Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 19. Perbandingan dua model


__ADS_3

Hari itu, di jam makan siang, seluruh anggota tim design makan bersama di sebuah restoran.


Loren yang sudah tidak berada di tim desain, tapi kini diangkat menjadi wakil CEO juga ikut makan bersama tim desain.


"Wah... Ini pertama kalinya kita semua makan bersama setelah kepulangan Nona Loren. Sayang sekali kita sudah tidak satu ruangan dengan Nona Loren. Tapi untungnya masih satu perusahaan dan masih bisa bersama-sama seperti ini." Ucap Mentari menatap Loren.


"Iya,, lagi pula Kak Loren juga masih mendesain." Ucap Siren.


"Terima kasih semuanya," ucap Loren yang merasa sangat senang dengan semua tim desain yang selalu menyayanginya.


Mereka terus bercakap-cakap sambil menikmati makan siangnya.


Tiba-tiba saja Rika yang sedari tadi makan sambil bermain HP kini melototkan matanya.


Setelahnya, perempuan itu mengangkat wajahnya menatap Loren yang sedang makan.


"Kak Loren,, kau jadi model?" Tanya Rika.

__ADS_1


Semua orang di meja makan itu langsung mengangkat wajahnya menatap Rika, lalu menatap Loren.


"Eh? Apa yang kau katakan?" Tanya Loren yang merasa bingung.


"Ini!" Rika mengangkat ponselnya memperlihatkan sebuah iklan kosmetik yang mana sala satu modelnya adalah Loren.


"Biar ku lihat!!" Mentari langsung mencopot ponsel dari tangan mereka lalu melihat foto itu dengan jelas.


"Ada videonya juga, Tapi menurut kolom komentar kita bisa melihatnya kalau menonton di bioskop." Ucap Rika.


Loren tersenyum kikuk, "Ah,, aku tidak menjadi model, itu hanya kebetulan saja ketika aku pergi menemui Marina dan mereka kekurangan model, jadi mereka menyuruhku untuk menjadi model dadakan." ucap Loren sembari tersenyum konyol membayangkan kenekatannya hari itu.


Megi juga membuka ponselnya lalu berkata, "Tapi,, aku melihat banyak orang yang mengomentari Kak Loren, mereka bertanya-tanya tentang identitas Kak Loren dan juga memuji pembawaan Kak Loren."


"Oh ya? Coba kulihat." Loren mengulurkan tangannya untuk meminta ponsel Megi lalu melihat fotonya dan Marina.


Komentar di kolom komentar berisi banyak orang yang membandingkan antara dia dan Marina, lalu hampir semua orang memilih Loren sebagai model terbaik diantara dua orang itu.

__ADS_1


Mereka juga bertanya-tanya tentang identitas Loren dan terlebih dari agensi mana Loren berasal.


"Sudah ada yang menjawabnya di bawah." Ucap melihat salah satu komentar yang mengatakan bahwa Loren adalah seorang desainer dari LC.


"Oh iya, di foto ini Kak Loren terlihat sangat berbeda dari biasanya karena di sini Kak Loren diberi make up yang membuat Kak Loren agak berbeda dilihat. Sedikit berbeda dengan Kak Loren yang selalu tampil natural." Ucap Rika memperhatikan ponselnya dengan jelas.


"Hah,, iya, aku rasa model bernama Marina yang berfoto bersama Kak Loren ini akan merasa sangat malu jika orang-orang mengetahui bahwa Kak Loren sama sekali tidak mengetahui ilmu permodelan."


"Ha ha ha.. sekarang aku jadi merasa bahwa perempuan ini bisa menjadi model karena sebuah kenalan belaka saja. Sangat memalukan melihatnya tampil lebih buruk daripada orang yang hanya dijadikan model dadakan."


Orang-orang di meja itu mulai membandingkan Loren dengan Marina.


Hal itu membuat Loren merasa cemas, 'Astaga,, waktu pemotretan saja Marina sangat marah karena aku hanya dipuji sedikit apalagi jika dia melihat semua komentar-komentar di laman tersebut.'


Dan benar saja, Loren baru selesai memikirkannya ketika ponselnya tiba-tiba bergetar dan memperlihatkan nama pemanggil adalah Hera.


'Panjang umur!' pikir Loren mengambil ponselnya lalu perempuan itu berpamitan pada semua orang untuk mengangkat teleponnya.

__ADS_1


__ADS_2