
Malam hari setelah makan malam, Loren merasa begitu lelah karena seharian itu dia melakukan banyak aktivitas yang menguras tenaganya.
Oleh sebab itu, ketika mereka berdua duduk di ruang tengah sambil menyalakan tv Loren bersandar lemas di dada Christian sembari memejamkan matanya.
Perempuan itu membiarkan Christian menonton sendiri, sementara dia hanya menemani pria yang menonton berita bisnis internasional.
Tiba-tiba saja ponsel yang diletakkan Loren di atas meja berdering.
Dring... Dring... Dring...
Christian langsung melihat Loren yang tampak malas membuka matanya, jadi pria itu mengambil alih ponsel istrinya dan mengangkat panggilan dari Gerson.
Christian belum sempat mengatakan satu kata-kata pun ketika Gerson dari seberang telepon sudah berbicara, katanya: "Sepupu!! Bagaimana kabarmu? Aku ada kabar baik untukmu, satu minggu lagi ayah dan ibuku akan datang ke situ untuk menemui kalian sebagai permintaan maafnya, karena tidak sempat hadir di acara pernikahan kalian.
__ADS_1
"Dan aku harus mengatakan padamu bahwa ayah dan ibuku sudah menyiapkan begitu banyak barang bawaan yang merupakan hadiah untukmu.
"Barang-barang itu membuatku menjadi gila karena harus mengemas semuanya!! Bisakah kau berbicara pada ayah dan ibuku supaya mereka berhenti melakukan hal gila yang membuatku menjadi ikut gila karena mereka?!"
Christian yang mendengarkan ucapan pria dari seberang telepon langsung terdiam beberapa detik lalu dia berkata, "Aku akan mengirim seseorang untuk mendapatkan semua barang-barang itu."
Christian berpikir kalau istrinya akan semakin senang jika mendapat banyak hadiah, jadi dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan menyenangkan hati istrinya.
Gerson yang ada di seberang telepon begitu terkejut bahwa ternyata yang sedang berbicara dengannya adalah Christian, jadi pria itu segera berkata, "ug,, kakak ipar,, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk menyulitkan kalian tapi--"
Hal itu membuat orang di seberang telepon kembali terkejut dengan cara kakak iparnya yang selalu saja begitu di luar nalarnya.
'Apakah kebiasaan kakak ipar adalah mematikan telepon secara sepihak seperti ini? Aku jadi bingung bagaimana pertama kalinya Loren dan Christian bisa bertemu dan akhirnya jatuh cinta sampai seperti ini?' pikir Gerson dalam hati sembari meletakkan ponselnya, lalu dia melihat ke arah ayah dan ibunya yang baru saja kembali dari luar.
__ADS_1
Pria itu menganga melihat barang bawaan ayah dan ibunya yang begitu banyak.
"Gerson, cepat kemas semua barang-barang ini, semua sangat bagus untukku ibu hamil, jadi kita harus membawanya banyak-banyak supaya bisa menjadi stok untuk Loren sampai bayinya lahir dengan selamat." Ucap Bianca letakkan barang yang ada di tangannya lalu perempuan itu kemudian berbalik menatap suaminya.
"Oh Sayang, aku dengar ada ramuan yang sangat berkhasiat saat perempuan baru saja selesai melahirkan, bagaimana kalau kita mendapatkan itu juga dan membawakannya pada keponakan kita yang cantik?" Tanya Bianca langsung membuat Davin berpikir selama beberapa detik.
"Ah ya,," Davin menganggukkan kepalanya, "kita akan jarang menemuinya setelah kita kembali dari sana, jadi seharusnya kita membawakan saja semuanya supaya nanti tidak kerepotan lagi." Ucap Davin lalu pria itu dan istrinya segera keluar dari rumah untuk mencari ramuan yang mereka maksud.
Sementara Gerson, pria itu memandangi rumahnya yang penuh dengan barang-barang yang disiapkan oleh ayah dan ibunya untuk Loren.
"Astaga,, barang-barang ini seperti barang-barang milik orang yang akan pindah rumah! Terlalu banyak!" Kata pria itu melihat tumpukan barang-barang yang membuat kepalanya hampir pecah.
Ayunan untuk ibu hamil, pakaian yang nyaman dikenakan untuk ibu hamil, box bayi tradisional yang dikenal berasal dari kayu yang bisa membuat bayi terus nyaman dalam tidurnya, bantal tradisional, baju-baju tradisional, bahkan kedua orang tuanya sampai menyiapkan tempat mandi tradisional milik negara mereka yang akan dibawa untuk dipakai oleh calon cucu mereka!!!
__ADS_1