Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#180. Ledakan LC


__ADS_3

Loren masih sementara berbincang dengan Gio saat beberapa perempuan memasuki ruangan sembari membawa desain yang akan mereka kerjakan.


"Nona Loren sudah melihat beritanya?" Langsung tanya Mentari saat melihat Loren memegang ponsel milik Gio.


"Ah,, ya," jawab Loren.


"Nona Loren, aku minta maaf atas sikapku beberapa terakhir hari terakhir, terutama karena aku sudah tidak mempercayai Nona Loren!! Aku benar-benar bodoh sudah tertipu oleh berita palsu itu!!" Ucap Mentari memukul kepalanya sendiri.


"Aku juga, Kak Loren tolong maafkan aku." Siren ikut berbicara dengan wajah tampak sedih memelas.


"Kak Loren, kami semua minta maaf, kami sudah salah." Megi ikut tertunduk.


Kalau Adriana yang sudah mengatakannya, maka mana mungkin hal itu bisa dibandingkan dengan komentar-komentar dari penggemar Vionita yang tidak berpendidikan itu?!


"Kak Loren,, aku juga minta maaf, sepertinya penggemar Kak Vionita sudah di hasut oleh orang-orang yang ingin memperparah hubungan Kak Loren dan Kak Vionita, ini pasti kerjaan Chataline!!!" Ucap Mia.


"Jangan mengadu domba Nona Chataline dengan Kak Loren, mereka memiliki hubungan yang baik!!" Siren kini membentak Mia saat mendengar ucapan perempuan itu sudah sangat keterlaluan.


"Tapi itu kenyataannya." Ucap Mia mendengus kesal.


"Apa yang kau tahu? Kau hanya--"


"Sudah,, Aku tidak ingin kalian bertengkar seperti ini. Cepat selesaikan pekerjaan kalian karena mulai besok kita akan kembali sibuk!!" Ucap Loren dengan nada suara kesal.


"Baik Kak Loren, tapi Kak Loren sudah memaafkan kami bukan?" Siren bertanya sembari melihat Ke Loren diikuti empat perempuan lain.


"Ya, kali ini aku memaafkan kalian tetapi lain kali,,, aku tidak suka orang yang minta maaf dua kali." Ucap Loren.


"Terima kasih Kak Loren,," semua orang bersorak dengan senang.


"Aku harap ini menjadi pelajaran untuk kalian semua!!" Kata Gio sembari mendengus kesal.


"Kami mengerti!" Jawab Mentari dengan senyum mengembang kembali duduk di kursinya menatap tumpukan desain yang ada di depannya.


Meski pekerjaannya hari itu tampak terlihat sangat banyak, namun suasana hati mereka sedang terasa baik karena berita bagus yang baru saja mereka ketahui.


Sementara itu, di laman website LC, sedang terjadi ledakan pemesanan terhadap Brand mereka.

__ADS_1


Saking banyaknya hingga tim marketing kewalahan menghadapi setiap pemesan yang terus menerus menghubungi LC.


Hal ini membuat kepala tim marketing mau tidak mau berlari ke kantor CEO.


"Ada apa?" Tanya Andreas.


"Pemesanan terhadap koleksi pertama kita membludak, kami tidak bisa menanganinya lagi hingga website mungkin akan mengalami eror." Ucap pria bernama Zaki.


"Memangnya apa yang terjadi?" Andreas bertanya dengan heran sebab Dia belum mengetahui kejadian di internet yang baru-baru saja terjadi.


Baru saja Zaki akan menjawab ketika Elman sudah menerobos masuk berlari ke arah Andreas menyerahkan iPad pada pria yang duduk di kursi kebesarannya.


Andreas mengambil iPad itu dan melihat berita yang sedang populer.


"Tuan,, ini berita bagus, sekarang tudingan terhadap Nona Loren telah dipatahkan oleh designer Adriana. Maaf karena saya lambat memberitahu Tuan sebab tadinya saya menyelidiki dulu perkembangan yang terjadi." Kata Elman.


"Lalu Bagaimana perkembangannya?" Tanya Andreas.


"Komentar-komentar buruk sudah dihapus semua dan tidak ada lagi yang berani berkomentar di website milik kita. Beberapa orang bahkan meminta maaf di sana karena telah salah paham terhadap Nona Loren.


"Kini nama Nona Loren sedang banyak dibicarakan dan dalam sekejap nasional Loren langsung dikenal oleh semua orang." Ucap Elman.


Pendapat dari orang besar seperti Adriana memang memiliki pengaruh besar untuk mengubah pekiran banyak orang.


