
Di kantor utama CB Group, para wartawan dari berbagai media berita sedang berdesakan untuk antri memasuki ruang konprensi pers.
"Kita harus mendapatkan posisi di depan. Berita kali ini akan menjadi yang terlaris, bahkan untuk kanca internasional!!"
"Benar!! Aku tidak sabar menulis beritaku!!! Ini sebuah kesempatan langkah mewawancarai seorang Christian Bhaltazar!!"
Para wartawan senior berbincang-bicang sambil mengantri.
Sementara di belakang ruang konprensi pers, Loren baru saja tiba dengan didampingi oleh Gerson.
Keduanya langsung berjalan ke arah ruang tunggu yang telah di siapkan khusus bagi mereka.
Semua orang langsung melihat Loren dengan tatapan meniti karena mereka sudah mendengar bagaimana perempuan itu adalah istri Christian Bhaltazar.
"Dia desainer itu,,, lihat pakaiannya."
"Dia tampak cantik dalam gaun itu,, bukankah itu di desain oleh Adriana?"
"Astaga, benar...!!"
"Dia sangat cocok dengan gaunnya, lalu lihat wajahnya,, pantas saja CEO begitu tertarik padanya,, dia memang cantik."
Semua orang berbisik-bisik dalam hati mereka melihat Loren.
Meski semuanya memuji, tapi beberapa juga di antaranya mempertanyakan bagaimana cara Loren bisa merayu Christian.
__ADS_1
Tetapi Loren dan Gerson tidak menghiraukannya, mereka berjalan ke ruang tunggu dengan Loren yang sudah berdebar ingin menjumpai suaminya.
"Pelan-pelan!!" Gerson mengeryit melihat langkah Loren yang terlalu buru-buru.
"Jangan berisik!!" Geram Loren mendekat ke ruang tunggu.
Brak!
Perempuan itu membuka pintu dengan buru-buru hingga pintunya terbuka keras.
Kosong!
Loren langsung terpaku di tempatnya, beberapa detik berikutnya, Loren berbalik menatap Christian, "dimana suamiku?!!" Tanyanya panik.
Gerson terpaku beberapa detik, dia tidak menyangkan kalau Loren akan sepanik itu hanya karena tak melihat Christian.
"Apa?!!" Loren hendak marah, tapi dia melihat semua orang yang menatap ke arahnya.
Tatapan mereka tampak terkejut dengan kemarahan Loren, hal itu membuat Loren langsung masuk ke ruang tunggu.
Loren kembali menghubungi Christian, tapi telponnya tak pernah di angkat.
Wajah perempuan itu hendak menangis saat pintu tiab-tiba terbuka.
Dua orang dalam ruangan langsung menatap ke arah pintu, ternyata Christian yang datang.
__ADS_1
"Sayangku!!" Loren langsung meneteskan air matanya sembari berlari ke arah Christian lalu memeluk pria itu.
"Hiks,, hiks.... Kau dari mana saja?!!" Loren menangis keras dengan emosi yang memenuhi seluruh perasaannya.
Christian maupun Gerson sangat terkejut dengan perempuan itu, reaksi yang begitu berlebihan!!!
"Aku di sini," ucap Christian memeluk erat Loren.
Ada penyesalan dalam hatinya karena sudah meninggalkan perempuan itu selama beberapa jam.
"Aku sangat cemas saat bangun pagi dan kau tidak ada di sisiku!! Telponmu tidak aktif!!! Kau tidak meninggalkan pesan!! Kau membuatku khawatir!!!" Ucap Loren sambil terisak keras dengan air mata yang bercucuran.
"Maaf, lain kali tidak lagi," ucap Christian dengan suara menyesal.
"Kau harus janji!!" Ucap Loren menatap suaminya dengan wajah yang sudah kacau karena penuh air mata dan telah di gesekkan di dada Christian.
"Aku janji!" Ucap Christian mengusap air mata Loren.
"Awas kalau kau menghianati janjimu sendiri!!" Teriak Loren penuh kekesalan.
"Tidak akan!!" Jawab Christian membuat Loren akhirnya kembali mempererat pelukannya sambil bersembunyi menangis di dada Christian.
Gerson yang melihat itu terdiam di tempatnya dengan mulut menganga.
Apa yang terjadi pada Loren??
__ADS_1
Perempuan itu berubah banyak sekali!!!