkan tempat itu dan benar-benar mengumpulkan semua pelayan.
__ADS_1
Marissa yang mendengar kabar itu langsung berjalan ke arah kolam dan melihat semua orang sedang berusaha mengeringkan kolam menggunakan sendok.
Perempuan itu dengan mulut setengah terbuka mengerutkan keningnya, lalu dia menahan seorang pelayan dan bertanya, katanya: "Apa yang terjadi?"
Sang pelayan menghela nafas sembari tangan salah satu tangannya terus menguras air dari dalam kolam, "Tuan Bhaltazar entah kenapa bertengkar dengan Nyonya, lalu melampiaskan amarahnya pada kami dengan menyuruh kami menguras air kolam ini." Jawab pelayan itu membuat Marisa terdiam, benar-benar tak percaya dengan kelakuan jahil Christian.
Beberapa saat kemudian Marissa memperbaiki posisi berdirinya, "Setidaknya menguras air kolam menggunakan sendok masih jauh lebih baik daripada salah satu dari kalian harus menerima pukulan atau hukuman cambuk," ucap Marissa langsung diangguki oleh semua pelayan.
Setidaknya, setelah Christian menikah dengan Loren, tidak ada lagi pelayan yang meninggal akibat dihukum ataupun yang cacat seumur hidup karena mendapat cambukan dari Christian.
Melihat pelayan yang tampak sibuk menyendok air kolam, Marisa lalu berpikir-pikir alasan Christian memilih hukuman itu untuk para pelayan, tetapi ketika dia teringat sesuatu perempuan itu mendongak ke arah bangunan.
"Dasar pria itu,, dia sengaja menyuruh para pelayan untuk menyendok air kolam supaya dari jendela ketika Loren melihat kejadian ini perempuan itu akan luluh. Dasar licik!!!" Ucap Marissa dalam hati lalu perempuan itu kembali memasuki rumah.
'Tapi ini kesempatanku untuk mengatakan hal itu pada Loren, karena dia sudah tidak diawasi lagi oleh suaminya!!' pikir Marisa dalam hati sembari berjalan cepat ke arah kamar Loren.
__ADS_1