"Lalu Tuan, bagaimana dengan pemesanan yang membludak di website kita?" Tanya Zaki yang merasa bahwa setelah kehadiran Elman, dia sudah diabaikan.


"Tim produksi tidak akan sanggup jika kita menerima semua pesanan, pergi ke tim produksi dan pertanyakan stok serta kesediaan bahan baku. Atur pesanan sesuai dengan stok yang kita punya dan jika masih ada yang memesan, buat mereka menunggu sampai waktu di mana kita bisa menyediakan pesanan mereka." Kata Andreas.


"Baik Tuan, Tapi bagaimana kalau mereka membatalkan pesanan mereka karena harus menunggu beberapa waktu lagi? Mereka akan kecewa." Kata Zaki.


"Tawakan mereka untuk mendapat posisi pemesan pertama pada koleksi kedua kita Minggu depan." Ucap Andreas.


"Baik Tuan, saya mengerti." Ucap Zaki lalu pria itu berbalik meninggalkan ruangan Andreas dengan penuh semangat untuk melakukan tugasnya.


Sudah berhari-hari ini semua anggota tim marketing berada dalam keadaan lesu, tetapi akhirnya hari yang baik telah tiba juga.


LC akan berjaya.

__ADS_1


Setelah kepergian Zaki, Elman kembali berbicara pada Andreas.


"Tuan, mengenai akun pertama yang menyebarkan informasi palsu, Apakah saya harus menyelidikinya hingga mengetahui orang dibalik berita ini?" Tanya Elman.


"Tidak perlu, saat ini orang itu pasti berada dalam kekesalan, dan terlebih dia sudah membantu kita menaikkan nama perusahaan. Seandainya dia tidak memuat berita itu, maka perusahaan kita tidak akan lebih cepat berkembang seperti ini hingga dikenal lebih banyak orang dalam waktu yang singkat." Ucap Andreas.


Seandainya orang dibalik skandal plagiat itu tidak membuat ulah, maka saat ini mungkin LC tidak akan terlalu cepat dikenal oleh banyak.


Tetapi karena orang bodoh yang sok bijaksana itu membuat ulah, maka saat ini perusahaan mereka tidak perlu melakukan promosi besar-besaran tetapi langsung dikenal oleh banyak orang!


"Baik, saya mengerti," jawab Elman.


Ini seperti kompensasi yang diberikan pada orang yang telah membantu mereka mempromosikan perusahaan mereka.


Sementara perusahaan LC sedang berada di atas kejayaannya maka lain halnya di tempat lain di IDN.


Vionita yang melihat berita terkini langsung melemparkan ponselnya ke lantai sehingga barang itu hancur berkeping-keping.


"Kak Vionita ada apa??" Merlin langsung menerobos masuk ke ruangan Vionita ketika mendengar suara keras dari ponsel yang membentur lantai.


"Keluar!!!" Teriak Vionita pada Merlin yang merasa muak melihat perempuan itu selalu saja muncul di hadapannya pada waktu yang tidak tepat.


"Maaf," kata Merlin langsung berbalik keluar dari ruangan Vionita.


"Sial!! Beraninya dia!!! Bagaimana bisa desain milik Loren dibawa oleh Adriana ke acara Fashion week Los Angeles? Mengapa juga Adriana membuang-buang waktunya membuat postingan untuk perempuan sialan itu??!!" Vionita menggertakkan giginya dan mengepal erat tangannya sampai kukunya menusuk ke telapak tangannya.


Dia benar-benar kesal, Mengapa Loren selalu menjadi orang yang beruntung??


Selama 3 hari dia sudah merasa sangat senang sebab LC semakin terperosok jatuh ke dasar yang tak bisa diselamatkan lagi, tapi sekarang?!!!!!


"Aku harus melakukan sesuatu yang lebih besar! Kalau perlu, aku akan membuat Loren dipecat dari LC!!" Ucap Vionita menggertakkan giginya.


Yang ada dipikirannya sekarang adalah memanfaatkan Mia agar perempuan itu mau menjebak Loren sehingga Loren dipecat dari LC.


"Benar,, aku akan menghubungi Mia dan mengajak perempuan itu makan bersama ku." Ucap Vionita masih dengan wajah dipenuhi amarah.


Kalau dia tidak bisa menjatuhkan LC maka sebaiknya membuat Loren dipecat dari LC!!

__ADS_1


@Info, Jangan lupa mampir di novel otor yg lain ya.....



__ADS_2