Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#312. Keguguran


__ADS_3

"Ayah, sebaiknya kita pulang sekarang." Ucap Davin pada Kakek Perry.


Kakek baru menangkap wajahnya menatap putranya lalu menghentakkan tongkatnya ke lantai.


"Kau sama sekali tidak perduli pada Kakak keduamu dan putranya? Lihat mereka berdua sekarang, mereka berdua di sini tergeletak di lantai dan kau sama sekali tidak berusaha mencari seseorang untuk menolong mereka? Malah ingin kabur meninggalkan tempat ini?!!" Kakek Perry berbicara dengan kesal sembari memandangi Putra ketiganya.


"Kakek, Gerson sudah menelpon seseorang untuk membantu mereka ke rumah sakit. Tapi kita tidak bisa terus di sini atau nanti keluarga Andirson akan melihat kita dan malah melukai kita semua. Lagi pula, ini salah mereka karena sudah membela putrinya yang baru saja meracuni Loren." Ucap Davin.


Enak saja dua orang itu harus ditolong ketika Putri mereka sudah berani mencelakai Loren!! Tidak akan pernah!!!


"Apa katamu?!! Bagaimana bisa kau mempercayai rumor seperti itu?!! Di mana bukti bahwa cucuku sudah meracuni Loren?" Tanya Kakek Perry.


Pokoknya dia harus mempertahankan hubungannya dengan cucunya agar dia bisa memanfaatkan keluarga Maherson agar membantu keluarga mereka semakin naik derajat.


"Sudahlah Ayah, kita bicarakan masalah ini nanti di mobil." Ucap Davin segera memegang tangan pria tua itu lalu menariknya keluar dari hotel.


Begitu menaiki mobil, kakek Perry menggertakkan giginya lalu melihat cucunya yang sedang menyetir mobil.


"Cari tahu ke mana adik sepupumu di bawah, kita tidak bisa membiarkan dia begitu saja!! Dia sedang mengandung anak dari keluarga Maherson, jadi jangan sampai terjadi sesuatu pada kandungannya." Ucap Kakek Perry.

__ADS_1


"Aku akan menyelidikinya nanti tapi sekarang aku akan mengantar Kalian bertiga ke rumah." Ucap Gerson dengan tenang mengendarai mobil.


"Apa yang kau maksud dengan kata Nanti? Pokoknya, sekarang juga kita harus mencari Vionita!! Dia mungkin sedang menderita!!" Ucap Kakek Perry bersikukuh.


Pria tua itu membuat tiga orang dalam mobil merasa pusing harus bagaimana membuat kakek Perry patuh pada mereka agar kembali ke rumah.


Semuanya hanya diam mendengar omelen kakek Perry sampai akhirnya Bianca tiba-tiba berkata.


"Cepatlah telepon Kakak iparmu Ibu sangat cemas dengan keadaan Loren." Ucap Bianca berusaha mengingatkan Kakek Perry bahwa saat ini bukan hanya Vionita yang dalam keadaan buruk, tapi Loren pun dalam keadaan buruk karena sudah diracuni oleh Vionita.


"Ah, benar,, adikku yang bodoh itu begitu malang harus mendapat dendam dari Vionita hingga dia diracuni oleh kakak sepupunya sendiri." Ucap Gerson mengambil ponselnya.


'Lebih baik aku berpura-pura tidak mendengar, dari tadi aku sudah membahas Vionita, tapi tidak ada yang memperdulikannya. Padahal Vionita memiliki keluarga maherson yang bisa membantu keluarga Sinaga. Sekarang mereka malam menuduh Vionita sebagai penyebab dari keracunan Loren, padahal belum ada bukti.' pikir kakek Perry


Sementara itu, orang yang ditelepon oleh Gerson baru saja menenangkan Loren dan menyelimuti perempuan itu ketika ponsel Loren yang ada di tas perempuan itu tiba-tiba berdering.


Christian melangsung mengangkat panggilan itu, "Halo, bagaimana keadaanmu Apakah kau sudah baik-baik saja?" Tanya Gerson dari seberang telepon.


"Dia sudah tidur." Jawab Christian.

__ADS_1


"Ah, kakak ipar. Oh ya ternyata yang meracuni Loren adalah Vionita karena tadi beberapa orang berjas hitam tiba-tiba saja datang menangkap Vionita dan--"


"Aku tahu." Jawab Christian lalu mematikan panggilan telepon itu.


Setelahnya, pria itu mengambil ponselnya lalu menghubungi asistennya.


"Tuan," jawab Erik.


"Perempuan itu?" Langsung tanya Christian mengagetkan Erik yang ada di seberang telepon.


Pria itu belum memberitahukan apapun pada Christian tapi bagaimana bisa Christian langsung tahu bahwa pelaku yang telah meracuni Loren ternyata adalah seorang perempuan?


"Ah, ya, kami sudah mengurungnya, tetapi dia tidak sengaja jatuh saat ingin melarikan diri hingga,,, akhirnya dia mengalami keguguran. Saat ini dia sedang ditangani oleh dokter." Jawab Erik.


Christian menyipitkan matanya mendengar kata keguguran. Ia berpikir sesaat lalu menjawab, "Biarkan dia pergi, lalu hadiah pernikahan mereka, kau bisa memberikannya besok pagi saat perempuan itu bangun." Perintah Christian lalu menutup telepon itu.


Dia ingin Vionita melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana kehancuran keluarga Maherson, bangkrut tepat di hari kedua pernikahannya.


'Dia berniat meracuni kekasihku dan sekarang dialah yang kehilangan bayinya.' Christian tersenyum puas.

__ADS_1


Sebenarnya dia masih ingin memberi Vionita pelajaran, tetapi mengingat Loren lah yang harus melakukannya, maka pria itu tidak mau mendahului Loren.


__ADS_2